
Berry sudah berteriak dengan sangat keras. Akan tetapi, Lea tidak menengok sekali pun kebelakang. Farid juga memanggil manggil Lea dan hasilnya tetap sama. Gadis itu tidak mendengarnya.
...HAPPY READING ALL...
Sampailah mereka di gerbang belakang. Dan disana, Berry bersama yang lain sedang melihat Lea menggali tanah. “ Apa yang Lea lakukan?”
Tak banyak bicara mereka melangkah akan menghampiri temannya itu. Namun, sayangnya langkah mereka terhenti dan semuanya merasakan jika ada pembatas yang tidak dapat mereka masuki.
“ Kok gini sih?” ucap Galang bingung.
“ Farid coba kamu masuk," titah Nara. Farid pun mencoba masuk, dan sama saja dirinya pun tidak bisa menembusnya. Makin lama Lea juga sudah makin dalam menggali tanah. Teman temannya tidak menyangka Lea yang notabe nya perempuan bisa sekuat itu.
“ Kak aku khawatir sama Lea," ucap sahabatnya yang cemas.
“ Tenang tenang Ber. Kita pikirkan bagaimana caranya mengeluarkan Lea dari sana.”
“ Saya akan bantu kalian untuk membawa kembali gadis itu," ucap seseorang tiba tiba dan yang tak lain ialah pak satpam penjaga di SMA dulu.
“ Bapak siapa?" tanya Nara sembari mengangkat sebelah alisnya.
“ Dia pak Agus. Orang yang pernah bantuin gue dan yang lain saat kejadian di SMA Lea dulu," jawab Farid dan pak satpam itu tersenyum.
Teman temannya hanya terbengong melihat Nara yang daritadi berbicara sendirian. Walau cuaca masih sangat terang, akan tetapi dibelakang kampus berbeda. Dan tanpa mereka sadari juga, ternyata sejak tadi para hantu yang pernah mereka lihat waktu uji nyali maba sedang memperhatikan.
Perempuan yang waktu itu Nara hampiri, kini datang menemuinya. Dia memberitahu jika didalam sana banyak terdapat makhluk makhluk jahat. Mereka akan melakukan ritual besar besaran.
Mendengar itu, Nara dan Farid terkejut. “ Kenapa mereka memanggil Lea?" tanya Nara.
“ Sepertinya Lea adalah gadis yang sangat istimewa. Dia memiliki aura yang sangat kuat, mungkin sebab itu sejak lama mereka semua mengincarnya.”
__ADS_1
“ Ya benar. Lea adalah gadis istimewa, saya saja akan merasa lebih kuat jika berada disamping nya," potong pak satpam.
Galang dan yang lain menghela napas. “ Ughhh!”
“ Kok gue tiba tiba merinding ya Pan," ucap Revan kepada Panji.
“ Kaki gue berasa ada yang nge-gelitikin," sambungnya.
“ Coba tanya Nara Van," titah Galang. Revan pun bertanya pada teman perempuannya itu, setelah tahu jawabannya dia terkejut ternyata ada Andi yang sedang menggelitik kakinya, dan si pocong iseng meniup leher Revan.
“ Aelah gue gak ngapa-ngapain, kenapa ngerjain gue sih."
“ Kayaknya mereka suka sama lu Van,” kata Galang.
“ Is malah bercanda. Ini gimana caranya bawa Lea kembali," potong Berry yang benar benar khawatir sama sahabatnya.
Mereka pun kembali terdiam. Pak satpam mengatakan jika mereka ingin membawa Lea kembali, maka harus membutuhkan kekuatan yang besar agar dapat masuk kesana.
“ Tidak. Jika kamu mau, silahkan meminta bantuan kepada makhluk makhluk yang sedang memperhatikan kalian disana," jawab pak satpam.
“ Tapi pak, bukannya mereka memiliki aura jahat? Bagaimana bisa meminta bantuan pada makhluk seperti itu. Jangan jangan mereka termasuk golongan makhluk makhluk yang ada didalam.”
