
“ Y, ” jawabnya singkat.
“Kaaakkk, aku bercanda loh. Kamu cemburu kan? Bagus sih malah aku seneng kalo kamu cemburu. Berarti tandanya sang hantu tampan ini sangat menyayangi dan mencintai Lea,” katanya dengan senyuman manis.
...HAPPY READING ALL...
Hari berganti malam. Kepulangan Lea selalu disambut oleh adiknya, Reno dan juga Rere. Kedua anak kecil itu kini sering kali meminta Lea untuk bercerita tentang yang kakaknya itu alami saat ini.
“ Ayok kak Lea ceritakan apa saja yang kakak lakukan hari ini,” ujar Reno dengan di angguki Rere.
“ Okay okay kak Lea akan bercerita.”
Ditengah bercerita nya Lea melihat jika adik adiknya malah tertidur. Dia pun membawanya ke kamar masing masing begitu juga dengan dirinya. Didalam kamar gadis itu merebahkan badannya, tubuh yang kecil itu membuatnya merasa lelah. Belum lama memejamkan mata, pintu kamarnya ada yang mengetuk.
“ Mah.”
“ Mama ganggu ya? Ini mama hanya mau ngasih tahu untuk makan malam,” ucap Mama Farid.
Lea yang sudah lama tinggal dirumah Farid kini telah dianggap anak dan gadis itu pun sudah memanggil mereka dengan sebutan papa, mama.
“ Ngga kok mah.”
“ Baiklah kalo gitu mama tunggu dibawah,” ucapnya lalu melangkah pergi.
Saat sedang berkumpul makan malam, pintu depan ada yang mengetuk. Seperti biasa papa dan mama Farid merasa cemas jika itu adalah paket yang sering orang misterius kirimkan kepada mereka. Lea beranjak dari duduknya dan akan membukakan pintu. Namun, kedua orang tua angkatnya menyuruh dia untuk tidak kemana mana.
“ Biar papa aja yang buka,” ujarnya.
Lea menganggukkan kepala.
Setelah membuka pintu, benar saja di depannya terdapat paket yang seperti biasa. Awalnya papa Farid tidak ingin mengambilnya dan pada akhirnya paket itu tetap dia ambil dan disembunyikan agar Lea tidak tahu.
“ Siapa yang datang pah?” tanya Lea yang masih mengunyah nasi di mulutnya.
“ Tidak ada siapa siapa. Mungkin orang iseng saja,” jawabnya lalu pergi ke atas menuju kamar.
Dikediaman Galang. Keluarga itu pun sama sedang melaksanakan makan malam bersama. Galang menegur Berry yang sedang makan namun sambil memainkan ponselnya. Teguran itu tidak adiknya dengar, dan terpaksa sang kakak mengambil ponsel milik adiknya.
“ Ada apaan sih serius banget,” ucap Galang yang sudah memegang ponsel sang adik.
“ Is kak Galang kasih balik handphone aku,” pintanya yang terus berusaha mengambil ponsel yang ada ditangan sang kakak.
__ADS_1
Papa yang masih makan hanya terdiam dan melihat kelakuan kedua anaknya. Begitu juga dengan Galang yang setelah melihat isi ponsel Berry. “ Andra siapa?” tanyanya dengan menyipitkan mata.
“ Annuu...., bukan siapa siapa kok kak.”
“ Yang bener? Pacar kamu kah atau apa?” tanya nya lagi.
“ Teman. Iya cuman temen aja,” jawab Berry.
“ Ooohhhh temen, cuman temen loh pah katanya,” ucap Galang sambil melirik pada papanya.
Disisi lain, kedua cowok yang bernama Gerald dan Andra sedang berkumpul ditempat balapan. Adik kakak tersebut sering kali mengikuti acara ilegal itu. Dan Gerald si cowok dingin selalu memenangkan setiap dirinya bertanding.
“ Ndra giliran lu sekarang,” ucap Gerald.
“ Okay Rald.”
Andra bersiap akan bertanding dengan musuhnya. Hitungan dimulai dan para peserta langsung melajukan motornya masing-masing. Cuman waktu 30 menit Andra sudah kembali ke garis finis.
“ Gila kapan lu berlatih skil kayak tadi?” tanya Gerald.
