HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 10


__ADS_3

“ Sorry Cla, gue baru aja makan masakan bibi,” tolak Galang padahal dirinya belum makan sama sekali.


“ Ya udah temenin aku aja,” paksa Clara.


“ Gue capek Cla baru pulang dari basecamp.”


...----------------...


Clara tidak berbicara lagi setelah papa Galang keluar. Dia gagal mengajak lelaki yang pernah dekat dengannya itu pergi keluar. Dirinya pun pergi dari rumah Galang dengan wajah kesal.


“ Gue harus deketin Galang lagi gimana pun caranya,” Menghentakkan kakinya saat kembali ke mobil miliknya.


Di rumah Lea kedua gadis itu sedang asik bercerita, ditemani dengan para hantu yang selalu berada dikamar Lea. Hantu hantu itu hanya mendengarkan cerita Berry tentang pengalaman horornya. Sang kuntilanak tidak bisa menahan tawanya, dia pun mengeluarkan suara khasnya yang membuat bulu kuduk berdiri untuk siapapun yang mendengarnya.


Berry seketika berhenti cerita dan menelan ludah, Lea hanya mengedip- ngedipkan matanya pada teman hantunya itu.


“ Lea kamu denger gak suara ketawa-an kuntilanak?”


“ Ngga tuh kamu salah denger mungkin kan kamu lagi cerita horor,” jawab Lea berpura-pura tidak mendengar.


“ Is masa sih kamu gak denger, orang suara itu jelas dan keras banget.”


“ Udah gak usah dipikirin mending kita tidur aja. Besok harus bangun pagi pagi kan?” ajak Lea dan menghentikan perbicangan.


Berry mengangguk dan merebahkan badannya dikasur empuk milik Lea. Tanpa Lea duga ternyata sahabatnya itu sangat cepat sekali tertidur. Lea mengusir teman teman hantunya keluar, lalu dia pun menyusul sahabatnya pergi ke alam mimpi.


Didepan rumah Lea, Farid sedang duduk seorang diri sambil melihat kemesraan kuntilanak dan si pocong. Dia termenung memikirkan perkataan Lea saat dikampus.


“ Ya. Gue sebenarnya suka dan cinta sama lu, Lea.”


“ Tapi gue sadar kalo kita sangat tidak mungkin untuk bersatu. Gue hantu sedangkan lu manusia, gue juga gak suka dan ngerasa cemburu saat lu bersama teman gue sendiri. Yaitu, Galang.”


Lamunan itu pudar dengan datang nya kuntilanak dan pacarnya itu. Mereka tahu apa yang sedang teman tampan nya itu pikirkan.


“ Kalo suka bilang aja jangan di Pendem,” ucap mbak Kun.


“ Tapi..., kamu juga harus tahu. Cinta beda agama aja udah menyakitkan apalagi ini yang cinta nya beda alam," potong sang pocong.


“ Sungguh rumit masalah percintaan itu,” ucap mbak Kun satunya.

__ADS_1


Farid hanya diam mendengarkan ucapan para hantu itu.


“Sudahlah jangan sedih. Gimana kalo sekarang kita pergi ke kampung sebelah,” ucap si pocong dengan bahagia.


Pocong yang bernama Udin itu sangat bahagia dan bersemangat untuk mengajak teman temannya pergi ke kampung sebelah. Disana ternyata hantu hantu lain akan mengadakan pesta.


Ketiga hantu itu terus membujuk Farid untuk ikut bersamanya. Dan akhirnya si hantu tampan itu mau pergi bersama mereka.


......................


Keesokkan harinya pukul 07:00. Lea dan Berry sudah rapi, mereka terlihat sangat cantik. Setelah sarapan keduanya pergi ke kampus.


“ Kak Lea kak Berry hati hati ya saat di kampus,” ucap Reno secara tiba-tiba.


Anak kecil tampan itu sontak memegang mulutnya, dia heran mengapa dirinya bisa berkata seperti itu pada kakaknya.


“ Iya Reno adik kakak yang tampan, kita berdua bakal hati hati. Lagipula kenapa sih kok tiba tiba nyuruh kita waspada?”


“ Gpp kak,” jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


Sepertinya Reno mendapatkan firasat yang tidak baik pada kakaknya itu.


