
Para hantu yang ada disana berdehem. “ Ehem ehem! Kun, Cong pergi lah kita daripada jadi setan," ucap si kuntilanak pertama.
“ Sadar diri woy! Lu semua emang setan,” tegas Farid.
“ Sadar diri juga ganteng, kamu setan kek kita," balas si kuntilanak kedua.
...HAPPY READING ALL...
Papa Galang dan keluarga Clara sedang membicarakan tentang anak anaknya. Dan papanya setuju untuk menikahkan Galang dengan perempuan yang tidak dia sukai. Berry melototkan matanya mendengar perkataan sang papa.
“ Baiklah kalo begitu kita pamit. Dan untuk acara pernikahannya kita bicarakan lagi besok,” ucap ayah Clara.
Setelah berkata demikian, mereka pergi meninggalkan rumah Galang dengan wajah bahagia. Rencana mereka hampir saja berjalan dengan lancar.
“ Pah! Papa kok setuju sih kak Galang nikah sama Clara,” tanya Berry dengan kecewa.
“ Sudah diam kamu papa capek,” jawab papanya pergi melangkahkan kaki.
Berry menatap kakaknya yang masih duduk di sofa. Galang tertunduk tidak tahu harus melakukan apa. Karena tidak tega dengan kakaknya, Berry pun menghubungi teman temannya untuk segera menjalankan misinya mencari kebenaran.
Malam hari telah tiba. Pukul 20:00, Lea meminta izin pada kedua orang tua Farid untuk pergi keluar. Setelah mendapatkan izin dia langsung menelpon Berry. Tak lama kemudian, Lea dan kekasihnya telah sampai ditempat Galang dan teman temannya sering berkumpul.
Terlihat juga disana sudah ada Nara dan yang lain sedang menunggu. Berry langsung memberitahu mereka jika Galang dan Clara akan segera menikah. Semua sontak terkejut dan tidak percaya, semuanya pun tambah bersemangat untuk kembali menjebak perempuan licik bersama ayahnya. Sebab, teman temannya tidak ingin kalo Galang harus menikahi wanita seperti Clara.
“ Jadi gimana nih kita?" tanya Revan.
“ Minta bantuan Farid aja gimana?" saran dari Lea.
“ Tapi kan kalo pun Farid tahu dan kita kasih informasinya ke papa Galang pasti dia tidak percaya karena gak ada bukti, jadi percuma saja."
“ Iya sih. Ya udah kita ikutin kemana pun si Clara pergi aja,” ucap Panji.
Mereka sepakat untuk terus mengikuti Clara kemana pun perempuan itu pergi. Karena Galang juga temannya, Farid pun ingin bantu dan mengajak teman para hantunya.
__ADS_1
......................
Matahari telah terbit, seperti yang telah mereka rencanakan. Semuanya tidak mengikuti pelajaran dan malah mengikuti Clara. Saat perempuan itu pulang, Lea dan teman temannya pun memantau dari luar rumah. Menyuruh Farid untuk masuk kedalam bersama para hantu lainnya. Namun, tak berselang lama. Para hantu itu kembali lagi dan memberitahukan jika didalam sana banyak sekali makhluk yang menjaga.
Mendengar itu, Nara dan Lea terdiam. Teman temannya yang tidak dapat melihat dan mendengar Farid hanya pasrah saja dan menunggu apa yang dikatakan dua perempuan itu.
“ guys gimana nih kata Farid banyak makhluk halus didalam sana, kita aja gak sih yang masuk diam diam. Terus para hantu hantu ini mancing makhluk peliharaan si Clara,” ucap Nara.
“ Hah? Para hantu. Maksud lu disini ada hantu lagi selain Farid?" tanya Revan.
Nara dan Lea menganggukkan kepalanya.
“ Iya gimana kakak aja. Aku gak mau kalo kak Galang harus nikah sama Clara,” kata Berry.
Farid dan hantu lain kembali masuk kedalam dan membuat kericuhan. Salah satu makhluk melaporkan pada tuannya jika ada makhluk lain yang masuk kedalam rumahnya. Ayah Clara pun langsung memerintahkan peliharaannya untuk mengusir Farid.
Rencana mereka berhasil untuk mengalihkan makhluk makhluk itu. Kini tinggal Lea dan yang lain menyelinap masuk kedalam. Baru saja akan membuka pintu, Revan tidak sengaja menjatuhkan pot bunga yang ada disampingnya.
