
Tanpa mereka panggil ternyata si pocong dan Andi sudah datang. Melihat Nara dan Lea yang berbicara sendiri membuat kedua cowok itu mengerti jika teman teman hantunya sudah berada bersama mereka.
...HAPPY READING ALL...
Setelah berbicara dengan teman hantunya, Nara dan Lea kembali berpikir dengan matang matang. Mereka akan terlebih dahulu menyiapkan rencana yang benar benar akan membuat Galang keluar.
Kedua teman cowoknya pun setuju dengan apa yang dibilang Nara. Mereka berempat kembali ke penginapan, dan sesampainya disana. Ternyata sudah ada si wanita kemarin, entah apa tujuan dia yang selalu datang.
Dengan sopan Lea dan Nara bertanya pada si wanita tersebut. Namun, dia menjawab jika dirinya hanya memastikan Lea dengan yang lain aman dan tidak di perlakukan buruk oleh para tetangga.
“ Kalo begitu saya pamit dahulu, ada urusan yang harus saya lakukan di asrama.”
“ Iya Bu,” jawab Lea.
Setelah kepergian si wanita, keempat remaja itu kembali menyusun rencana. Dan mereka pun akan meminta bantuan dari teman hantunya yang kini telah kembali walau tidak selengkap dulu.
“ Heh risih gak sih sama kedatangan ibu tadi setiap saat,” lontar Revan.
“ Kayak di awasi aja kita tuh,” sahut Panji.
“ Udah lah biarin yang penting kita waspada aja karena ini di kota orang," sambung Nara dengan senyuman.
Ditempat gelap, Galang sedang berjalan mengikuti suara yang selalu mengganggu dirinya. Saat akan melanjutkan langkahnya, Galang dikejutkan dengan datangnya Farid.
“ Ff-farid?”
Shuuttt!
Farid memerintah untuk Galang tidak bersuara. Sebab, salah satu dari suruhan si wanita akan datang memeriksa. Dengan penuh tanda tanya Galang hanya terdiam karena Farid yang datang tiba tiba setelah lama temannya itu hilang
Benar saja seseorang datang membuka pintu yang akan Galang tuju. Dia masuk lalu keluar sambil membawa satu wanita yang dirantai dan sedikit berlumuran darah. Galang menelan ludah melihat itu semua.
“ Sebaiknya lu pergi,” titah Farid dengan wajah serius.
“ Tapi Rid suara suara itu nge-ganggu pikiran gue,” jawabnya.
__ADS_1
“ Ini terlalu bahaya buat lu yang sendirian. Lebih baik lu tunggu Revan dan yang lainnya.”
“ Gue udah suruh Nara buat kembali dan memberitahu polisi, semoga mereka secepatnya datang," ucap Galang sambil memandang wajah Farid.
“ Lu salah Nara dan yang lain gak kembali dan memanggil polisi. Mereka memutuskan untuk nyelamatin lu dengan caranya."
Mendengar ucapan yang di lontarkan Farid, Galang terkejut. Dia tidak percaya jika teman temannya senekat itu akan menolongnya tanpa bantuan dari para polisi.
Saat Farid akan pergi meninggalkan Galang, dia dihentikan oleh sahabatnya itu untuk meminta kejelasan kemana Farid pergi selama ini. Namun, si hantu tampan itu tak menghiraukan pertanyaan dari Galang.
Dimana semua orang sedang berkumpul dan menunggu kedatang orang yang sangat spesial disana. Orang yang selama ini tak pernah terlihat dan tidak ada yang mengetahui bagaimana wajah orang tersebut.
Berry yang sudah ada bersama papanya sedang bimbang karena Galang yang belum kembali juga. Saat papanya akan mencari sang anak pun datang.
“ Kakak kemana aja sih?” tanya Berry cemas.
“ Gak kemana mana, katanya ada orang yang spesial datang? Mana!”
“ Bentar lagi kak. Sebenarnya aku males berada disini lagipula kita bukan penghuni asrama ini. Aku capek, ingin pulang kerumah dan kumpul bareng teman teman.”
“ Sabar ya secepatnya kita akan keluar dari tempat ini," jawab Galang sambil mengelus rambut adiknya.
