HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 19


__ADS_3

“ Akan ku tunggu keahlian kalian dalam mengungkapkan kasus pembunuhan yang telah saya lakukan.”


...HAPPY READING ALL...



Lea dan Berry masuk kelas, tak menyangka keduanya ternyata guru pada saat SMA dulu kini telah menjadi dosen dikampusnya. Pak Tyo menyapa kedua gadis itu, dia bercerita tentang pengunduran dirinya dari sekolah. Hanya saja Bu Zainab sang istri yang masih bertahan disana. Kedua gadis itu pun menganggukkan kepalanya.


Ditempat lain..., Galang bersama teman temannya sedang bermain dilapangan. Nara melanjutkan ceritanya soal Farid kepada teman temannya. Revan yang masih tidak percaya meminta Nara untuk memanggil Farid kehadapan nya.


Nara memejamkan matanya dan mencoba memanggil temannya itu, dari tempat yang berbeda Farid mendengar panggilan tersebut. Dengan cepat dia pun langsung menghilang dan menuju ketempat Nara.


Tak lama Nara membuka matanya dan Farid sudah ada didepan dia.


“ Ngapain lu manggil gue?”


“ Ada yang mau ketemu sama lu,” jawab Nara sembari melirik kearah Revan. Sedangkan orang yang dilirik malah terdiam.


“ Gguuee??” tunjuk Revan pada dirinya sendiri.


“ Gue ada apa, eits lu cerita sama mereka kalo gue masih didunia manusia?”


Nara mengangguk.


Galang hanya menatap Nara dan terdiam, lalu dia pun angkat bicara dan ingin mengatakan sesuatu kepada sahabat lamanya, yaitu Farid.


“ Farid kalo lu ada disini coba buktiin ke kita,” ucap Galang.


Nara tertawa, ketiga cowok itu pun heran dengan teman perempuannya itu. Nara berkata jika Farid berada didepannya mengapa Galang berkata sambil membelakangi orang yang ingin di ajaknya bicara.

__ADS_1


“Salah lu pe'a si Farid ada didepan Nara,” ucap Panji.


“ Ya gue gak tahu lah dimana tuh anak berada orang dia gak kelihatan,” jawab Galang sedikit kesal.


Farid membuktikan jika dirinya memang ada didekat mereka, mungkin sudah waktunya untuk dia memperlihatkan wujudnya pada teman temannya itu. Seperti biasa dengan ulah jahilnya. Farid menarik rambut Revan yang suka dia lakukan dahulu kala.


Selanjutnya Farid mengikat tali sepatu Panji agar temannya itu jatuh, terakhir dirinya mengerjai Galang dengan melemparkan bola basket yang dipegang temanya.


Ketiga cowok itu langsung saling menatap, Galang sebenarnya percaya jika Farid memang masih ada didunia manusia.


“ Gue percaya please jangan usil lagi lu Rid,” ucap Revan memohon.


“ Iya lu kebiasaan usil ke kita-kita, bentar pasti lu ngerjain gue dengan....?” sambung Panji dan dirinya pun menyadari jika Farid pasti telah mengikat tali sepatunya agar dirinya jatuh. Saat dilihat benar saja spa yang dia pikirkan.


Sedang asik mengobrol datanglah perempuan yang terobsesi pada Galang, yang tak lain Clara. Dia membawa satu botol minuman untuk diberikan kepada cowok incarannya itu.


“ Lang,” ucapnya sambil menyodorkan tangannya yang memegang satu botol Aqua.


“ Gue udah beliin buat lu Lang,” lanjutnya.


“ Gue gak minta!!” jawabnya dengan dingin.


Farid dan teman temannya hanya menyaksikan drama gratis' didepannya. Lalu Nara memutuskan untuk mengajak semua temannya pergi meninggalkan Clara. Disisi lain, Lea dan Berry baru saja selesai. Mereka melihat kakak seniornya sedang berkumpul bersama termasuk Farid. Melihat kekasihnya yang bersama seniornya dia tersenyum. Sedangkan Revan dan Panji yang melihat Lea tersenyum kearah mereka salah paham. Disangkanya Lea tersenyum kepada Galang,.


“ Ehem ehem calon pacar senyum tuh,” goda temannya kepada Galang.


Galang melihat Lea dan adiknya, dia hanya bersikap biasa saja. Kedua gadis itu pun menghampiri mereka dan Lea meminta Farid untuk ikut dengannya.


Dua makhluk beda alam itu pergi dan teman temannya hanya menatap kepergian Lea yang seorang diri.

__ADS_1


Sampailah keduanya ditempat yang tidak banyak dilewati orang. Lea bercerita jika dirinya bertemu dengan guru SMA nya dulu yang selalu baik kepadanya. Farid hanya tersenyum mendengar kekasihnya itu bercerita, dan dia hanya mengangguk saja.


“ Lea,” ucap Farid tiba tiba memotong kekasihnya bercerita.


“ Iya apa?”


“ Cuman mau bilang tolong jangan sedih sedih lagi, apalagi sampai menitikkan air mata. Kalo ada apa apa ceritain kayak gini jangan disimpan sendiri. Udah itu aja pesan aku ke kamu,” jelasnya.


“ Okay siap pak boss, aku akan selalu bercerita ke kamu dan ibu. Karena Ibu, Reno dan kamu adalah orang orang yang aku sayang,” jawab Lea sambil hormat pada Farid.


“ Aku bukan orang Lea tapi makhluk halus.”


“ Hehehe,” menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Pukul 15:00, Berry meminta izin untuk mencari Lea kepada kakak dan yang lain. Dirinya berjalan seorang diri menelusuri kampus, disaat tengah perjalanan dirinya mengingat kejadian waktu malam dimana dia melakukan uji nyali. Seketika gadis berambut pendek itu membayangkan semua penampakan yang dia lihat.


Berry mulai ketakutan dan dia pun berlari, tanpa sengaja dirinya menabrak seseorang yang mirip dengan ayah sahabatnya, yaitu Lea.


“Om Bayu?" tanya Berry sambil mematung tidak percaya melihat ayah sahabatnya didepan mata dia. Namun, sosok lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Berry, dia malah melanjutkan langkahnya.


“ Gak salah lihat kan tadi? Ayah Lea! Bukannya dia udah meninggal.”


Lamunan dia pudar setelah seseorang menepuk pundaknya. “ Kak Nara?”


“ Galang udah nungguin kamu, disuruh cepet pulang.”


“ Tapi kak Nara, Lea gimana? Aku belum nemuin dia,” jawab Berry.


“ Kamu gak usah khawatir Lea pasti bisa pulang sendiri dengan aman.”

__ADS_1


Telpon berry berdering dan melihat jika sang kakak lah yang telah menelponnya. Dia pun meminta Nara untuk mencari Lea dan mengatakan jika dirinya pulang terlebih dahulu.


Nara tersenyum dia berkata begitu karena disuruh Farid, sebab Farid ingin menghabiskan waktunya berdua dengan Lea. Setelah itu Nara kembali pada kekasihnya.


__ADS_2