
Dekan itu tersenyum setelah melihat Galang pergi, lalu dia menelpon seseorang dan lapor. Melihat ponselnya, dekan itu kembali tersenyum karena uangnya yang sudah bertambah.
...HAPPY READING ALL...
Sampailah Galang di alamat yang sudah tertera. Dia melihat sekeliling tidak ada rumah satu pun, dirinya merasa heran karena sudah benar dengan alamatnya tetapi, mengapa tidak ada apa apa. Galang turun dari motornya dan berjalan mencari seseorang untuk bertanya.
Bughhh
Sebuah pukulan keras mengenai pundak Galang. Cowok tampan cool itu jatuh tersungkur, pingsan. Tigal lelaki berbadan besar segera membawa tubuh Galang dan memasukkan kedalam mobil mereka.
Sampailah mereka di sebuah rumah besar, Galang di rebahkan pada sebuah kasur. satu laki laki dan satu perempuan memandang wajah Galang sambil senyum jahat. Lelaki itu menyuruh anak buahnya untuk menyuntikkan sesuatu pada tubuh Galang.
Lelaki itu pun meminta perempuan yang bersama nya untuk membuka bajunya dan tidur disamping Galang. Sedangkan dirinya merekam semua itu untuk bukti jika nanti Galang mengelak.
Setelah merekamnya, perempuan itu kembali memakai bajunya. Dia hanya menjebak Galang saja dan akan menuduhnya jika tanpa sadar dia dan Galang sudah melakukan hal seperti itu. Dengan kejadian tersebut, sudah pasti Papa nya Galang akan menikahkan anaknya dengan dirinya.
“ Bagaimana hasilnya?”
“ Terlihat seperti asli," jawab lelaki itu.
“ Kita tinggalkan atau gimana dia?”
“ Sudahlah tinggalkan saja dia begitu, supaya pas dia bangun kaget.”
Setelah berbicara seperti itu mereka pergi. Tak lama Galang pun sadar dan merasakan pusing di kepalanya juga sakit pada pundaknya. Betapa kagetnya dia melihat bahwa dirinya tidak berpakaian, Galang mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi.
Teman temannya mencoba menelpon Galang tetapi tidak ada jawaban. Semua merasa cemas termasuk Berry adiknya. Karena kakaknya itu sudah cukup lama pergi tanpa memberi kabar pada dia atau teman temannya.
__ADS_1
Disisi lain, Lea mendapatkan sebuah poto. Dimana poto tersebut adalah gambar Galang dengan seorang perempuan. Dia menutup mulutnya kaget dan tidak percaya. Dengan cepat dirinya segera menelpon sahabatnya untuk memberitahu poto tersebut.
Kembali dikampus...., Berry mendapatkan notif pesan dari Lea. “ WHAT!! Kak Galang?”
“ Kenapa Ber?” tanya teman temannya serentak.
“ Kkaak Galang,” jawabnya sambil menutup mulut.
“ Ada apa sama Galang hah??”
Berry memperlihatkan ponselnya pada teman temannya. Mereka berteriak setelah melihat gambar tersebut.
“ Gilaa!! Ini serius si Galang? Kok gue gak percaya sih,” ucap Revan dan di angguki oleh yang lain.
Disaat mereka masih kaget dan tidak percaya dengan yang dilihatnya. Galang pun datang sambil memegang pundaknya yang masih terasa sakit. Galang heran melihat teman temannya yang menatap dia dengan tatapan tajam. Panji tanpa ba-bi-bu langsung bertanya kemana Galang pergi dan apa yang dilakukan oleh nya.
“ BOHONG!!" ucap mereka serentak.
“ Gue gak bohong kalo gak percaya tanya sama dekan sana, sekalian gue juga mau tanya kenapa dia ngasih alamat yang salah,” jawab Galang kesal karena teman dan adiknya yang tidak percaya.
Semua setuju untuk menghampiri dekan. Sesampainya disana sang dekan membantah apa yang dituduhkan Galang, dia berkata jika dirinya tidak pernah menyuruh Galang untuk pergi mengantarkan sebuah berkas. Mendengar jawaban seperti itu Galang pun emosi dan marah.
“ Pak!! Gak usah bohong saya ada buktinya ini," ucap Galang sambil memperlihatkan berkas yang ada pada tangannya.
“ Coba kamu lihat didalamnya, jika itu berkas dari saya pasti ada tandatangan milik saya.”
Galang membukanya dan melihat jika tidak ada tandatangan dekan tersebut. Dia menelan ludah tidak percaya, “ pasti gue di jebak.”
'Untung saya memberikan berkas palsu padanya,' batin si dekan.
__ADS_1
Panji dan Revan menarik Galang pergi keluar, setelah itu dia kembali bertanya masalah temannya itu tidur dengan Clara.
“ Lang, maksud lu apa nih? Gue gak nyangka lu senekat ini,” ucap temannya sambil memperlihatkan gambar menjijikan Clara dan Galang yang tidur bersama tanpa memakai busana pun.
Galang melototkan matanya dan terkejut bahwa dirinya tidak mengingat kejadian yang ada di poto itu. Dan dia pun berkata jika mungkin gambar tersebut palsu hanya editan saja. Galang juga meminta teman dan adiknya untuk tidak percaya sekalian dia bertanya darimana mereka mendapatkan poto tersebut.
“ LEA! Lea yang ngirim ini ke aku, kak. Kakak kok gitu sih mau aja tidur sama wanita jahat kek Clara,” ucap Berry yang sedikit kecewa pada kakaknya.
Galang mengambil ponsel Berry dan mencoba untuk menelpon Lea untuk meminta penjelasan. Setelah terhubung, Galang langsung menanyakan poto dirinya bersama Clara. Lea sedikit takut mendengar nada suara Galang, dia pun menjawab apa adanya dan memberikan nomor orang yang mengirim poto.
Cowok itu mengambil ponselnya dan memasukan nomor yang di kirim Lea. Dia menelpon namun nomor tersebut tidak aktif lagi. Kesal dengan apa yang terjadi padanya, dia pergi meninggalkan teman temannya dan mencari keberadaan Clara.
Satu jam sudah dia mencari, tetap saja tidak menemukan keberadaan perempuan yang pernah dekat dengannya itu.
Dirumah Farid terlihat dua makhluk beda alam itu sedang berduaan. Mereka saling terbuka, menceritakan masa lalunya dan tanpa sadar Farid mengingat setengah. Lea terkejut sekaligus senang begitupun dengan Farid.
Suasana sudah mulai terlihat romantis, Farid mendekat pada wajah Lea dan gadis itu memejamkan matanya. Saat itu juga para teman teman hantunya datang dan membuat Farid tidak jadi melakukannya.
Mereka berdua terlihat malu dan para hantu itu pura pura tidak tahu.“ Silahkan lanjut kita gak lihat kok,” ucap si kuntilanak sambil menahan senyum.
“ Ngapain kalian kesini hah??” tanya Farid.
“ Kangen kalian, bolehkan rumah kita pindah kesini supaya lebih dekat sama kamu dan Lea,” jawab si kuntilanak.
“ Gak, gak! Gue gak ngizinin lu pada tinggal disini. Entar yang ada rumah gue terlihat angker karena keberadaan lu semua.”
“ Jangan pelit nanti ketampanan kamu hilang loh,” kata kuntilanak.
“ Bagus dong berarti hantu paling tampan disini cuman aku aja,” sambung si pocong.
__ADS_1