
Namun, saat dirinya membalikkan badan dia langsung menelan ludah dan kakinya bergetar tidak dapat bergerak.
......................
Clara jatuh pingsan sedangkan Lea dan temannya yang lain malah berpisah dari kelompok.
Kelompok lain pun sama, mereka melihat penampakan penampakan hantu. Banyak yang tidak ingin melanjutkan uji nyali tersebut. Mereka memutuskan untuk kembali ke lapangan dan menyerah. Beda halnya dengan Lea, Berry dan setengah kelompoknya, mereka justru pergi mencari teman temannya yang berpisah itu.
Tak lama kemudian Lea menemukan teman temannya yang terjebak, didepan mereka terdapat satu makhluk menyeramkan berbadan besar dan dibelakang terdapat satu hantu suster.
“ Lea ini gimana kita nyelamatin mereka kalo didepan dan belakangnya ada hantu?”
“ Aku juga gak tahu Ber,” jawab Lea yang kebingungan. Lalu dia pun teringat kepada Farid, Lea mencoba memejamkan matanya dan memanggil hantu tampan itu didalam hatinya.
Tak lama Farid pun datang dia menganggukkan kepalanya begitu pun dengan Lea. Farid yang tadinya tampan kini berubah menjadi hantu yang sangat menyeramkan, bahkan kedua hantu itu pun langsung menghilang melihat perubahan Farid.
Lea terbengong melihat perubahan Farid yang tidak dia sangka. Dirinya baru tahu jika cowok yang dia sukai bisa juga merubah wajahnya menjadi menyeramkan.
Melihat sahabatnya yang bengong, Berry merasa takut jika Lea kesurupan. Dia memberanikan diri untuk menepuk pundak Lea yang masih terdiam.
“ Astaghfirullah."
Sontak Lea mengucapkan istighfar karena terkejut. Teman teman yang lain berteriak ikut terkejut juga. Sampai pada akhirnya mereka kembali berkumpul, Nara dan Panji pun bertemu lagi dengan mereka.
Tidak mereka ketahui ternyata ada makhluk yang lebih kuat sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Aura yang sangat kuat itu dirasakan oleh Lea, Nara dan juga Farid.
__ADS_1
Diperjalanan Farid yang sudah tahu Nara mempunyai indera ke-enam pun mencoba mengajak bicara didalam hati. Nara berkata pada Farid jika dirinya merasakan aura yang sangat kuat aura jahat. Dia takut jika nanti makhluk itu akan mencelakai mereka.
Farid pun berkata kalo dirinya pun dapat merasakan aura jahat tersebut. Namun, dia tidak dapat melihat dimana makhluk itu berada. Sedang serius melanjutkan perjalanan mereka semua kembali di perlihatkan dengan penampakan gadis kecil. Gadis itu tersenyum menyeringai lebar dan sangat menyeramkan. Mulut gadis itu seperti robek dan di pinggir mulutnya terdapat banyak sekali belatung belatung yang menggeliat.
“ Gila ini kampus apa kuburan banyak banget penampakan nya, nyesel gue masuk nih university." gerutu salah satu Maba.
“ Shuutt diem! Lanjutkan aja langkah kaki kita jangan berisik dan jika udah melewati hantu itu jangan menoleh kebelakang," titah Nara kepada junior juniornya itu.
Langkah mereka berhasil melawati hantu gadis kecil itu. Namun, salah satu Maba malah melihat kebelakang. Betapa dia terkejutnya mengetahui hantu itu sudah berada didepan matanya. Maba tersebut berteriak dengan sangat kencang lalu kemudian dia malah jatuh pingsan.
“ Ini nih orang yang susah dikasih tahu, begini kan akibatnya merepotkan saja." Nara berdengus kesal karena Maba itu tidak mendengarkan dirinya.
“ Tinggalin aja lah nyusahin," sambung Maba lain.
“ Kita kan kelompok mana mungkin ninggalin dia sendirian yang pingsan," ucap Lea membungkuk guna dirinya yang akan mengangkat Maba tersebut.