“ Aishhh!" ucap para perempuan.
Hampir saja salah satu anak buahnya keluar untuk memeriksa. Panji langsung menirukan suara kucing yang persis sekali. Hal itu membuat mereka merasa lega dan anak buahnya kembali tidak memeriksa.
“ Nyeh. Kan dari dulu juga udah pintar, kamu nya aja yang gak peka."
“ Wahai ibu Nara dan bapak Panji mohon untuk jangan banyak bicara ngab," potong Revan sambil menggelengkan kepala.
“ Hmm...,"
Akhirnya mereka berhasil masuk kedalam rumah Clara. Dan sayang nya tetap saja masih ketahuan karena cctv. Ayah Clara yang melihat itu langsung memerintahkan anak buahnya menangkap Lea dan tekan teman.
“ Mau kemana kalian?" ucap seseorang dari belakang dan menghentikan langkah mereka.
“ MAMPUS!!” ucap Panji.
“ MATI ketahuan kita,” sambung Revan.
__ADS_1
“ Kabur atau gimana?" lanjut Lea.
“ Kita lari gue itung mundur okay," jawab Nara.
Baru saja menghitung sampai dua, mereka sudah terkepung dengan para lelaki yang berbadan sangar. “ Nyerah, pasrah dan ngga tahu lah. Kok bisa sih kita ketahuan?" ucap Berry.
Dari atas tangga terdengar suara lelaki tua. Ya, itu adalah ayah Clara. Dia menjawab ucapan dari Berry, “ kamu tidak sadar jika dirumah ini banyak terpasang cctv."
Anak anak itu langsung melihat ke atas, dan mereka baru sadar. Setelah itu ayah Clara menyuruh anak buahnya untuk mengikat dan mengurung mereka semua di gudang belakang.
Farid yang sudah berhasil kini kembali pada yang lain. Tetapi, dirinya tidak menemuka Lea bersama teman temannya disana. Dia pun mengajak para hantu untuk mencari Lea secara terpisah. Sedangkan didalam gudang, Lea mencoba untuk memberitahu kekasihnya dengan memejamkan matanya memanggil Farid.
Dan akhirnya Farid pun mendengar panggilan tersebut dan langsung pergi ketempat Lea berada. “ Farid."
“ Woy Rid bantu lepasin kita," ucap Panji yang tak melihat temannya itu.
Saat akan melepaskan ikatan semuanya, hal lain pun datang. Ternyata didalam sana terdapat satu makhluk besar yang sepertinya memiliki aura kuat. Baru saja Farid akan melangkah, makhluk itu dengan cepat menyerangnya. Lea dan Nara terkejut karena melihat Farid yang diserang secara tiba tiba.
“ Faariiddd....," teriak Lea.
“ Gila Clara. Bokapnya dukun atau apa? Banyak banget makhluk dirumahnya," ucap Nara sambil menggelengkan kepala.
“ Kenapa kenapa?" tanya yang lain penasaran.
“ Kak Nara gimana ini? Clara dan keluarga nya akan datang kerumah sekarang. Mereka akan membicarakan pernikahan kak Galang. Dan bisa jadi acara pernikahan itu akan dilaksanakan secara sederhana malam ini," ucap Berry pelan. “ Sekarang kita masih belum bisa mendapatkan bukti dan malah terikat begini," sambungnya.
“ Kamu tenang saja Ber. Gak lama lagi pasti bantuan datang,” jawab Nara. Benar saja, Kuntilanak dan ketiga hantu itu datang. Mereka semua mendapatkan panggilan dari Farid untuk membantu kekasihnya.
“ Nah kan datang," ucap Nara.
“ Hah? Siapa yang datang Nar."
“ Kuntilanak and the gank. Pasti mereka disuruh Farid untuk datang kesini,” jawabnya.
“ Busett kuntilanak ngab," ucap Revan sambil melirik kepada Panji yang bergidik ngeri.
__ADS_1
Ikatan mereka telah terlepas. Namun, mereka masih terkunci didalam. Saat sedang mencari cara untuk kabur keluar, tidak sengaja Berry melihat para wartawan kemarin dari jendela. Dia pun sadar jika yang datang ke rumahnya bukan lah wartawan asli. Melainkan, anak buah ayah Clara.
Karena mereka akan datang ke gudang. Berry menyuruh yang lain untuk kembali duduk dan berpura pura tangannya masih terikat.