HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 23


__ADS_3

Mau tak mau Nara memanggil teman temannya. Dia meminta agar Galang dan yang lain mau membantu dirinya untuk meredakan amarah Farid yang sangat kuat itu. Mendengar itu mereka semua bingung, karena tidak bisa melihat Farid mereka juga tidak tahu bagaimana caranya agar temannya itu tidak lagi marah.


...HAPPY READING ALL...



Di dalam sana, Lea dan Reno masih memeluk tubuh sang ibu. Dia tidak ingin dokter membawanya pergi, tetapi tak lama kemudian Lea pun melepas pelukannya dan menarik Reno.


Lea yang menyadari teman temannya tidak ada pun langsung mencarinya. Rasa kaget setelah melihat Farid yang marah, dia pun berlari dan memeluk kekasihnya itu untuk berhenti. Temannya itu hanya terdiam saja melihat Lea memeluk orang yang tak ada wujudnya.


“ Cukup Farid ini semua bukan salah mereka, mungkin ini udah takdirnya ibu. Kasian mereka dan karena ulah kamu, teman teman merasakan kesakitan akibat amarah kamu,” ucap Lea menenangkan kekasihnya.


Dari kejauhan seseorang sedang memperhatikan Lea dan yang lain. Dia tersenyum melihat apa yang telah terjadi.


Hari sudah sore Lea siap untuk mengantarkan kepergian ibunya ke pemakaman. Mama dan papa Farid pun turut datang untuk mengucapkan belasungkawa begitu pula dengan Papa Galang. Semua yang ada disana mencoba menghibur Lea dan Reno.


Setelah selesai, Lea masih bingung dimana dia harus tinggal sekarang. Sedangkan rumahnya saja sudah habis terbakar. Berry dan keluarganya menghampiri Lea dan menawarkan agar sahabatnya itu mau tinggal bersamanya. Tetapi, Lea menolak tawaran itu dia tidak ingin terus menerus merepotkan Berry. Selama sahabatnya masih terus bersama dia, Lea sudah sangat merasa bersyukur.


“ Makasih, tapi maaf aku dan Reno lebih baik mencari kost-an saja.”


“ Tapi Leaa..,”


“ Dan iya mungkin aku akan jarang bermain lagi sama kamu Ber, karena aku akan mencari kerja untuk kebutuhan aku dan juga Reno,” ucap Lea letih dan sedih.

__ADS_1


Berry tak dapat memaksa lagi, dia hanya bisa berdoa untuk Lea. Galang, Nara dan yang lain semakin merasa sedih dengan apa yang menimpa Lea. Belum lama dia ditinggalkan sang ayah dan kini ibunya pun ikut pergi.


Semua orang sudah pergi. Mama dan papa Lea membujuk gadis itu untuk tinggal bersama mereka. Farid berbisik pada Lea untuk berkata iya, tapi dia tahu jika Lea adalah gadis yang mandiri sudah pasti akan menolak tawaran itu seperti halnya yang Berry lakukan.


Terpaksa Farid memasuki tubuh Lea, Berry terkejut karena Lea menerima tawaran dari orang yang mereka temui dirumah sakit. Namun, Nara menjelaskan pada Berry apa yang sebenarnya terjadi. Kakak seniornya itu tidak ingin Berry salah paham.


Berry menganggukkan kepalanya karena dirinya sekarang sudah tahu tentang siapa Farid. Dia pun memaklumi nya dan tersenyum manis kepada Nara.


Pukul 18:00. Lea telah sampai dirumah kekasihnya, betapa kagetnya dia melihat rumah Farid yang begitu mewah dan juga besar.


“ Kak Lea,” bisik Reno sambil menggoyangkan lengan kakaknya.


“ Kenapa?”


Rere berlari kearah kakak adik itu, dia memberitahu letak kamar mereka sekaligus mengantarkannya. Ternyata kamar untuk Lea adalah kamar Farid, Lea kaget melihat isi kamar kekasihnya yang banyak sekali buku dan penghargaan-penghargaan. Dia tidak menyangka jika Farid memang benar benar pintar, pantas saja banyak para wanita yang menyukai kekasihnya itu.


“ Kenapa? Kaget ya ternyata pacar hantunya ini begitu sangat pintar," ucap Farid dibelakang Lea.


“ Ngga!!”


Lea berjalan kearah meja belajar Farid, buku yang pernah Farid buka itu di buka juga oleh Lea. Dia terkejut karena poto dirinya tertempel. Sambil melototkan matanya gadis itu bertanya kepada Farid.


“ Heh!! Kok bisa poto aku ada di kamu? Padahal kan dulu kita belum pernah ketemu sama sekali.” Tanya Lea dengan penasaran.

__ADS_1


“ Aku juga gak inget, kenapa aku nyimpen poto mu dibuku ku.”


Keduanya melanjutkan perbincangan.


...----------------...


Orang tua Clara memberitahukan anaknya, jika makhluk yang telah dia kirim berhasil membuat ibu Lea meninggal. Anaknya yang mendengar itu merasa kaget, dia tidak tahu mau bahagia atau apa. Tetapi, dirinya pun senang melihat penderitaan yang di alami Lea, perempuan yang mungkin saja akan mengacaukan rencana dia dan kedua orang tuanya.


“ Bagaimana jika Lea curiga? Karena kematian ibunya yang tidak wajar,” tanya Clara.


“ Kamu tenang saja sayang setelah ini kita habisi perempuan itu,” jawab papanya.


Karena ingin anaknya menjadi menantu papa Galang, keluarga Clara rela melakukan apapun agar rencana nya tidak gagal. Sampai mereka tega membunuh ibu Lea dengan mengirimkan makhluk ghaib.


...Harta memang akan membuat orang menjadi buta, mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka jika bersekutu dengan makhluk halus. Mereka rela melakukan apapun demi harta, sesungguhnya harta tidak akan membuat orang merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. ...


Makan malam pun tiba, Rere memanggil Lea dan juga Reno untuk turun. Setelah itu, seperti biasa Lea di buat Wah oleh keluarga Farid. Melihat hidangan yang begitu banyak dan terlihat sangat enak membuat perut mereka berdua semakin berbunyi, cacing didalam perut seperti tidak sabar ingin segera melahap makanan tersebut.


“ Malam Om, Tante," sapa Lea dengan sopan.


“ Malam juga silahkan duduk kita makan bareng anggap saja sebagai rumah sendiri.”


“ Pertama aku dan Reno berterimakasih kepada kalian, nanti jika aku sudah dapat kerja. Insyaallah akan mencari sebuah kost-an untuk tempat tinggal kita berdua,” ucap Lea sambil melirik pada adiknya.

__ADS_1


__ADS_2