“ Gimana Van?”
“ Aman, gak ada apapun Nar.”
Revan dan Panji pun kembali masuk kedalam. Baru saja menutup pintu, tiba tiba ada yang mengetuk dari luar dan itu mengharuskan kedua cowok tersebut memeriksa siapa yang datang. Setelah dibuka, ternyata seorang bapak bapak yang mengaku sebagai seorang detektif.
Karena merasa penasaran, Lea dan Nara ikut memeriksa siapa yang dua cowok itu temui di luar.
“ Ada apa ya pak?" tanya Nara
“ Kalian penghuni baru di kota ini?” orang yang mengaku sebagai detektif itu malah bertanya balik dan mereka berempat menjawabnya dengan sebuah anggukan.
“ Bapak belum menjawab pertanyaan dari saya, ada apa ya kesini?” ucap Nara kembali.
“ Baiklah pertama perkenalkan saya terlebih dahulu. Saya adalah seorang detektif yang menangani sebuah kasus orang hilang di daerah ini. Saya sudah bertanya tanya pada warga, sayang nya mereka semua berkata jika didaerahnya tidak ada hal aneh pun.”
__ADS_1
“ Namun, ucapan mereka semua seperti sebuah kebohongan. Dan saya juga mencurigai sebuah rumah yang biasa di sebut asrama oleh warga sekitar itu.”
Nara dan yang lain terdiam mendengar penjelasan dari detektif tersebut. Sebenarnya mereka berempat juga ingin menceritakan hal yang sama. Namun, kembali berpikir jika mungkin saja sosok laki laki yang ada didepannya bukan detektif sungguhan melainkan suruhan dari si wanita untuk mengawasinya.
“ Kami tidak tahu apa apa pak, sebaiknya bapak pergi dan kami disini hanya untuk berlibur saja," ucap Nara dengan sopan.
“ Kalian yakin sedang berlibur?" tanyanya yang langsung membuat Nara dengan teman temannya bertanya balik.
“ Maksud bapak?"
“ Maaf sebelumnya. Saya sudah mengikuti kalian sejak pertama kali masuk ke daerah ini. Dan saya juga melihat jika kalian berempat masuk kerumah itu mengantarkan seorang nenek nenek.”
Merasa lelaki didepannya benar detektif. Mereka menyuruh nya untuk masuk dan membicarakan semua didalam rumah agar tidak ada orang yang melihat.
Ditempat lain, Farid bercerita jika dirinya sudah menampakkan wujudnya kepada Galang. Si pocong dan Andi ingin pergi untuk memberitahu Lea. Namun Farid menghentikannya dan kedua hantu itu pun menurut.
“ Baik pak bisa dijelaskan kembali semua kronologis nya?” ucap Nara dengan tatapan serius.
“ Jadi begini, sebulan lalu sering terjadi orang orang yang baru datang ke daerah ini menghilang tanpa jejak. Dan kalo gak salah, di dekat penginapan kalian ini ada sebuah rumah yang baru saja dibeli oleh seorang pengusaha kaya. Sayangnya setelah itu kabar mereka sudah tak terlihat lagi. Ada seorang anak muda lelaki meminta bantuan untuk memeriksa sinyal."
“ Apa bapak tahu nama dari anak muda itu?" potong Lea.
“ Seingat saya namanya Galang.”
Mereka berempat terkejut setelah mendengar nama sahabatnya disebut. “ Ya ya itu teman kami pak, lalu bagaimana selanjutnya?"
“ Saya sih tidak tahu selanjutnya apa. Itu saja saya mengetahuinya dari polisi yang sempat berpatroli disekitan sini.”
Berdiam sejenak lalu si detektif izin pamit dan akan melanjutkan penyelidikan nya lebih lanjut. Matahari sudah tenggelam kembali hari pun mulai gelap. Tiba tiba Nara berteriak yang membuat ketiga temannya terkejut.
“ Kenapa Nar?”
“ Gue lupa."
“ Lupa apa sih sayang?"
“ Is kita lupa untuk membeli bahan makanan, terus malam ini kita gak makan lagi deh."
__ADS_1
AISHHH!! Kedua cowok itu ikut merasa kesal.