
“Kamu sama seperti ku hanya roh. Bagaimana caranya kamu menyampaikan pesanku pada ayah.”
“ Lihat gadis itu,” tunjuk Farid kearah Lea. “ Dia yang akan membantu kamu.”
...HAPPY READING ALL...
Si hantu wanita kembali bertanya dan memastikan apakah Lea benar benar dapat membantu dirinya. Farid dengan yakin pun berkata jika Lea bisa. Untuk membuktikan semuanya, Farid kembali pada kekasihnya dan menceritakan obrolan dia dengan si hantu wanita.
Awalnya Lea tidak percaya apakah dia bisa membantu atau tidak. Namun, dengan bujukan Farid. Lea mengangguk dan bersedia membantu.
Berry yang sudah tahu sahabatnya berpacaran dengan seorang hantu dan melihat Lea berbicara sendiri pun terlihat biasa saja. Dan saat sedang asik mendengarkan Lea, Berry melihat jika papa nya mengalami kejang.
Dengan panik Berry berteriak memanggil dokter dan Lea menelpon Galang yang entah berada dimana. Dokter dan suster datang, mereka memeriksa keadaan papa Berry. Seperti perkataannya di awal bahwa keadaan pak Arga dalam kondisi yang sangat baik. Mendengar begitu dia pun tak percaya, karena melihat dengan mata kepalanya sendiri jika papanya itu kejang kejang kesakitan.
“ Tidak ada hal yang serius, pak Arga sudah saya beri obat.”
Berry tak berkutik apapun, dan Lea lah yang menjawab ucapan dari sang dokter.
Detektif yang masih dirumah sakit bertanya. Lalu dia melihat keadaan papa Berry yang sedang berbaring lemah. Setelah itu dia memberitahu Lea tentang Gerald. Melihat sahabatnya yang masih sedih dengan keadaan papanya, Lea kembali meminta si detektif untuk menemani Gerald sebentar.
Disisi lain Galang yang sudah mendapatkan kabar dari Lea langsung cepat kerumah sakit. Revan yang tak ingin temannya kenapa-kenapa pun ikut bersamanya. Sesampainya dirumah sakit, Berry memeluk Galang. Dia takut jika papanya pergi seperti mamanya.
“ Kamu tenang Ber. Papa baik baik aja kok, dan papa gak akan pergi. Kita akan menjaganya,” ucap Galang dengan mengelus kepala adiknya.
“ Lang maafin gue ya. Beneran gak tahu gue kalo bokap lu dirumah sakit. Kalo tahu begitu gue gak akan nyuruh lu datang tadi,” Revan merasa bersalah karena telah membuat Galang meninggalkan papanya yang sedang sakit.
“ Santai aja Van. Lagipula bokap gue gak kenapa kenapa.”
Tak lama Nara, Panji dan juga Nikma datang. Si gadis indigo itu melihat Farid yang sudah kembali ke wujud semula. Setelah itu pandangannya teralihkan dengan sosok perempuan yang meminta bantuan Farid.
“ Ahh aku lupa. Dimana ruangan dari ayah perempuan itu kak,” ucap Lea.
__ADS_1
Farid menunjukkan ruangan tempat lelaki tua berada. Saat akan melangkah Nara berkata. “ Gue ikut Lea.”
Dua gadis itu menghampiri si hantu wanita. Dia menunjukkan ayahnya yang sendirian. Lalu meminta Lea dan Nara masuk kedalam.
“ Kalian siapa?” tanya lelaki tua itu.
“ Halo pak kita teman dari anak bapak,” sahut Lea sembari tersenyum ramah.
“ Ada apa? Apakah anak saya semasa hidupnya merepotkan kalian berdua? Jika dia mempunyai sebuah hutang akan saya bayar dan mohon maafkan kesalahan anak saya,” ucapnya lalu terisak nangis.
Suasana menjadi sedih. Nara menelan ludahnya, dia tak tega melihat lelaki tua didepannya itu. Dua gadis tersebut langsung teringat dengan orang tuanya masing-masing. Dan tanpa sadar keduanya menitikkan air mata yang membuat si bapak heran.
