HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 29


__ADS_3

Pertama Panji dan Revan pergi keluar karena merasa terganggu, lalu disusul oleh Lea dan Nara. Galang yang melihat teman temannya keluar merasa heran, dan dia pun bertanya pada mereka semua.


...HAPPY READING ALL...



Teman temannya menjelaskan jika saja mereka tidak dapat tidur dengan tenang karena sebuah gangguan. Galang hanya bisa menghela napas, karena dirinya pun akhir akhir ini sering mendapatkan teror.


Semuanya memutuskan untuk tidur diruang tengah saja. Para perempuan tidur di atas sofa sedangkan yang cowok tidur dibawah. Karena merasa tidak enak hati. Sang tuan rumah pun ikut tidur bersama mereka.


Ayam berkokok menandakan hari sudah mulai pagi. Lea menguap dan terlihat masih mengantuk. Lalu dirinya membangunkan yang lain untuk pulang ke rumahnya masing masing.


“ Wahh udah pada bangun," ucap papa Galang menghampiri mereka.


“ Pagi Om,” sapa Lea dan teman teman.


“ Setelah mandi mari sarapan bareng."


“ Ah! Gak perlu om. Kita langsung pulang saja tidak enak juga," jawab Nara.


“ Baiklah. Om gak akan memaksa kalian semua.”


Semuanya menganggukkan kepala. Lalu berpamitan pulang pada keluarga Galang. Berry yang baru bangun menanyakan keberadaan sahabatnya. Papanya pun memberitahu anak gadis nya itu jika Lea dan yang lain sudah pergi pulang. “ Yeahhh, kok mereka udah pulang aja sih Pah.”

__ADS_1


“ Sudah sudah nanti kan di kampus ketemu lagi sama mereka," ucap papanya sambil tersenyum dan mengusap kepala putrinya.


...----------------...


Saat di kampus. Lelaki yang mirip dengan ayah Lea kembali membuat teror untuk anak anak itu. Dia mengirimkan sebuah kertas yang bertulisan mengancam dengan tinta yang di ganti oleh darah. Entah darah hewan atau apa, hal itu membuat yang lain merasa jika ancaman itu bukan main main.


Saat sedang makan siang dikantin. Para mahasiswa beramai-ramai pergi ke bawah. Nara penasaran apa yang sudah terjadi. Saat mengikuti yang lain, betapa kagetnya melihat seorang mahasiswi telah tergeletak berlumuran darah. Nara juga melihat mahasiswi yang didepannya itu terlihat sedang berdiri di antara kerumunan.


Dia menatap Nara dengan mata sayu. Mengetahui perempuan itu menatapnya, Nara langsung saja berpura-pura tidak melihatnya. Saat akan membalikkan badannya, perempuan itu sudah tepat berada didepan mata Nara. Sontak saja Nara berteriak dan membuat yang lain memperhatikannya.


Ttooolllloonnggg....., ucap perempuan itu dengan nada pelan.


Panji yang melihat kekasihnya terus menundukkan kepala langsung menghampirinya. Dia juga bertanya mengapa Nara bertingkah seperti itu. Sang kekasih menjawab jika disamping terdapat arwah seorang perempuan.


Tak lama mobil polisi datang dan langsung mengevakuasi tempat kejadian. Para mahasiswa mulai berbicara aneh aneh dengan adanya hal tersebut. Ada yang berkata jika itu kasus bunuh diri dan banyak yang bilang juga bahwa kemungkinan perempuan itu didorong oleh seseorang dari atas.


“ Ada apa sih?" tanya Galang.


“ Cewek jatuh dari atas,” jawab Panji.


“ Kok bisa?" tanya nya lagi dan Panji mengangkat kedua bahunya.


Seketika Lea teringat dengan buku yang dia baca dari rumah Farid. Gadis itu tidak percaya jika isi didalamnya bisa sama persis dengan kejadian hari ini. Dengan perasaan tak enak dia mencoba untuk bertanya kepada Farid tentang buku miliknya.

__ADS_1


Lea duduk lalu mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya. Teman temannya bingung, Lea bertanya pada pacar hantunya itu.


“ Farid. Kamu dapat buku ini darimana?"


“ Buku? Coba lihat,” jawab Farid sambil melihat buku yang dipegang Lea.


Hantu tampan itu menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu darimana dia mendapatkan buku tersebut. Karena dirinya yang masih belum ingat dengan semuanya.


“ Kenapa Lea?" tanya Nara.


“ Kejadian kemarin dan sekarang sama persis kayak yang ada didalam buku ini kak Nara. Apa hubungannya ya kejadian kejadian yang kita alami dengan buku tersebut?” jawab Lea.


“ Masa sih?” ucap Nara yang agak tidak percaya.


Nara mengambil buku yang Lea pegang. Dia membuka lembar demi lembar kertas itu. Namun, tiba tiba saja buku tersebut terbakar. Semua panik apalagi Nara yang memegang bukunya. Untung saja Panji langsung menyiramnya dengan air minum miliknya.


“ Kak Nara gpp?" tanya Lea sambil memeriksa tangan kakak seniornya.


“ Gpp. Tapi aneh kok bisa sih tiba tiba bukunya kebakar," ucap Nara.


Lagi lagi Lea kembali melihat sosok yang mirip ayahnya. Dia berdiri lalu melangkahkan kakinya mengikuti lelaki tersebut. Teman temannya heran dan mereka pun membuntuti Lea.


“ Ber panggil cepat Lea," titah Nara.

__ADS_1


Berry sudah berteriak dengan sangat keras. Akan tetapi, Lea tidak menengok sekali pun kebelakang. Farid juga memanggil manggil Lea dan hasilnya tetap sama. Gadis itu tidak mendengarnya.


__ADS_2