
“ Eh Gerald, Andra. Kalian sudah pulang ternyata. Ini loh tadi ada orang yang melempar plastik hitam ke komplek kita.”
“ Apa isinya? Udah dibuka belum mah?” tanya Andra yang penasaran.
...HAPPY READING ALL...
Mamanya tak menjawab dan menyuruh kedua anaknya itu untuk masuk dan makan. Padahal Andra sangat penasaran dengan isi plastik tersebut. Namun Gerald segera mengajaknya.
Sebelum masuk, Farid terlebih dahulu menatap mama kandungnya yang sedang berkumpul juga. Terlihat oleh Andra air mata yang sedikit menitik dari mata Kakaknya. Awalnya dia ingin bertanya mengapa kakaknya itu menangis, tapi di urungkan olehnya. Suara dering handphone berbunyi. Sepupu laki lakinya akan datang kerumah mereka, dia adalah Elang.
Gerald dan elang selalu tidak akur saat sedang bersama, berbeda dengan Andra. Saat tahu Elang akan kerumahnya Andra senang karena dia bisa meminta sepupunya itu untuk mengajarkan karate.
Malam pun tiba. Suara ketukan pintu terdengar dan langsung dibuka oleh Andra. Melihat siapa yang datang cowok itu memeluknya sambil menepuk-nepuk punggung tamu tersebut. Ditempat lain, Panji bersama keluarganya sedang menuju rumah Nara. Mereka berniat akan melamar Nara untuk anaknya yang tak lain Panji. Sesampainya disana, gadis itu langsung mempersilahkan keluarga kekasihnya masuk kedalam.
Lea yang sedang membaca buku tak sengaja melihat dua teman hantunya sedang berdiri diluar mematung. Dirinya memperhatikan hantu hantu itu dengan seksama tak lama kedua temannya hilang lenyap.
“ Farid,” panggil si pocong.
“ Hm apaan hah?”
“ Coba buka jendela lihat keluar,” titahnya. Farid melirik kearah Andi dan hantu anak kecil itu menganggukkan kepalanya. Farid berjalan menuju jendelanya lalu dibuka terlihat lah satu orang wanita yang sedang menyimpan sesuatu didekat rumah Lea.
Sedangkan orang yang di luar merasa bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh orang lain, maka dia pun dengan cepat pergi meninggalkan kompleks tersebut. Farid pergi keluar ingin memeriksa apa yang dilakukan orang tadi. Tapi langkahnya terhenti karena Elang. “ Mau kemana lu?”
“ Gue mau pergi sebentar.”
“ Ikut,” pintanya.
“ Gak!”
__ADS_1
“ Aelah Rald. Kita udah lama gak ketemu dan lu masih aja gak suka sama gue,” ujarnya.
Farid mengernyitkan dahi. Dia baru tahu jika ternyata Gerald tidak menyukai cowok didepannya itu. “ Ya udah ayok.”
Elang merangkul pundak Gerald. “ Lah gue kira kita bakal keluar pergi gitu, ternyata cuman kesini? Ada apa sih emang?”
Farid tak menjawab ucapan Elang. Dia pokus mencari sesuatu yang mencurigakan. Lea yang melihat gerak gerik Gerald dan Elang aneh langsung menghampirinya. Kedatangan Lea kesana membuat Elang terpana dengan kecantikan yang gadis itu miliki. Farid melirik pada cowok itu lalu menepis tangannya saat Elang ingin berkenalan.
“ Rald lu kenapa sih? Gue kan mau kenalan sama nih cewek.” Farid tetap saja tidak menjawabnya dan Elang mengulurkan tangannya kembali kepada Lea.
“ Gue Elang. Sepupu dari Gerald dan Andra,” ujarnya.
Lea hanya bersikap biasa dan menjawabnya. “ Salam kenal.” Pandangannya langsung mengarah ke Farid, “ Kamu cari apa?”
“ Gue di kasih tahu si Pocong ada orang mencurigakan diluar dan nyimpan sesuatu disini.”
Lea dan Elang terdiam mendengar kata Pocong. “ Anjir apa lu bilang tadi? Pocong? Hahaha lagi ngelucu pasti kan, masa iya lu berteman sama Pocong,” ujar Elang sambil tertawa.
