
“ Okay, nanti kita bicara lagi kalo Farid, Lea dan yang lain sudah berkumpul. Sekarang aku akan pergi dulu,” ucap Nara. Panji yang melihat istrinya berbicara sendiri pun tahu jika didekat mereka ada makhluk lain
...HAPPY READING ALL...
Gerald ditinggalkan oleh Nara. Dia bingung harus pergi kemana lagi, datanglah pak satpam mengajaknya. Dua hantu itu pun menghilang.
Obrolan Elang dan Andra terhentikan dengan datangnya seorang polisi. Mereka berdua saling tatap, ternyata polisi tersebut hanya ingin bertanya tentang orang yang mencurigakan disekitar kompleks.
Tidak ingin lama lama dua cowok tersebut menggelengkan kepala dan berkata tak tahu tentang hal itu. Setelahnya mereka izin untuk pergi ke kampus.
“ Lang,” ucap Andra berbisik pelan.
“ Diem Ndra.”
'Aneh,' gumam si polisi. Dia masih penasaran dengan apa yang dilaporkan para warga sekitar yang selalu mendapatkan teror dari seseorang. Karena tidak mendapatkan informasi apapun, polisi itu memutuskan untuk kembali.
Dirumah sakit. Lea dan Farid pamit, mereka akan ke kampus. “ Hati hati kalian,” ucap Galang.
“ Kalo ada apa apa hubungi kita aja Lang, Ber.”
“Kak,” ucap Lea sambil memandang wajah kekasihnya.
“ Apa?”
“ Aku kangen sama ibu dan ayah. Sudah lama tidak menghampiri mereka. Mau gak temenin aku ke pemakaman,” jawabnya.
Melihat keadaan papa Berry begitu, Lea jadi teringat dengan kedua orang tuanya. Bagaimana dulu ibunya mati karena sakit dan ayahnya yang mengorbankan diri untuk dirinya. Padahal kematian ibunya ada sedikit kejanggalan, tapi Lea tidak menyadari hal tersebut.
“ Ya udah kita kesana dulu,” ucap Farid memegang tangan Lea dengan erat.
Nara bersama Panji sedang menuju rumah Nikma. Mereka berdua akan pergi bulan madu dan meminta sahabatnya itu untuk terus bersama Lea juga yang lain. Nara tak ingin jika kepergian dia membuat Nikma merasakan kesendirian. Gadis indigo itu telah menganggapnya seperti saudara sendiri.
Setelah dari rumah sahabatnya. Nara kembali kerumah bersiap untuk pergi ke kampus. Walau mereka berdua sudah menikah, pendidikan kuliahnya masih di lanjut.
__ADS_1
Sebelum berangkat, bunda dan ayah Panji memberikan mereka berdua sebuah tiket.
“ Makasih bunda, ayah.”
“ Sama sama. Kapan mau perginya?”
“ Hm aku sih terserah sama Panji aja.”
“ Kemungkinan tiga hari lagi bund,” sahut Panji melirik pada istrinya.
Ditempat pemakaman. Lea mulai mendoakan kedua orang tuanya. Dia menceritakan semuanya pada mereka berdua tentang kehidupannya yang sekarang. Lea juga memberitahu ibu ayahnya, kebaikan keluarga Farid yang telah mau mengangkat dirinya dan Reno menjadi anak mereka.
Belum selesai bercerita. Kedatangan pak satpam juga Gerald mengehentikan nya. Hantu paruh baya itu akan mengembalikan tubuh Gerald pada pemiliknya. Lea hanya terdiam sambil menatap Farid. “ Baik pak.”
“ Gue minta maaf Rald udah pakai tubuh lu. Karena lu udah tahu tentang gue, tolong jangan beritahu siapapun itu termasuk adik dan sepupu lu. Oh iya, malam minggu nanti lu mendapatkan tantangan dari anak motor yang telah menghajar lu,” ujar Farid.
“ Makasih infonya. Dan gue janji gak akan memberitahukan semua yang telah terjadi pada kita pada siapapun itu,” ucapnya sembari tersenyum.
Degggg...., dua makhluk itu mulai bertukar kembali. Gerald jatuh pingsan dan Farid berdiri diam. Kini dihadapan gadis malang itu terdapat sosok Farid yang asli. Pak satpam meminta Lea untuk segera membawa Gerald kerumah sakit untuk diperiksa. Tanpa ba-bi-bu lagi gadis itu memapahnya masuk kedalam mobil. Saat akan pergi tiba tiba dirinya terhenti. “ Astaga, ini yang nyetirnya siapa? Farid kan udah jadi roh lagi. Mana aku gak bisa bawa mobil,” pikirnya sambil menepuk jidat.
