HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 40


__ADS_3

β€’β€’MAAF KAK JIKA CERITANYA KURANG MENARIK. JANGAN KALIAN IKUTI CARA AUTHOR MENULIS KARENA MASIH BERANTAKAN. SEKIAN TERIMA KASIH. EH! JODOHπŸ˜Œβ€’β€’


...HAPPY READING ALL...


...



β€œ Bentar bentar,” potong Detektif....


β€œ Kenapa?” tanya Nara sambil mengerutkan dahi.


Pak detektif menjelaskan jika dirinya baru saja menemukan jepit rambut yang sama persis dengan milik wanita yang ada di daftar orang hilang. Lalu dia pun memperlihatkan jepitan tersebut kepada Nara dan Lea.


β€œ Kalian pergi saja duluan dan saya akan terus menelusuri asrama ini.”


β€œ Tapi pak...,”


β€œ Saya membawa senjata tenang saja.”


β€œ Baik.”


Galang lelah berkelahi dengan ayah Clara yang sangat sulit untuk dia kalahkan. Tenaganya pun sudah sangat lemah, banyak luka pada wajah tampan Galang dan sayatan pisau di tubuhnya. Kedua temannya pun membantu dengan sekuat tenaga mereka. Dan pada akhirnya sebuah peluru mengenai tepat pada jantungnya. Ayah Clara tersungkur dengan darah yang mengalir, sebelum memejamkan matanya dia sempat memberikan sebuah senyuman kepada Galang, Revan juga Panji. Ketiga cowok itu berterima kasih pada detektif.


Di ruang bawah, Farid masih berkeliling dan disana dirinya menemukan banyak arwah. Mereka memandang Farid dengan tatapan sendu dan menunjukkan tubuh mereka yang sudah tidak bernyawa lagi.


Pocong dan Andi pun datang. Hantu anak kecil itu terlihat takut dengan mayat yang sudah termutilasi. Lalu Farid menyuruh kedua hantu tersebut menuntun Galang dengan yang lain datang membereskan semuanya.

__ADS_1


Diruangan lain, para penghuni masih belum menyadari jika asramanya mengalami kekacauan. Mereka sedang serius berdoa di depan patung seperti biasa. Si wanita bernama Rani dengan bodyguard nya merasakan hal yang membuat dirinya tidak karuan. Dia mencoba menelpon ayah Clara akan tetapi tidak mendapatkan respon.


Salah satu para penghuni berjalan dan tak sengaja melihat salah satu ruangan yang mana tempat itu kamar Berry. Dia mendekat dan melihat jika orang yang mereka puja puja sudah berlumuran darah dan tergeletak dilantai.


Galang yang akan keluar tiba tiba saja tangannya seperti ada yang menarik. Tak lama dia datang ketempat Farid berada, disana Revan dan Panji muntah setelah melihat mayat mayat yang sudah busuk.


β€œGue gak kuat Lang,” ucap Panji sambil menutup mulutnya.


β€œGue juga,” sahut Revan.


Galang tidak menghiraukan perkataan kedua temannya. Dia juga teringat dengan ruangan yang dulu akan dia masuki. β€œRevan lu ikut gue sekarang.”


β€œTerus gue? ” tanya Panji yang sudah tak tahan berlama lama ditempat tersebut.


β€œLu dan Farid cari orang yang bernama Rangga, untuk pak detektif tolong beritahu kantor polisi sesegera mungkin mengevakuasi semua mayat disini,” ucapnya lalu pergi bersama Revan.


Melihat keruangan bosnya dan salah satu penghuni asrama menghampiri dengan raut wajah ketakutan, dia adalah orang yang menemukan mayat ayah Clara dikamar Berry.


Rani terkejut melihat bosnya yang sudah tewas, dia mengira jika itu adalah ulah dari Rangga yang tidak ingin membagi uangnya. Dia juga membunuh penghuni tadi agar dia tidak membuat keributan dan memberitahukan semuanya kepada yang lain. Setelah itu Rani pergi ketempat Rangga yang biasa mengeksekusi calon korbannya. Sesampainya disana dia terkejut melihat Panji juga detektif.