Sesampainya di kampus, terlihat sudah banyak Maba yang berdatangan. Dan nampak juga Galang bersama teman temannya sedang berbincang-bincang. Pesona Galang yang begitu tampan dan cool, membuat Maba perempuan tergila-gila kepadanya.


Revan melihat kehadiran Lea dan Berry. Dia pun langsung berbisik pada Galang. Setelah itu ketiga cowok tampan tersebut menghampiri dua gadis cantik. Yang tak lain ialah Lea dan Berry.


Semua mata tertuju pada mereka, dan penasaran siapa dua Maba yang dihampiri cowok cowok tampan itu. Dari kejauhan, terlihat pula Clara dengan tatapan sinis melihat Galang yang mendekati sahabat adiknya itu.


Galang, Revan dan Panji memperkenalkan Nara kepada Lea. Nara dapat melihat aura positif didalam tubuh Lea. Dia tersenyum lalu menjabat tangan Lea.


“ Nara," ucapnya.


“ Aku Lea kak," jawab Lea sembari tersenyum manis.


“ Kak Nara kapan pulang?” Berry bertanya sambil tersenyum dan melirik kepada Panji.


Panji yang melihat adik Galang senyum senyum kepadanya pun langsung bertanya. “ Ngapain lu senyum senyum hah?”


“ Ngga,”

__ADS_1


“ Aku pulang kemarin, kamu gimana kabarnya? Masih imut juga ya adik nya pak Galang ini,” jawab Nara.


“ Kakaknya aja cakep pasti adiknya juga cakep,” ucap Galang dengan menghadap ke kiri.


Farid datang untuk melihat Lea, dan tidak sengaja Nara kembali melihat dirinya. Nara pergi menghampiri Farid yang sedang berdiri dibawah pohon. Sang Hantu itu pun tidak bisa pergi setelah tahu Nara menghampiri dirinya karena, temannya itu sudah berada di hadapan dia.


“ Farid?”


“ Sejak kapan lu bisa ngelihat gue Ra?” Farid bertanya kepada temannya itu.


Nara malah menepuk-nepuk pipinya, dia tidak percaya bisa melihat temannya yang sudah meninggal tiga tahun yang lalu.


“ Kebiasaan kalo ditanya diem,” sambung Farid.


“ Ini beneran Farid kan? Kok ada disini sih," tanya Nara.


Teman teman yang lain merasa heran melihat Nara yang berbicara sendiri didepan pohon besar. Kecuali Lea, dia tahu jika Nara sefang berbicara dengan cowok yang dia suka.


“ Woy Pan. Cewek lu kenapa? Ngomong sendiri tuh,” ucap Revan.


Panji menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. Mereka semua pun menghampiri Nara karena takut kenapa-kenapa.


“ Iya gue Farid, Ra.” Jawab Farid.


Panji menepuk pundak kekasihnya itu. “ Hey! Ngapain disini?”


“ Eh Pan, ini aku lagi bicara sama Farid.”


Revan dan Panji mengernyitkan dahinya. Lalu Galang menyebut nama Farid dengan pelan. “ Farid.”


“ Lang kenapa lu?”


“ Gue keinget sama kejadian sebulan yang lalu,” ucap Galang.


“ Maksudnya?”


Saat Galang akan menjawab pertanyaan dari temannya itu, terdengar suara dekan. Terpaksa dia menghentikan perbincangan itu dan menyuruh Lea bersama Berry untuk segera berbaris dengan Maba lain.


Para senior dan dekan telah berbicara, lalu semua Maba harus melaksanakan kegiatan kegiatan. Mereka disuruh datang malam hari dengan membawa peralatan yang telah seniornya sampaikan.

__ADS_1


Hari mulai semakin siang, mereka di istirahatkan. Berry dan Lea pergi ke kantin untuk membeli minum. Saat akan duduk, tiba tiba saja kursi yang akan Lea duduki bergeser. Hal itu menyebabkan Lea terjatuh kelantai. Semua mahasiswa dan Maba tertawa melihat kejadian itu.


Ternyata semuanya adalah ulah Clara. Dan kejadian tersebut pun di lihat oleh Farid, termasuk Galang dan teman teman.


__ADS_2