HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 35


__ADS_3

“ Masalahnya kita tidak mempunyai bukti apapun tentang rumah itu. Dan pastinya polisi tidak akan percaya dengan omongan kita," jawab Nara dan Lea hanya mengangguk saja.


...HAPPY READING ALL...



“ Jadi kita akan pergi pulang atau gimana?”


“ Lebih baik cari penginapan aja,” sahut Nara.


Setelah berbicara seperti itu mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari sebuah penginapan. 1 Jam sudah mereka berkeliling dan bertanya-tanya, akhirnya menemukan satu rumah yang disewakan. Jaraknya pun tak jauh dari tempat Galang berada.


“ Pas guys, Van lu sama Panji di kamar bawah gue di atas dan Lea.”


“ Okay sip Nar."


Malam pun kembali datang. Mereka berempat ingin makan namun sayangnya dirumah itu tidak ada bahan makanan satu pun. Saat sedang berkumpul, pintu depan terdengar ada yang mengetuk. Saat dibuka, betapa kagetnya mereka karena yang datang adalah si wanita itu dengan asistennya.


“ Selamat malam, maaf sepertinya kalian membutuhkan makanan. Saya sengaja membawakannya untuk kalian semua,” ucap si wanita.


“ Bagaimana anda bisa tahu?” tanya Nara selidik.


“ Ahh tadi kebetulan saya akan menyebarkan brosur, dan tak sengaja melihat kalian masuk kedalam rumah ini. Saya berpikir mungkin kalian semua menginap.”


“ Terima saja makanan ini saya ikhlas," sambungnya.


Dengan terpaksa Nara menerima makanan tersebut lalu si wanita pun pergi. Mereka kembali masuk kedalam dan menaruh makanan itu dimeja.


“ Makan atau jangan?" tanya Panji sedangkan teman temannya saling tatap.


“ Gak dimakan sayang kita juga lagi laper, kalo dimakan juga aku takut. Mungkin saja wanita aneh itu memberikan sesuatu pada makanan ini," sahut Lea.


“ Ya gue setuju sama Lea, gimana kalo nih makanan ada obatnya atau racun? Gue gak mau mati ditempat terpencil ini.”


“ Shuutt ahk! Lu semua udah mikir kemana mana,” potong Nara yang sebenarnya dirinya pun menyimpan rasa curiga.


Beberapa menit berlalu, mereka masih saja menatap makanan itu. Tak ada seorang pun yang berani memakannya. Malam semakin larut, mereka semua ketiduran dan akhirnya tak sempat makan.


Ditempat Galang berada. Dirinya seperti biasa harus mengikuti apa yang orang orang lakukan disana. Beberapa bulan Galang dan keluarganya berada disana hal itu membuat dirinya merasa prustasi. Sudah beberapa kali merencanakan kabur tetap saja selalu gagal dan ketahuan.


“ Kak aku udah capek dan prustasi ada ditempat ini,” ucap Berry.

__ADS_1


“ Sabar Ber. Kakak yakin jika Lea, Nara dan yang lain pergi ke polisi sesuai perintah kakak kemarin.”


Galang tak tahu jika sebenarnya Lea dan teman teman masih berada di daerah itu. Dan si wanita itu kini mungkin sedang mengincar Lea, Nara, Panji juga Revan. Kedatangan mereka berempat adalah sebuah petaka yang akan mereka alami.


Pukul 05:00. Nara dan Lea bangun, keduanya baru saja selesai membersihkan diri dan bersiap untuk pergi mencari warung. Dua gadis itu tidak terlebih dulu membangunkan para cowok. “ Kak Nar jam segini emangnya ada warung buka ya?" tanya Lea yang bingung.


“ Ngga tahu juga sih, kita coba cari aja dulu. Kalo misalkan gak ketemu kita tanya sama warga sekitar.”


Lea menganggukkan kepalanya pelan.


Diperjalanan mencari warung. Dua gadis itu dikejutkan dengan kedatangan si pocong dan Andi. Dua hantu tersebut memberitahu mereka letak warung yang sudah buka.