Pak satpam kembali menjelaskan, jika makhluk itu memang memiliki aura jahat. Akan tetapi mereka juga mempunyai dendam pada makhluk yang ada didalam gerbang sana. Farid, Nara dan ketiga hantu itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Nara berjalan menghampiri para makhluk itu di ikuti oleh Farid. Lalu dia meminta tolong untuk bisa membantunya mengeluarkan Lea dari dalam sana. Makhluk itu hanya diam tidak menjawab ucapan Nara. Hampir 20 menitan mereka membujuk, dan akhirnya para makhluk setuju.
Setelah semua berkumpul berjajar menghadap pada gerbang. Pak satpam meminta untuk saling memegang tangan dan memejamkan matanya masing masing. Galang bingung apakah dia bersama temannya harus ikut dengan apa yang disampaikan Nara.
Karena Berry ikut melakukan itu, sang kakak yang tidak ingin adiknya kenapa-kenapa pun melakukannya. Sebuah cahaya yang berpaduan warna dari para aura makhluk itu terpancar cerah. Farid bersama para teman manusianya terpental masuk kedalam.
“ G-guue dah mati?” ucap Galang. “ Tubuh gue disana?” sambungnya.
__ADS_1
“ Lu masih hidup Lang,” ucap Nara.
Teman temannya kaget karena mereka bisa melihat Farid. Sedikit drama, mereka berpelukan untuk saling menghilangkan rasa kangennya. Setelah itu, pak satpam memberitahunya untuk Farid dan yang lain segera membawa Lea sebelum malam hari tiba.
“ Lea," panggil Berry sambil menggoyang goyangkan tubuh sahabatnya.
Mata Lea terlihat kosong dan bola matanya yang berubah putih. Revan dan Panji bergidik ngeri melihatnya. Berbeda dengan Farid yang malah memeluk kekasihnya.
Farid terus berusaha membuat Lea tersadar akan tetapi malah sebaliknya. Lea justru mendorong Farid dengan sangat keras. Asap hitam menyelimuti kekasihnya itu. Galang langsung menarik Berry untuk menjauh. Begitupula dengan Panji kepada Nara.
“ Kak Galang lepasin aku," ucap Berry memaksa.
“ Kakak gak mau kamu kenapa kenapa Ber, kita tunggu saja."
Farid tidak menyerah begitu saja, dia kembali memeluk Lea. Dengan nada pelan Farid mengingatkan semua hal hal bahagianya dan keluarganya. Tak disangka Farid menitikkan air mata nya. Melihat itu hati teman temannya menjadi berani. Perlahan semuanya maju menghampiri Lea dan Farid.
“ Berr..," ucap Galang kepada adiknya yang langsung lari duluan dan memeluk Lea.
“ Leaa aku mohon kamu sadar, leeaa. Hikss..!”
Para makhluk yang ada diluar sana bersama pak satpam tersentuh melihat itu semua. Mereka dengan sekuat mungkin terus mengalirkan tenaga nya pada anak anak itu.
Kuntilanak berkata pada si pocong, jika dirinya bahagia bisa bertemu dengannya. Dan disitulah para makhluk mulai mengeluarkan kata kata. Ternyata mereka semua selama ini terkurung di kampus dan tak dapat keluar walau sekedar untuk melihat keluarga yang telah ditinggalkan.
Disisi lain, Ayah Clara mendapatkan sebuah surat. Dia diminta para makhluk peliharaan untuk memusnahkan teman hantu Farid dan yang lainnya.
Tanpa berpikir apapun dia pun setuju. Sekaligus ingin balas dendam pada Galang dan teman temannya. Dia langsung menuju tempat anak nya berkuliah dengan membawa makhluk halus. Clara heran karena ayahnya yang datang mendadak dan menyuruhnya untuk ikut.
“ Kita akan kemana?" tanya Clara bingung.
“ Balas dendam pada Galang dan teman temannya. Ayah mendapatkan perintah untuk membantu boss besar memusnahkan para makhluk.”
__ADS_1