HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 50


__ADS_3

Musuhnya hanya menatap kepergian Andra dan Elang. Teman temannya ingin mengejar namun di hentikan olehnya. Dia ingin bertemu dengan Gerald dan memastikan.


...HAPPY READING ALL...



Pencarian roh Gerald terus berlanjut. Sampai dimana pernikahan Nara dan Panji pun datang. Semua teman temannya membantu acara tersebut. Farid juga masih memakai tubuh Gerald, dia Andra juga Elang turut membantu.


“ Rald, Ndra. Kita kan gak kenal sama mereka? Ngapain harus repot-repot bantu,” ujar Elang.


“ Si Andra sebagai pacar dari Galang harus mau bantu kekasihnya menyiapkan acara senior dia. Dan gue juga udah berteman dengan mereka semua, jadi harus bantu,” sahut Gerald.


Elang menganggukkan kepalanya dan berlanjut membantu.


Berry dan Lea menghampiri Nara yang sedang bersiap. Mereka terpesona dengan kecantikan kakak seniornya itu, Nikma yang melihat juga merasa jika Nara seperti bidadari. “ Deg deg—an nih.” Nara memegang tangan Lea dengan erat.


Bunda Panji datang memeriksa calon menantunya itu. Lalu menuntun para gadis keluar. Panji yang ditemani teman temannya pun merasa deg deg—an karena dia akan menjadi seorang suami.


Panitia memanggil pengantin pria, cowok dengan setelah hitam itu di dampingi oleh cowok cowok tampan lainnya membuat para tamu terpana pada mereka.


“ Sudah siap?”


Panji mengangguk dan mengulurkan tangannya.


Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka ( Nara binti Alm. Doni) alal mahri (seperangkat alat sholat dan emas 5 gram) hallan.”


Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, (Nara binti Alm. Doni) dengan mahar (seperangkat alat sholat dan emas 5 gram) dibayar tunai.”


Cowok itu menarik napasnya dan menjawab.“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq.”


Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.”


“ Bagaimana para saksi, sah?”


“ Sah....,” ucap para tamu serentak.


Nara datang bersama tiga perempuan. Gaun putih yang cantik sama seperti yang memakai. Terlihat seperti bidadari.

__ADS_1


“ Wih mantap Pan, happy wedding ya.”


“ Jangan lupa nanti malam live.”


“ Nah si Revan kalo ngomong suka ngadi- ngadi.”


“ Gila lu semua, hahaha.”


Saat sedang asik asiknya mengobrol. Nara melihat seseorang yang seperti kebingungan. Dia ingin menghampiri, namun suaminya itu melarang Nara pergi kemana-mana. Dan orang yang di lihat Nara juga menyadari bahwa gadis itu baru saja melihat keberadaannya.


Ditempat lain Gerald mengajak Lea berbicara berdua, mereka memisahkan diri dari yang lain. Elang yang terkenal playboy pun mencoba untuk mendekati Nikma yang sedang duduk sendiri.


“ Hai.” Elang dengan wajah tengilnya tersenyum.


“ Hai, who are you?”


Elang mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri. “ I'm Elang. What's your name?”


“ Nikma,” jawabnya memberikan senyuman manis pada cowok didepan. Elang memegang dadanya melihat itu, dia terlihat bahagia saat gadis bule tersebut tersenyum.


Andi menepuk jidatnya, “ sejak kapan bang pocong doyan gorengan?”


“ Sejak kita mengantarkan dua gadis itu belanja ke warung kayaknya.”


“ Oh yang waktu di kota kecil itu ya? Yang kakak Lea menyelamatkan temannya.”


Pak satpam hanya menyimak obrolan mereka. Dia mengawasi acara tersebut, lalu pergi menyusul Farid. Roh Gerald masih penasaran dengan gadis yang melihatnya tadi, dia pun menghampiri Nara. Namun tiba tiba saja tangannya ada yang menarik.


“ Siapa kamu?” tanyanya terkejut.


“ Jangan buat masalah disini, saya tahu kamu ingin bertemu dengan pengantin wanita. Lebih baik ikut saya.”