Melihat kakak dan sepupunya diluar Andra pun menghampiri mereka. “ Woy ngumpul gak ngajak ngajak parah lu semua,” omelnya.
“ Hahah iya nih kita lagi kumpulan arisan Ndra. Seminggu seratus ribu lu udah di daftarin sama Abang lu ini,” jawab Elang disertai gelak tawa.
“ Murah banget seminggu seratus ribu. Sejuta dong biar pro,” ucap Andra yang tertawa juga.
Lea menggelengkan kepalanya lalu pergi disusul oleh Farid. “ Stres lu berdua.”
......................
Keesokan harinya. Nara terlihat bahagia, dia memberitahu teman teman yang lain jika minggu depan dirinya dengan Panji akan menikah. Galang dan Revan terkejut karena sahabatnya itu begitu cepat akan membangun sebuah rumah tangga dengan gadis di cintainya.
“Nanti kalian semua datang ya, gak mau tahu pokoknya!!” ucapannya itu di angguki oleh teman temannya. Lea mendekat pada Nara dan mengajaknya berbicara berdua. Setelah menemukan tempat yang pas gadis itu mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
“ Kak, Farid dimana ya? Sudah beberapa hari dia gak pernah muncul. Aku takut dia kenapa kenapa,” ucapnya dengan wajah sedih.
“ Iya juga akhir akhir ini aku gak pernah melihat keberadaan Farid. Kemarin lihat cuman dua hantu itu aja gak ada tuh Farid bareng mereka,” jawabnya.
“ Aku juga cuman lihat teman hantunya aja.”
“ Ya udah kamu jangan mikir yang aneh aneh dulu. Lagipula Farid kan udah beda alam sama kita, kakak yakin dia gak papa kok.”
“ Tapi aku khawatir kak Nara.”
“ Tenang Lea, dia hantu bisa menjaga dirinya sendiri. Gak bakal ada penjahat yang akan ngebunuh nya kan udah mati.”
Perbincangan itu terdengar oleh telinga Farid yang sedang bersama dengan Andra dan Elang. Cowok itu menyuruh adik serta sepupunya pergi duluan sedangkan dia akan berbicara dengan Lea empat mata. Saat dua gadis itu akan melangkahkan kakinya Farid datang dengan wajah serius.
“ Lu? Ngapain kesini?” tanya Nara menatapnya.
“ Gue mau ngomong sama kalian. Lea, Lu, Galang, Revan dan Panji. Serius!” ujarnya yang membuat dua gadis itu heran.
'Apa sekarang waktunya untuk gue bicara sama teman teman yang lain. Kalo gue adalah Farid yang masuk kedalam tubuh Gerald kakaknya Andra.'
Tak ingin lama lama Nara langsung menghubungi pacarnya. Kemudian datanglah Galang CS memandang serius pada Gerald. Setelah semuanya berkumpul Farid menghela napasnya terlebih dahulu sebelum menceritakan yang sebenarnya.
“ Begini guys. Sebenarnya gue adalah Farid teman kalian semua. Ya gue tahu kalian bakal gak percaya sama apa yang gue ucapkan ini. Tapi tolong percaya kalo gue adalah teman kalian yang udah meninggal tiga tahun lalu. Jika kalian ingin mengetes gue silahkan biar lu semua percaya.”
Tak ada yang mengeluarkan suaranya. Mereka terdiam semua memandang Gerald. Lalu mereka semua tertawa bersama kecuali Lea. Gadis itu malah memberikan cowok dihadapannya pertanyaan dan di jawab oleh Farid yang langsung membuat temannya kembali diam.
“ Lu serius Farid? Gue gak masih gak percaya bro. Coba jawab gue kalo misalkan lu bener batu deh percaya gue sama lu,” ucap Panji.
“ Silahkan, gue bakal jawab semuanya.”
Panji mulai memberikan pertanyaan pada Gerald. Baru saja selesai berbicara dia sontak kaget karena Farid menjawabnya dengan cepat dan benar. Lea kembali angkat bicara, “ jadi yang kamu maksud kata si pocong itu...?” Farid menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“ Bentar guys gue coba panggil tuh dua setan sialan, kenapa mereka gak ngasih tahu kita sebelumnya.” Nara kesal dengan teman hantunya itu.