Mereka berdua sampai dilapangan, betapa kagetnya melihat kelompok yang lain sudah berada dilapangan semua. Panji bertanya kepada temannya itu mengapa para junior sudah berada dilapangan. Galang pun menjawab jika mereka semua melihat penampakan, namun dirinya tidak percaya dan menilai bahwa para juniornya itu hanya malas saja melakukan tugasnya.
“ Tapi kak Galang didalam sana memang banyak banget penampakan,” imbuh Berry.
“ Terus kenapa kalian gak pergi kayak mereka semua?”
“ Aish kak,” Berry tidak tahu menjawab apa kalo pun memberitahu alasannya pasti kakaknya itu tidak percaya.
“ Udah udah mending lu bantuin gue karena ada Maba yang pingsan abis ngeliat setan," kata Panji yang langsung menarik tangan Galang untuk ikut bersamanya.
__ADS_1
Mereka bertiga datang, Galang tidak percaya jika suasana didalam kampus begitu mencekam dan sangat gelap. Galang bertanya kepada Maba yang tadi pingsan, dan Maba itu pun berkata jika dirinya ingin pergi dari kampus.
**Trangggh...
Mereka terdiam mendengar suara lantang tersebut, selain itu mereka juga mendengar jika ada seseorang yang sedang menyeret sesuatu. Suara seretan itu terdengar jelas oleh mereka semua. Tidak ingin terjadi hal yang aneh terjadi, Galang menyuruh mereka untuk kembali saja kelapangan berkumpul bersama Maba dan senior.
Tidak mau berlama lama lagi berada didalam, para junior itu langsung pergi meninggalkan Lea, Berry, Nara, Galang, Panji. Keempat manusia dan satu hantu tampan mencari tahu suara apa yang telah mereka dengar itu.
Galang menyalakan senter yang dibawanya. Terdapat bercak darah dilantai, mereka saling tatap dan menelan ludah lalu menganggukkan kepalanya bersama.
“ Apakah di kampus kita ada Psycho?" tanya Panji dengan gugup.
“ Lu jangan ngada-ngada Pan, mana mungkin ada psikopat disini.”
“ Tapi kan Lang lu lihat sendiri kalo ini bercak darah yang masih segar. Kayaknya ada yang baru ngebunuh seseorang disini," Panji ketakutan jika benar ada seorang psikopat dikampus.
Sampailah mereka dibelakang kampus, cukup lama Galang dan yang lain berkuliah disini. Namun, baru menyadari jika ada gerbang lain menuju hutan. Sedikit rasa ragu mereka memutuskan untuk masuk kedalam hutan tersebut. Lea melihat sekeliling dan terdapat seseorang dengan memakai jubah hitam yang sedang menggali tanah.
Karena takut terjadi hal yang tak dia inginkan, Lea mengajak Berry dan para seniornya itu untuk pergi saja dari sana. Terpaksa Galang pun menuruti kemauan Lea. Farid yang tahu itu langsung berubah kesal dan cemburu.
Sebelum pergi Lea sempat melihat kembali kebelakang. Terlihat wajah seseorang itu oleh Lea.
Setelah itu mereka sampai dilapangan, para maba melihat Lea dan Berry dengan tatapan tidak suka. Sebab, kedua gadis itu telah berdekatan dengan Galang.
Pagi pun tiba mereka sedang melakukan senam pagi. Setelah itu makan bersama dan menyuruh para juniornya itu untuk membereskan barang barangnya. Galang menjelaskan kepada mereka jika acara ini sudah sampai disini saja. Dikarenakan dengan kejadian yang semalam, banyak para Maba yang melihat penampakan hantu.
__ADS_1
Seharusnya mereka masih mempunyai 2 hari lagi untuk acara tersebut. Tetapi Galang tidak ingin mengambil banyak resiko setelah tahu jika ada orang lain selain mereka semua.
Saat pulang Lea kembali teringat dengan wajah yang memakai jubah hitam itu. Berry bertanya apakah Lea sedang memikirkan sesuatu? Tapi Lea menjawab jika dirinya hanya kecapean saja**.