Tanpa banyak tanya lagi Gerald langsung mengikuti. Betapa terkejutnya setelah melihat raga dia sedang bersama seorang perempuan. Farid membalikan badannya lalu berbicara pada Gerald.


“ Sorry gue pakai tubuh lu,” ucapnya.


“ Siapa lu? Seenak jidat pakai tubuh orang, sedangkan gue bingung gak ada orang yang melihat keberadaan gue.”

__ADS_1


“ Lu sebenarnya udah meninggal.”


“ Ggu—e mati? Kenapa? Kok bisa?” Gerald tak percaya bahwa dirinya sudah berbeda alam.


“ Lu gak ingat sama apa yang telah dialami?” Gerald menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Farid. Dan si hantu tampan bersama pak satpam menjelaskan bahwa kematian Gerald disebabkan oleh anak anak motor yang menghajarnya.


Orang tuanya datang bersama Andra dan Elang. Mereka mengajak Farid untuk pulang. Sedangkan Gerald yang asli menatap mama papanya dengan tatapan sendu. Dia ingin memegang tangan mereka akan tetapi tidak bisa. Farid pun tak tega melihat itu, dia jadi teringat dengan dirinya yang juga pernah mengalami hal tersebut.


“ Aku nyusul ma, kalian duluan aja ke mobil.”


Keluarganya pergi terlebih dahulu. “ Gue bakal balikin tubuh lu, gak usah sedih dan lu bisa pegang tangan kedua orang lu lagi.”


“ Kenapa gak lu ambil aja tubuh gue?” tanya Gerald.


“ Gue tahu gimana sedihnya lu, dan gue pernah ada di posisi lu yang sekarang. Yang gak bisa menyentuh bokap— nyokap. Jadi gue gak mau mengambil kebahagiaan orang lain hanya untuk kesenangan gue sendiri.”


“ Sebenarnya lu siapa? Kapan lu meninggal?”


“ Gue Farid meninggal tiga tahun yang lalu.” Gerald mengangkat sebelah alisnya dan merasa pernah mendengar nama Farid saat dulu. Dia pun iseng bertanya lagi. “ Farid ketua geng Blackstar? Yang mati karena kecelakaan?”


Farid mengangguk. Lea mengelus punggung kekasihnya itu, dia tahu betapa sedihnya meninggalkan atau ditinggalkan oleh orang yang disayangi.


“ Dan nih cewek siapa?” tanya Gerald kembali.


“ Lea, pacar gue.” Gerald terbengong mendengarnya. Dia tak percaya jika ada hantu yang menjalin hubungan dengan seorang manusia.


Obrolan mereka terhenti saat Andra kembali memanggil. Saat akan melangkahkan kakinya Gerald meminta Farid untuk menyampaikan salamnya kepada sang adik.


Kembali pada Nara dan Panji. Tiba tiba saja gadis itu di datangi oleh kedua orang tuanya yang telah meninggal. Nara merasa bahagia dan menitikkan air mata lalu memeluk kedua orang tuanya. “ Maaa, paa. Nara sekarang sudah menikah dengan Panji. Cowok yang selalu ada untuk Nara dan menjaga Nara. Kalian jangan khawatir lagi karena Panji yang akan melindungi aku.”


“ Aku minta doa restunya dari kalian agar pernikahan Nara baik baik aja sampai maut memisahkan. Mama dan papa semoga diberikan tempat yang baik disana. Dan mertua Nara juga sangat baik, mereka menyayangi aku seperti anaknya sendiri.”


“ Sayang mama dan papa pergi, kamu baik baik bersama suami kamu.”


Nara ingin menarik tangan kedua orang tuanya. Dia masih ingin bercerita lagi kepada mereka. Namun, Panji membangunkannya dan bertanya apa yang terjadi? Sebab Nara terlihat sedih dan ada air mata yang mengalir di pipi lembutnya itu.


“ Ahh hanya mimpi! Aku gpp tadi ada mama dan papa datang,” jelasnya yang kecewa karena pertemuan dia dan orang tuanya hanyalah mimpi.

__ADS_1


__ADS_2