“ Gue di ajarin bokap, lu lupa kalo papa mantan pembalap terkenal waktu mudanya. Nah gue minta di ajarin sama dia.”
“ Curang lu. Masa minta ajarin papa, gue aja ngga.”
Kembali pada Lea. Dia bertanya pada mamanya mengapa papa tidak kembali ke meja makan. Si istri pun penasaran dan dia izin untuk menghampiri sang suami ke kamar. Lea mengangguk mengerti.
“ Hey kamu darimana aja sih,” tanya Lea pada Farid.
“ Maaf tadi ada urusan sama si pocong dan andi.”
“ Pasti abis kumpulan para hantu. Btw hantu kalo kumpul bareng tuh ngapain aja sih? Ganggu manusia atau apa? Aku penasaran dengan kerjaan kamu dan yang lain.”
Farid menyimpan jari telunjuk pada bibir Lea yang bicara terus. Kedua makhluk beda alam itu terdiam dan saling tatap. Wajah Farid semakin mendekati wajah Lea, tinggal beberapa senti lagi terdengar teriakan mamanya dari lantai atas.
Aaaaa...aaa.
Mama! Ucap Lea dan Farid bersamaan.
Didalam kamar, dus yang papanya bawa ke kamar itu ternyata berisi kepala karyawannya. Mereka berdua syok saat melihat itu. Tak lama Lea datang dan langsung menerobos masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.
“ Ada apa ma?”
Lea melihat kebawah dan dia pun ikut berteriak. Kedua adiknya yang masih tertidur kini bangun karena mendengar suara berisik. Reno dan Rere berjalan menuju kamar mama, papanya. Namun Lea dengan cepat keluar menghampiri kedua adiknya.
__ADS_1
“ Berisik berisik ada apa sih kak Lea?”
“ Gak ada apa apa kok. Kalian mending lanjut tidur saja,” jawabnya.
“ Okay kak.”
Setelah mengantar kedua adiknya kekamar. Lea kembali pada orang tuanya. Dirinya bertanya lagi siapa yang telah mengirimkan paket berisi kepala manusia tersebut.
“ Pah coba panggil satpam depan, kali aja mereka lihat orang yang telah menyimpan ini,” ujar sang istri yang langsung di angguki suaminya.
Kemudian datanglah tiga orang satpam. Mereka satu persatu ditanya oleh papa Farid apakah mereka melihat seseorang yang mencurigakan. Dan ketiga satpam itu menggelengkan kepalanya tanda jawaban bila mereka tidak melihat siapapun.
“ Bagaimana bisa kalian bertiga tidak melihat seseorang yang mencurigakan. Seharusnya kalian lihat karena tugas kalian berjaga di luar,” ucap papa Farid yang sedikit emosi.
“ Kami benar benar tidak melihat satu orang pun pak. Dan kami juga selalu berada didepan tidak pergi kemana mana,” jawab salah satu satpam.
Farid hanya mendengarkan percakapan mereka. Dia dan Lea kembali saling tatap. Lalu gadis itu izin pergi keluar sebentar.
Awalnya Lea ingin menelpon teman temannya yang lain. Tapi dia urungkan sebab, dia tidak ingin jika nanti teman temannya akan mengalami hal hal aneh lagi dan Lea juga tidak ingin istirahat mereka terganggu.
Dengan begitu Lea dan Farid lah yang mencari tahu orang misterius tersebut. Si pocong dan Andi yang baru saja datang langsung bertanya kepada Farid.
“ Kalian mau kemana?”
“ Bang Cong, kamu lihat gak orang yang mencurigakan lewat rumah ini?” tanya balik Lea.
“ Ada apa emangnya?”
“ Is lihat gak bang.”
“ Ngga tuh,” jawab si pocong.
Lea menghela napas. Lalu Andi ikut angkat bicara dengan berkata, “ Orang yang memakai jaket hitam sepertinya mencurigakan.”
“ Hah??”
“ Tadi aku gak salah lihat orang pakai motor terus mengenakan jaket hitam lewat, sepertinya dia habis dari sini.”
“ Kamu yakin Andi?” ujar Lea.
“ Gak tahu juga sih, emang nya ada apa kak Lea?”
“ Bukan apa apa. Kalo gitu aku sama Farid masuk dulu.”
__ADS_1