HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 33


__ADS_3

Dengan cepat para dosen menelpon semua orang tua anak anak yang terekam untuk meminta penjelasan apa yang sebenarnya telah terjadi.


...HAPPY READING ALL...



Siangnya, semua orang tua Galang, Panji, Revan datang. Papa dan mama Farid menjadi perwakilan orang tua Lea. Mendengar anaknya yang terlibat sesuatu membuat mereka bertanya tanya. Sedangkan anak anaknya hanya bisa terdiam dan dengan pelan Galang menjelaskan semua yang telah terjadi. Akan tetapi, orang tua dan dosen tidak percaya dengan ceritanya.


“ Itu yang sebenarnya terjadi,” ucap Galang sembari menatap pada teman teman.


Galang pun menunjuk ke arah pak dosen yang telah menjebak dirinya. Mendapat tuduhan seperti itu si dosen pun mengelak dan berkata jika dirinya tidak tahu menahu.


Mengenal papa Galang, para dosen mengakhiri semuanya. Lalu Lea memotong, jika ayah Clara jasadnya masih ada dibelakang. Ingin membuktikan ucapannya benar, semuanya pergi. Namun, sesampainya disana tidak ada jasad apapun.


“ Kemana dia pergi?”


“ Tidak ada apapun disini, lebih baik kita kembali saja.”


Dan semuanya telah selesai.


...----------------...


Semenjak perginya Farid. Kini Lea merasa kesepian lagi tidak adanya sosok lelaki yang selalu menemani. Sang adik Reno terus bertanya keberadaan kakak hantunya itu. Selain Farid, teman teman hantunya pun sudah tidak menampakkan diri.


Hari hari Lea jalani dengan perasaan yang penuh kehilangan dari sosok ayah, ibu lalu Farid. Dan kejadian yang menimpa mereka kini membuat hubungan pertemanan nya semakin erat.


Kedua orang tua Farid pun berkata jika mereka ingin mengangkat Lea dan Reno sebagai anaknya.


“ Om, Tante. Lea dan Reno sangat berterimakasih pada kalian berdua. Om dan tante telah mau merawat kita padahal tidak memiliki hubungan keluarga.”


“ Kami sangat senang memiliki kalian berdua. Bahkan Rere sudah sangat nyaman dengan kehangatan dan kebaikan kalian padanya.”

__ADS_1


Lea menatap Rere dengan tulus. Gadis kecil itupun tersenyum, senyuman dari Rere seketika mengingatkan Lea kepada Farid.


Ditempat lain. Galang dan keluarganya berencana untuk pindah rumah. Berry memberitahukan sahabatnya sekaligus memberi alamat barunya. Lea sedikit sedih karena sekarang dirinya akan jauh dengan Berry.


Nara, Panji dan Revan kembali menjalankan kehidupannya dengan tentram. Kedua cowok itu bahagia karena sudah tidak berurusan dengan yang namanya makhluk halus kecuali, Nara. Dia masih berkomunikasi dengan hantu hantu yang dia lihat.


Tak terasa waktu begitu cepat. Lea sudah lama tidak tahu dengan keadaan sahabatnya. Sudah mencoba menghubungi Berry namun tetap saja handphone nya tak aktif.


Dimana waktu liburan tiba. Lea yang khawatir dengan Berry berencana untuk datang ke alamat yang telah sahabatnya berikan. Sebelum itu Lea menelpon Nara dan yang lain. Mereka pun setuju karena kedua cowok itu juga tak mendapatkan kabar dari Galang.


Di perjalanan, mereka berbincang-bincang dan menceritakan bagaimana kehidupan mereka dulu yang tak damai karena gangguan para makhluk halus. Disitu malah mengingatkan kembali sosok Farid.


“ Lea, apa kamu sudah melupakan Farid?” tanya Nara yang tiba tiba.


“ Ehh a-aku masih mengingat sosok Farid, wajah nya selalu ada didalam bayanganku. Apalagi kamarnya yang ku tempati, itu membuatku susah melupakan sosok hantu tampan tersebut.”


Panji dan Revan hanya mendengarkan omongan dua gadis itu. Dan tiba tiba didepannya ada seorang nenek nenek yang membuat Panji membanting setir nya. Teman temannya merasa kaget lalu segera turun memastikan keadaan si nenek.


