HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 38


__ADS_3

“ Kayaknya manusia Van."


“ PSYCHOPATH." Ucap Revan dan Panji bersamaan. “ Gue lebih baik berurusan dengan hantu daripada psychopath. Karena manusia lebih mengerikan," sambungnya.


...HAPPY READING ALL...



Setelah melihat lihat, keempat remaja memutuskan untuk pulang dan diantarkan oleh si detektif. Kebersamaan mereka diketahui oleh bodyguard si wanita.


Sesampainya dirumah Lea dan Nara dikejutkan dengan sosok yang mereka kenal ya, dia adalah Farid. Lea tak menyangka jika kekasihnya itu masih bisa selamat lalu mereka berdua melepas rindu dengan berpelukan.


Si detektif, Revan juga Panji terdiam. Ketiga cowok itu bertanya kepada Nara.


“ Farid.”


“ Serius? Bukannya Farid udah...,” sahut Revan.


“ Kok kita gak bisa lihat si Farid? Waktu kejadian kemarin aku sama Revan bisa,” tanya Panji kepada pacarnya.


Nara kembali menjelaskan jika kemarin jiwa mereka berpisah dari raganya. Maka dari itu dapat melihat Farid yang sudah tidak ada. Panji dan Revan mengangguk mengerti.


Suasana menjadi haru melihat Lea dan Farid yang bersatu kembali. Farid pun menceritakan tentang kemana dirinya pergi sekaligus bercerita masalah Galang. Mendengar nama Galang, Nara dengan wajah serius langsung berkata kepada Farid dan mereka juga semakin mantap dengan rencana yang akan di lakukan nya.


Saat malam hari penginapan mereka sudah sedikit ramai dengan adanya Farid dan kedua hantu. Dan si detektif juga menginap di penginapan keempat remaja itu untuk menyusun rencana. “ Pak boleh kita lihat lagi poto orang orang hilang itu?” ucap Nara dengan sopan.


“ Sebentar.” Detektif memberikan setengah poto karena semuanya dia tinggal di tempat nya. Tanpa sadar perbicangan mereka terdengar oleh salah satu warga yang ingin mengantarkan makanan perintah dari si wanita.


Tok...tok..tok.., suara ketukan pintu terdengar. Mereka saling tatap dan sudah menebak jika yang datang sudah pasti wanita yang ada di asrama itu. Namun, saat dibuka ternyata itu adalah warga.


“ Ada apa ya Bu?” tanya Nara.

__ADS_1


“ Ini saya disuruh mengantarkan makanan kepada kalian oleh ibu Rani. Kebetulan mereka membeli daging banyak dan ingin membaginya kepada kalian.”


“ Daging? Kalo gitu makasih Bu,” ucap Nara dan Lea mengambil bungkusan tersebut.


Dua gadis itu kembali masuk dan memberitahu jika wanita yang selalu datang itu memberikan mereka sekantong daging. Revan dan Panji yang sudah sangat lapar terlihat senang dan segera menyuruh cewek cewek untuk mengolahnya.


“ Lu udah gak curiga Van sama pemberiannya?” tanya Nara.


“ Curiga sih curiga tapi gimana kita laper,” jawab Revan sambil mengambil daging yang dipegang Lea lalu memeriksanya. “ Gak ada yang aneh Nar, udah lu masak deh," sambungnya.


“ Iya iya bawel!” ketus Nara.


Saat sedang mencuci daging tersebut. Lea izin dulu ingin membuang air kecil dan seniornya itu lah yang melanjutkan cuci daging. Nara terkejut dan berteriak dengan sangat keras sampai membuat teman temannya menghampiri. Mereka bertanya apa yang terjadi, tapi Nara malah terdiam mematung sambil menatap daging yang sudah jatuh.


Ditempat Galang, semua orang pun sama sedang melaksanakan makan malam bersama. Galang yang sudah mengetahui jika orang orang disana kanibal memberitahu papa dan adiknya untuk tidak memakan daging yang tersedia. Dia takut jika daging yang mereka makan bukanlah daging hewan.


Kembali pada Nara, Panji menarik tangan kekasihnya.