β€œ Kalian ngapain disini? ”


β€œ Semuanya udah terbongkar lu akan di tangkap atas kasus penculikan dan pembunuhan!”


Panji meminta detektif untuk menangkap Rani yang masih berdiam diri. Saat akan mendekat Rani menodongkan pistol dan tak segan segan langsung menembakkan nya kepada detektif. Namun, tembakan tersebut meleset dan mau tak mau dirinya harus pergi kabur melarikan diri.


Sirine polisi mulai mendekat, Tiga gadis dan satu lelaki menunggu didepan gerbang. Para polisi membawa mereka masuk kedalam mobil lalu Nara meminta agar polisi polisi itu menyelamatkan Panji dan yang lain.

__ADS_1


Galang bersama Revan sedang berusaha membuka pintu yang ternyata terkunci. Mereka berdua tak sengaja melihat sebuah kapak tergeletak, awalnya terdiam karena kapal tersebut mempunyai noda darah yang masih segar. Merasa tidak ada waktu lagi, Galang pun mau tak mau mengambilnya dan memukul pintu.


Setelah berhasil, banyak orang orang yang terkulai lemah. Selain itu ruangan tersebut sangat bau yang membuat Revan tak tahan lagi. Dua wanita tua mencoba berdiri untuk menghampiri Galang. Namun, langkah nya terhenti dan salah satu wanita itu pun jatuh kembali. Ternyata Rangga datang dan menembakan peluru nya.


Revan hanya bisa menelan ludah melihat rangga yang tersenyum seperti orang gila. Saat akan menarik pelatuknya Revan melemparkan sepatu dan tepat sasaran, pistol yang di pegang Rangga pun jatuh terpental. Galang mengambil kesempatan itu memukul wajah Rangga sampai bibir pinggirnya berdarah.


β€œLU IBLIS, BAJINGAN, MANUSIA SIALAN, ORANG GILA!! ” Galang terus menerus memukul Rangga sambil berkata kasar.


Revan juga membawa orang orang yang terkurung pergi keluar. Sayangnya, mereka berpapasan dengan Rani. Dengan cepat Revan menyerang Rani dan wanita itu terbentur dinding. Polisi juga sudah mulai masuk dan berjalan dengan hati hati.


Para penghuni yang melihat kedatangan polisi mulai panik. Mereka mencoba untuk melarikan diri akan tetapi jumlah polisi lebih banyak dan akhirnya semua yang ada disana di amankan.


Detektif juga yang mengejar Rani bertemu dengan polisi lain lalu melanjutkan pengejaran nya itu. Suara tembakan dari ruangan Galang terdengar oleh si detektif mereka pun segera menghampiri asal suara tersebut.


Di dekat tempat suara itu berasal. Terlihat Rani yang pingsan akibat benturan. Dia meminta dua orang polisi mengangkatnya dan sisanya masuk ketempat Galang. Dimana dua orang itu masih berkelahi, Rangga memegang pistolnya kembali dan Galang kapaknya. Dengan sisa tenaga yang dia punya dan bantuan dari detektif akhirnya Rangga berhasil dikalahkan.


β€œ Kamu gpp? ”


β€œ Ssa-ya gpp pak...,” jawab Galang lalu tak sadarkan diri.


Tempat mayat mayat itu sudah polisi amankan dan meminta Panji untuk pergi. Berry dan papanya melihat Galang yang dibawa polisi menggunakan tandu langsung turun dari mobil. Farid juga masih membantu para arwah untuk terakhir kalinya. Hantu hantu itu meminta bantuan kepada Farid untuk menyampaikan pesan mereka kepada keluarga.


Setelah mengiyakan permintaan mereka Farid langsung memberitahukan semua kepada Lea. Karena hanya Lea dan teman temannya lah yang bisa menyampaikan pesan tersebut kepada keluarga para arwah yang masih hidup.


Galang yang sudah sangat lemah dibawa ambulance kerumah sakit terdekat. Sesampainya disana, para polisi dan detektif mengucapkan terima kasih kepada Lea CS. Mereka berkata akan mengurus kasus tersebut dengan tuntas.


Papa Berry juga akhirnya dapat menghubungi sekretarisnya.

__ADS_1


__ADS_2