“ Nek, nenek gpp? Mau kita antar kerumah sakit?" ucap Lea dengan sopan.


Lea dan yang lain saling menatap lalu menganggukkan kepalanya tanda mereka ingin mengantarkan nenek tersebut.


Tempat lain, seorang pria sedang melakukan doa dengan orang orang. Dan disitu juga terdapat seseorang yang tak lain Berry, Galang dan papanya.


“ Kak aku takut,” ucap Berry.


Galang mengelus kepala adiknya. Sang papa pun memberitahukan kedua anaknya untuk berencana melarikan diri dari tempat itu.


•Flashback•


“ Pah yakin kita tinggal disini?" ucap Berry yang merasa aneh dengan tempat tinggalnya yang baru.

__ADS_1


“ Iya Pah kayaknya tempat ini gak cocok buat kita. Dan lagipula sepertinya disini tidak ada universitas buat kita melanjutkan pendidikan," sambung Galang.


Perbincangan mereka terpotong karena datangnya seorang perempuan. Dia menyambut keluarga Galang dengan ramah dan baik. Rumah yang papa Galang beli ternyata sangat besar dan mewah, hal itu membuat para tetangga merasa bahagia dan terlihat juga senyum yang tak dapat dipahami.


•Fov End•


Baru saja papanya akan mengajak kedua anak pergi, datang beberapa orang ketempat itu. Orang orang itu yang tak lain Lea dan teman teman. Galang bersama Berry terkejut dengan datangnya mereka. Dia tidak mau jika teman temannya akan ikut terjebak juga.


Namun, saat Galang akan berdiri untuk menghampiri Lea. Seorang wanita menahannya dan kembali menyuruh Galang untuk duduk. Dia juga mengancam Galang untuk tidak berbuat macam macam, karena mereka akan membunuh Berry juga papa nya.


Tak ada pilihan lain, dia menghela napas karena kesal. Galang juga mengusap wajahnya dengan kasar.


Kedatangan Lea disambut baik oleh orang yang ada disana. Mereka berterimakasih karena telah mau mengantarkan si nenek kembali. Di obrolan Lea dengan orang disana, Revan dan Panji melirik memperhatikan yang ada disekitar begitupun dengan Nara. Gadis itu tak sengaja melihat salah satu hantu yang menatapnya tajam.


“ Baik Bu, kita akan melanjutkan perjalanan."


“ Hari sudah mulai gelap mengapa tidak menginap ditempat kami dahulu menunggu esok pagi tiba,” tawar si perempuan.


“ Terima kasih atas tawarannya tapi kita tidak bisa,” jawab Nara.


Saat sudah sampai di mobil. Mereka kesal karena ban mobilnya yang mendadak kempes. Si perempuan itu pun kembali menawarkan untuk Lea dan yang lain menginap. Tak ada pilihan lain, mereka setuju walau dipikiran mereka tempat tersebut menyimpan misteri.


Dikamar Nara berkata jika dirinya melihat hantu wanita yang menatapnya tajam. Namun, Lea menjawabnya itu hanya hal biasa karena pasti setiap bangunan akan diisi setiap makhluk halus.


Kamar mereka diketuk, Lea membukanya dan ternyata itu adalah Revan bersama Panji.


“ Gue berasa aneh sama nih tempat,” ucap Revan.


“ Sama, tapi gimana lagi sekarang udah malam dan ban mobil kempes. Kita harus nunggu sampai besok lalu secepatnya pergi.”


Galang yang lewat tak sengaja melihat teman temannya yang ternyata bermalam ditempat yang ingin sekali dirinya keluar. Dia melihat ke kanan dan kiri setelah memastikan tak ada orang Galang pergi menghampiri Lea dan yang lain.

__ADS_1


Betapa terkejutnya teman teman melihat Galang yang ada ditempat yang sama. Cowok itu hanya mengucapkan satu kata yaitu menyuruh mereka semua pergi.


Lalu datanglah seorang wanita dan membubarkan itu semua. Galang hanya berkata jika salah seorang dari mereka bertanya letak toilet. Nara pun langsung mengangguk dan membenarkan apa yang dikatakan Galang.


__ADS_2