Farid yang ada disamping Lea juga ikut menepuk jidatnya. Dia lupa bahwa kekasihnya tidak bisa menyetir.
Lea mengernyitkan dahi, “ bapak siapa?”
“ Kamu lupa dengan saya Lea? Detektif yang dulu bekerjasama dengan kamu dan teman temanmu.”
“ Ahh iya aku ingat, bapak ada disini? Ngapain pak? Bukannya jauh ya jarak kota kecil itu dengan kota ini?”
“ Bapak kesini karena ada tugas lagi. Sedang menyelidiki kasus mutilasi yang terjadi disini. Oh iya ini kamu mau kemana?” Perkataan itu membuat Lea teringat dengan Gerald. Lalu meminta bantuan untuk si detektif menyetirkan mobil milik Gerald menuju rumah sakit.
Detektif itu pun dengan suka rela menolong Lea. Dia mengantarkan gadis itu ketempat tujuannya. Diperjalanan, detektif terus berbicara membuka topik agar suasana tidak terlalu canggung dan sepi. Farid yang berada didekat Lea pun ikut memperhatikan semua ucapan yang keluar dari mulut si detektif.
Tak lama kemudian mereka sampai. Ternyata rumah sakit yang dituju adalah rumah sakit tempat papa Berry dirawat. Saat masuk Lea bertemu dengan Galang. Cowok itu menanyakan keadaan Gerald yang menurutnya Farid.
“ Dia Gerald yang asli kak Galang,” ujar Lea.
__ADS_1
“ Hah?? Jadi mereka berdua udah bertukar?” Galang dengan wajah kaget.
Belum selesai mengobrol. Galang mendapatkan telpon dari Revan. Terpaksa dia pergi dan meninggalkan Lea yang masih berdiri diam.
Di kampus Nara dan Panji telah izin untuk tidak masuk satu minggu. Setelah mendapatkan izin mereka berdua pergi mencari keberadaan teman temanya yang tidak terlihat batang hidung mereka satu pun. “ Yang, teman lainnya pada kemana ya? Ngga kelihatan sama sekali,” tanya Panji heran.
“ Iya nih. Biasanya mereka udah kumpul di kantin, coba kamu telpon Galang atau Revan tanya mereka ada dimana.”
Panji menelpon dua sahabatnya yang tak kunjung datang ke kampus. Setelah mendapatkan lokasi teman temannya dia dan Nara langsung pergi.
Elang dan Andra juga sedang mencari keberadaan Gerald. Handphone nya tak bisa di hubungi.
“ Lea! Kok kesini lagi?” tanya Berry yang terkejut melihat sahabatnya berada dirumah sakit lagi. Lea menjelaskan apa yang terjadi lalu Berry bertanya apakah Lea melihat Galang atau tidak.
“ Kak Galang tadi pergi setelah mendapatkan telpon.”
' Kenapa tuh cewek? Pakaian lusu berdiri didepan ruangan orang,' gumam Farid.
“ Kamu mau kemana Farid?” tanya Lea yang melihat kekasihnya akan melangkahkan kaki.
“ Bentar ya,” jawabnya. Farid menghampiri perempuan tersebut lalu bertanya. Saat perempuan itu berbalik menghadapnya, Farid sedikit jijik dengan wajahnya. Tercium aroma busuk dan keluarnya binatang menggelikan dari pipi perempuan.
“ Siapa kamu?” tanya si perempuan yang diselimuti kabut hitam.
' Kenapa tiba tiba ada kabut hitam?' pikirnya.
“ Gak penting siapa gue. Lu siapa dan ngapain berdiri disini?”
Si hantu perempuan tiba tiba saja menangis. “ Aku a—ku ingin meminta maaf pada ayahku yang berbaring disana,” ucapnya sambil menunjuk.
“ Selama ini aku telah berbuat jahat pada dia, pergi dari rumah dan pada akhirnya aku mati dibunuh. Sudah seminggu ini aku disini melihat keadaan ayahku yang jatuh sakit karena aku yang tak kunjung pulang. Dia shok setelah mengetahui aku meninggal.”
“ Aku sedang menunggu orang yang bisa melihatku dan memberitahu ayah bahwa meminta maaf padanya. Namun, tidak ada satupun yang dapat melihatku,” sambungnya yang seketika asap hitam dan bau busuk ikut menghilang.
“ Mau gue bantu?” tawar Farid.
__ADS_1
“Kamu sama seperti ku hanya roh. Bagaimana caranya kamu menyampaikan pesanku pada ayah.”
“ Lihat gadis itu,” tunjuk Farid kearah Lea. “ Dia yang akan membantu kamu.”