“ Kamu kenapa?”


“ Sudah kamu berikan?” ucap salah satu bodyguard si wanita.


“ Sudah pak mereka juga telah menerimanya.”


“ Bagus.”


Sebuah tamparan mengenai pipi si bodyguard. Ternyata si wanita marah karena anak buahnya yang telah tergesa-gesa dengan tugasnya. Dia juga memberitahu jika saja si pembunuh tahu dengan kelakuannya pasti akan dibunuh seperti orang orang. Percakapan mereka terdengar oleh ayah Clara. Dan wanita yang bernama Rani itu langsung meminta maaf dengan kesalahan anak buah dia.


Tak lama datang juga si pembunuh yang selama ini dicari cari. Dia datang dengan mengenakan baju yang penuh noda darah. Lelaki itu tertawa dan terlihat senang. Sedangkan si wanita dan anak buahnya merasa ketakutan.


...----------------...

__ADS_1


Malam telah berganti pagi. Nara yang masih syok dengan kejadian semalam yang mana dirinya melihat seorang perempuan.


Disisi lain detektif pun kembali menemui keempat remaja. Dia berkata jika daging tersebut sedang dalam proses pemeriksaan, dia menduga jika itu adalah daging manusia.


Revan, Panji dan Lea kaget. Pantas saja Nara terlihat kaku dan takut setelah menyentuhnya. Detektif memerintah mereka untuk bersikap biasa saja saat si wanita bernama Rani itu datang kembali.


“ Pak kalo begitu kita harus secepatnya meyelamatkan teman saya dan kakaknya,” sahut Lea.


Farid memegang tangan kekasihnya dan menyuruh dia untuk tenang. Dirinya juga akan membantu Galang keluar dengan kedua teman hantunya. Setelah berkata demikian, Farid pergi untuk melihat keadaan Galang.


“ Untung kita hantu jadi gak bakal kelihatan,” ucap Andi.


“ Walaupun kita sudah berbeda alam, tapi harus tetap hati hati.”


Sampai lah mereka dikamar Galang. Tak terlihat batang hidungnya sama sekali didalam sana. Mereka berpencar mencari keberadaan sahabatnya itu. Suara langkah kaki terdengar, Farid mengira jika itu adalah Galang yang akan masuk kekamar nya. Sayangnya itu adalah ayah Clara, dan tak disangka ternyata dia bisa melihat Farid.


“ Akhirnya datang juga kamu, Farid.”


“ Bagaimana bisa lu ngelihat gue?” tanyanya.


” Kamu lupa jika saya masih mempunyai makhluk yang menjaga.”


Farid tidak melihat keberadaan makhluk yang dibilang ayah Clara. Yang Farid lihat hanya lelaki tua seorang saja didepan nya.


“ Kekuatan makhluk saya lebih besar daripada kamu, oleh sebab itu tidak melihat keberadaan nya,” ucap ayah Clara.


Sehabis berkata begitu dia pergi.“ Kekuatan gue emang belum sepenuhnya pulih, tapi gue yakin pasti bisa mengalahkan peliharaan nya itu,” batin Farid.


Sudah beberapa hari Lea tidak memberi kabar kepada adiknya. Reno yang berada dirumah Farid merasa cemas dengan sang kakak. Anak kecil itu pun sering sekali sakit sakitan dan membuat papa mama Rere khawatir. Mereka juga sudah mencoba menelpon Lea, akan tetapi handphone nya tidak aktif.


Sedangkan Lea disana memang tidak mendapatkan sinyal sama sekali untuk memberi kabar.

__ADS_1


Reno mengigau dan memanggil ayah ibunya. Terlihat senang dari wajah Reno yang masih tertidur. Rere melihat Reno seperti itu sedikit takut, walau dirinya sudah biasa melihat kelakuan Reno.


Papa Farid pun tidak dapat pokus dengan pekerjaannya. Dia selalu mendapatkan telpon dari sang istri. Selain itu, sering ada pengiriman paket yang aneh datang kerumah mereka. Dan di dalam paket tersebut kadang terdapat sehelai rambut dengan jari kelingking.


__ADS_2