“ Kami datang kesini sebenarnya ingin menyampaikan pesan terakhir dari anak bapak,” ucap Lea yang mengusap air mata di pipinya.
“ Apa yang anak saya katakan? Apakah dia ada disini?”
“ Anak bapak ada disini, dia sedang berdiri didepan pintu. Dan dia juga ingin meminta maaf kepada bapak, dia merasa bersalah yang semasa hidupnya telah sangat merepotkan bapak dan sering membuat kesal.”
Farid yang ada disamping si hantu wanita menenangkannya. Sebuah cahaya putih terpancar cerah, dan cahaya tersebut hanya terlihat oleh Farid, Lea juga Nara. Penampilan dari si hantu wanita juga berubah.
“ Saya tidak pernah membenci anak saya sendiri walau kadang dia sering membuat marah dan kesal. Sudah pasti saya akan memaafkan dia dengan sepenuh hati. Justru saya lah yang harus meminta maaf padanya, karena belum bisa menuruti semua permintaannya sampai dia pergi.”
Si hantu wanita tersenyum kearah mereka. Setelah itu pergi menghilang.
“ Baik pak, tugas kami telah selesai dan anak bapak sudah pergi ke alam selanjutnya. Kalo begitu kita berdua pamit,” ujar Nara.
“ Ayo Lea,” ajak Nara keluar.
“ Tolong jaga diri bapak baik baik. Terus semangat ya pak dan ini hadiah dari aku untuk bapak,” ucap Lea dengan memberikan sebuah benda yang membuat lelaki tua itu tersenyum.
Semua telah selesai. Panji bertanya pada istrinya apa yang terjadi, Nara tak berkata apapun.
“ Oh iya guys. Tiga hari lagi gue dan Nara akan pergi honeymoon, nitip Nikma sama kalian ya,” ucap Panji.
__ADS_1
“ Tenang disini ada bapak Galang yang bisa jadi penerjemah buat si bule ini. Gue pusing jadi cuman bisa jagain dia dari bahaya aja. Kalo untuk ngomong males ahh,” sahut Revan.
“ Makanya belajar inggris lu,” ledek Panji.
“ Halah kayak lu pinter Inggris aja. Sebenarnya lu juga pusing kan kalo denger Nara dan dia ngomong berdua,” ledeknya balik yang membuat Panji menggaruk kepalanya.
Dikantor papa Lea dia memesan katering untuk acara dikantornya. Namun hal menakutkan terjadi saat salah satu karyawan membuka isi katering tersebut. Karyawan itu menjerit karena melihat jari jari manusia seperti keliling dan ibu jari. Sontak saja kejadian itu membuat semua yang ada disana ketakutan.
Ditambah dengan datangnya seorang perempuan. Dia tak berkata apapun dan hanya tersenyum menatap papa Lea lalu pergi.
Triing, suara notif handphone terdengar. “ Siapa?”
“ Ada apa kak?” tanya Berry.
“ Gak papa. Ini ada nomor gak dikenal chat.”
“ Chat apa Lang?”
Galang membuka pesan tersebut. Setelah membacanya dia kaget dengan isinya.
" Semuanya belum berakhir sebelum kalian semua mati!!!"
Galang menunjukkan isi pesan itu pada teman temannya. Dan tak lama handphone Lea mendapat pesan. " Aku akan membuat orang tua angkat mu mati seperti ayah dan ibu mu. Tunggu mereka menderita dengan semua keadaan yang menimpa ny."
“ Kak!”
“ Kenapa Lea?” tanya teman temannya.
“ Gila! Siapa yang udah kirim pesan ancaman ke Galang dan Lea? Apa dia mengincar kita semua?” ucap Panji
CLARA
“Hah? Clara!” ujar Nara yang mendengar ucapan Farid. Sontak saja Revan dan Panji terkejut karena setahu mereka gadis jahat itu telah mati. Pemikiran mereka sama seperti Galang yang tak percaya jika Clara kembali.
__ADS_1