HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 24


__ADS_3

“ Pertama aku dan Reno berterimakasih kepada kalian, nanti jika aku sudah dapat kerja. Insyaallah akan mencari sebuah kost-an untuk tempat tinggal kita berdua,” ucap Lea sambil melirik pada adiknya.


...HAPPY READING ALL...



“ Sudah nak Lea, lebih baik kita makan dulu lalu bicarakan lagi.” Lea pun menganggukkan kepalanya pelan.


Makan malam berjalan dengan lancar. Setelah itu kakak beradik itu pergi kekamarnya, Rere merengek ingin tidur dengan Lea. Tetapi kedua orang tuanya melarang Rere takut jika dia merepotkan. Namun, sosok Lea yang begitu ramah, lembut dan baik. Dia pun mengizinkan Rere untuk tidur bersamanya.


Mama papa Farid hanya tersenyum ramah padanya. Malam pun semakin larut, sebelum tidur Rere meminta Lea untuk menceritakan sebuah dongeng. “ Dongeng? Bagaimana bisa aku bercerita, Reno saja tidak pernah ku bacakan dongeng sebelum tidur.”


Lamunan Lea buyar setelah Rere menggoyangkan lengannya. “ Kakak gak bisa ya? Gpp kalo gitu, aku akan tidur tanpa dongeng."


“ Maaf ya Rere kak Lea gak pandai berdongeng.”


Tak lama kedua anak kecil yang ada dikamar pun tertidur dengan sangat pulasnya. Lea menatap kedua anak kecil itu, rasa gemas terlihat diwajah Lea. Mata yang sudah sangat berat tetapi tidak ingin untuk dipejamkan.


Terlihat sebuah buku novel di rak. Lea berjalan lalu mengambilnya untuk dia baca agar dirinya bisa tertidur. Dibuka lah buku itu, awal cerita Lea terlihat biasa saja. Namun, setelah beberapa halaman dia cukup merasa terkejut dengan isi novel itu.


Dimana isi dari buku itu hampir mirip dengan kejadian yang dia alami bersama teman temannya. Lea bergumam dalam hati dan berpikir.“ Bagaimana bisa isi novel ini hampir sama dengan kejadian yang ku hadapi?”


Makin kesini Lea semakin penasaran, sampai dia tidak sadar jika waktu sudah mau pagi. Saat akan membuka halaman berikutnya, Farid datang dan bertanya mengapa Lea belum tidur dan matanya terlihat hitam.


Lea melihat jam yang tertempel di dinding, dirinya melototkan matanya setelah tahu jika dia bergadang sampai jam 4 pagi.

__ADS_1


“ What!! Jam 4 pagi??"


Dua anak kecil itu terbangun, mereka mengucek matanya sambil bertanya. Lea tidak menjawabnya dan menyuruh mereka melanjutkan tidurnya. Rere dan Reno pun kembali tidur.


Dirumah Galang, tidak tahu kenapa papanya merasakan sesak didada. Berry berteriak memanggil kakaknya dengan sangat keras. Galang datang dan kaget, dia meminta Berry untuk mengambil kunci mobil. Tanpa ba-bi-bu gadis itu pun langsung pergi mengambilnya.


Papa nya dimasukkan kedalam mobil, saat perjalanan sesak di dadanya tiba tiba berhenti. Dan sang Papa bertanya kepada kedua anaknya apa yang telah terjadi. Galang dan Berry yang ketakutan menghela napas sambil mengerutkan keningnya.


“ Kamu kenapa nangis Ber?” tanya papanya heran.


“ Is papa!! Tahu gak tadi tuh papa sesak gitu, ya aku takut lah. Takut kehilangan papa,” omelnya pelan lalu menundukkan kepalanya.


“ Emang iya? Perasaan papa baik baik saja. Yang diucapkan adek kamu benar?" tanya nya pada Galang, dan anak cowok nya mengangguk.


Papa nya menggelengkan kepalanya dan bertanya pukul berapa sekarang, setelah tahu jawabannya dia menyuruh Galang untuk memutar balik mobilnya. Dan papa nya pun mempunyai banyak pekerjaan yang harus segera dia kerjakan. Sebagai anak dia pun menuruti nya.


Kembali pada Lea, dia sudah mandi dan rapi. Karena dirinya disana menumpang jadi Lea memutuskan untuk bantu bantu. Berjalan menuruni tangga tetapi kakinya tersandung hampir saja Lea terjatuh dari tangga. Farid dengan cepat menahannya dan tak lama mereka berdua pun jatuh. Gadis itu berada diatas Farid, dia menatap lekat mata kekasihnya itu dengan tatapan tak biasa. Jantung Lea juga terdengar oleh Farid, hantu itu menahan senyumnya.


“ Ehem!!”


Sama seperti Farid, Reno menahan senyumnya melihat pemandangan didepannya. Buru buru Reno membuyarkan pemandangan itu karena Rere yang akan turun tangga.


“ Makasih walau tetap jatuh," ucap Lea malu.


“ Tapi seneng kan karena jatuhnya ke pelukan aku?” goda si hantu tampan.

__ADS_1


Pipi Lea merah merona dia pergi begitu saja tanpa pamit pada Farid dan Reno. Setelah kepergian Lea Reno dan hantu tampan itu saling cengengesan.


“ Renoo."


“ Rere? Ada apa?” tanya nya.


“ Kamu kok cengengesan sendiri sih,” kata Rere bingung.


“ Gpp, ya udah yuk kesana.”


Kedua nya pun pergi menuju ruang tv.


...----------------...


Berry menelpon sahabatnya dan menanyakan apakah dia akan pergi kuliah atau tidak, mendapat jawaban tidak Berry langsung menutup telponnya dan menghampiri sang kakak agar berangkat bersama.


Dikampus mereka sangat asik berkumpul. Sampai dimana teman temannya izin semua untuk pergi kekantin, dan tersisa lah Galang seorang diri. Salah satu mahasiswa menghampirinya dan berkata jika Galang dipanggil keruang dekan.


Galang berjalan, dia sedikit heran karena tidak ada mahasiswa atau mahasiswi pun yang nongkrong atau apapun itu didekat ruangan dekan. Karena tidak ingin telat, dia pun tidak menghiraukannya dan terus berjalan lalu masuk kedalam.


Galang mendapatkan perintah untuk mengantarkan sebuah berkas ke alamat yang sudah tertera, dia berpikir mengapa dekan menyuruhnya. Padahal orang yang sering mengirim berkas adalah penjaga dikampus atau dia dekan itu sendiri. Tidak ada rasa curiga sama sekali di hati Galang, dia manggut dan mengerti lalu pergi.


“ Tumben banget nyuruh gue yang nganter nih berkas.”


Dekan itu tersenyum setelah melihat Galang pergi, lalu dia menelpon seseorang dan lapor. Melihat ponselnya dekan itu kembali tersenyum karena uangnya yang sudah bertambah.

__ADS_1


__ADS_2