“ Heh Cong! Kamu serius kan? Jangan sampai warung yang kamu tunjukkan ke kita itu warung ghaib," ucap Lea.


Nara tertawa mendengar ucapan Lea. “ Kita coba dulu saja kesana lea, mungkin dua hantu buluk ini benar.”


Mendengar kata buluk si pocong protes.


“ Nah nah kan. Heh cil! Nih dua manusia gak tahu terima kasih, udah di kasih tahu malah ngatain buluk.”


“ Aku gak tersinggung kok, karena aku ganteng,” sahut Andi.


Benar saja yang dikatakan si pocong. Jika ada satu warung yang telah buka, disana Lea dan Nara langsung membeli nasi uduk untuk mereka sarapan lengkap dengan gorengannya.


Datanglah si pocong, dia meminta pada Lea satu goreng pisang. “ Hadeuhhhh hantu juga doyan gorengan,” sahut Nara dengan pelan namun masih terdengar oleh Lea dan si pocong.


“ Hantu juga bisa makan ya?" tanya Lea pelan.


“ Bisa, makan ati saya tadi.”


Lea kembali tertawa, tak disangka Farid yang telah lama menghilang kini kembali dan sedang memperhatikan Lea dari jarak jauh. Hantu tampan itu tersenyum telah melihat Lea kembali bahagia.


Nara telah selesai dan membayar. Kini keduanya pulang kerumah. Sesampainya dirumah Nara melihat kedua cowok itu yang masih saja tertidur. Lea menatap Nara lalu keduanya tersenyum jahil.


Bbyyyuuurrrr


WOY!!! Revan berteriak karena air yang membasahi nya begitupun dengan Panji yang langsung mengusap wajah.


“ Aelah ganggu tidur aja lu," omel Revan.


“ Heh kebo!! Lu gak mau sarapan apa? Lagipula ini udah pagi woy. Cepet bangun,” jawab Nara.

__ADS_1


“ Emang ada makanan hah?” tanya Panji.


Lea menunjukkan plastik yang berisi nasi uduk.“ Nihh.”


“ Kapan lu berdua beli?” tanya nya lagi.


“ Tadi jam 5.”


“ Dah gak usah banyak bicara mending kalian berdua segera mandi terus makan nih nasi uduk. Gak usah protes makan aja yang ada," potong Nara.


“ Iya iya sayang,” ucap Panji.


Hoeekkkk!


“ Sirik ae lu Van, makanya nyari pacar biar gak jomblo,” sahut Panji.


“ Sendiri juga gak masalah bro! Gue happy karena gak ada yang ngatur ini itu.”


“ Ya ya ya serah lu dah, awas gue dulu yang mandi.”


Dua cowok tersebut telah selesai melakukan ritual mandinya. Mereka segera menyantap nasi uduk dengan gorengan. Setelah makan, mereka mulai berencana untuk kembali lagi ketempat kemarin secara diam diam. Sebelum pergi, Lea izin ke kamarnya dulu untuk mengambil handphone. Di luar jendela nampak Farid yang sedang melihat Lea.


“ Ughhh! Gak ada sinyal. Apa Reno baik ya?" gumam Lea.


Tak lama ketiga temannya memanggil. Dan selanjutnya mereka langsung pergi ketempat tersebut. Namun, saat diperjalanan ada saja halangan yang membuat mereka selalu berhenti terus menerus.


Dari keempat itu pun mulai lelah dengan semuanya. Padahal hari sudah mulai siang dan panas. Namun setiap kali akan lanjut beberapa kendala datang.


“ Kayaknya kita gak dibolehin deh kesana," ucap Panji.


“ Kata siapa?" tanya Nara.


“ Ya kata aku.”


“ Ngada-ngada kamu."


“ Panggil si bang pocong aja kak Nara," sambung Lea.


“WHAT!! No no gue gak mau berurusan sama yang namanya hantu atau makhluk lagi Lea.”


Tanpa mereka panggil ternyata si pocong dan Andi sudah datang. Melihat Nara dan Lea yang berbicara sendiri membuat kedua cowok itu mengerti jika teman teman hantunya sudah berada bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2