HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 28


__ADS_3

Karena mereka akan datang ke gudang. Berry menyuruh yang lain untuk kembali duduk dan berpura pura tangannya masih terikat.


...HAPPY READING ALL...



Mereka teriak pada penjaga itu seakan akan meminta untuk dilepaskan ikatannya.


“ BERISIK!!"


“ Heh gendut! Dimana bos kalian?" tanya Revan sambil meledek.


“ Bilang apa tadi? Gendut? Siapa yang kamu maksud gendut hah!!"


“ Ya om lah siapa lagi. Masa saya sih, gak lihat tubuh saya yang tinggi, bagus begini."


“ Nyari penyakit sumpah si Revan," bisik Nara.


......................


Galang dan papanya sedang berbincang dengan keluarga Clara. Benar saja yang di pikirkan oleh Berry, ternyata ayah Clara meminta acara nikahan anaknya nanti malam. Papa Galang terkejut karena secepat itu, baru saja akan menolak nya. Lagi dan lagi ayah Clara mengancam.


Tidak mau papanya malu. Galang dengan terpaksa setuju, walau dirinya tidak mau menikah.


“ Baiklah acara pernikahan malam ini dengan sederhana saja," ucap ayah Clara.


Sore hari pun tiba. Akan tetapi, Lea dan yang lain masih belum keluar dari dalam gudang. Clara dan Ayahnya yang baru pulang, memeriksa keadaan para penyusup itu. Dia juga memberitahukan jika Clara akan menikah malam ini dengan Galang. Selain itu, Ayah Clara memperingati Lea untuk tidak lagi berdekatan dengan calon suami anaknya.

__ADS_1


Clara dan ayahnya memberitahu mereka jika semuanya sudah direncanakan. Karena tangan mereka yang sudah lepas dari ikatan, dengan mudah Nara mengambil ponselnya dari saku celana. Dia mencoba untuk merekam pembicaraan anak dan ayanhnya. Sayangnya hal itu di ketahui oleh Clara, ponsel Nara diambil lalu dibanting kebawah dan di injak.


“ Berani banget lu,” ucap Clara.


“ Heh!! Mak lampir. Itu handphone gue," jawab Nara dengan kesal.


“ Handphone murah ini?" tanya Clara.


“ Asal lu tahu. Handphone gue lebih mahal dibanding harga diri lu," jawabnya.


Sebuah tamparan mengenai pipi halus Nara. Selain ditampar, Clara juga mengingatkan kembali bagaimana Nara dahulu. “ Stop!! Lu udah kelewatan Clara. Gue kira lu cewek baik baik tapi nyatanya lu setan," potong Panji yang tidak terima kekasihnya mendapatkan tamparan.


Di pertengkaran itu. Tanpa semuanya sadari, ternyata dari tadi Lea merekam semuanya. Ayah Clara mengajak anaknya untuk pergi dan kembali menyuruh anak buah dia berjaga lagi.


“ Diem!! Jangan coba coba buat kabur dari sini sebelum acara tuan kami selesai," ancamnya.


Hari begitu cepat. Malam hari telah datang, pukul 20:00. Terlihat para tamu yang diundang keluarga Clara secara mendadak telah berdatangan dirumah Galang. Didalam kamar, Galang telah memakai setelah jas. Dia terlihat begitu tampan, tapi sayangnya acara pernikahan itu dilaksanakan secara terpaksa. Dari wajah tampannya itu pun tak terlihat senyuman sama sekali.


Papanya datang kekamar dan meminta maaf sambil memeluk putranya. “ Pah harusnya Galang yang minta maaf sama papa."


Keluarga perempuan telah datang. Kecantikan Clara yang memakai gaun putih tidak membuat Galang terpukau sama sekali.


Farid yang baru selesai melawan makhluk besar itu kembali pada teman temannya. Dan dia pun membawa kunci yang ditinggalkan para penjaga ke toilet. Dengan cepat dirinya menyuruh Nara untuk segera membuka pintu tersebut. Setelah berhasil semuanya langsung kabur pergi meninggalkan rumah Clara.


Diperjalanan, terlihat wajah sedih dari Berry. Walau dia sudah berhasil keluar akan tetapi mereka tidak mendapatkan bukti apapun untuk menggagalkan pernikahan itu.


Tak lama mereka semua telah sampai dirumah Galang. Berry langsung berlari kedalam untuk menemui papa dan kakaknya sekaligus memberitahu jika dirinya telah di kurung oleh ayah Clara.

__ADS_1


Ayah Clara mengelak dan tidak mengaku jika dia telah mengurung Berry dengan yang lain. Dia malah meminta pak penghulu untuk segera menikahkan anaknya. Sang penghulu pun menganggukkan kepalanya.


Saat akan ijab qobul. Lea maju kedepan sambil memegang handphonenya. Dia menyalakan rekaman itu dengan volume yang sangat keras. Para tamu terdiam, termasuk Galang dan keluarga Clara.


Banyak para tamu yang saling berbisik. Akan tetapi ayah Clara tetap ingin melanjutkan semuanya. Papa Galang pun langsung menghentikan dan membubarkan acara tersebut.


“ Ayah gimana nih, kenapa bisa kita tidak tahu jika Lea merekam semuanya," bisik Clara.


Mama Clara pun terkejut karena ternyata semua itu adalah rencana anak dan suaminya. Pak penghulu bertanya apakah acara tersebut akan dilanjut atau tidak? Papa Galang menjawab dengan tegas jika acaranya di batalkan karena ini sebuah jebakan untuk anaknya menikahi Clara.


...----------------...


Galang sangat berterimakasih pada Lea dan yang lain. Mereka pun saling berpelukkan. Terlihat kembali senyum manis dari wajah Galang. Papanya yang melihat itu merasa beruntung.


“ Oh iya Lang. Ini semua berkat Farid juga karena kalo gak ada dia pasti kita gak bisa keluar dari rumah Clara," ucap Nara.


“ Dimana Farid sekarang?" tanyanya.


Tiba tiba pundaknya ada yang menepuk. Ya, itu adalah Farid yang ingin memberitahu keberadaan dia pada sahabatnya.


“ Thanks Rid," ucap terima kasih Galang.


Farid tersenyum lalu menatap Lea. “ Ehem!" ledek Nara yang melihat.


Malam semakin larut, mereka semua merasa capek. Papa Galang menyuruh teman anaknya untuk menginap. Karena sudah sangat malam, semuanya setuju dan Lea menelpon kedua orang tua Farid untuk memberitahu jika dirinya menginap dirumah Berry sahabatnya.


Mereka masuk kedalam kamar yang sudah disediakan oleh Galang. Baru saja akan memejamkan matanya untuk istirahat. Muncul lah sebuah teror yang selalu menganggu mereka.

__ADS_1


Pertama Panji dan Revan pergi keluar karena merasa terganggu, lalu disusul oleh Lea dan Nara. Galang yang melihat teman temannya keluar merasa heran, dan dia pun bertanya pada mereka semua.


__ADS_2