HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 8


__ADS_3

“ Ngapain tanya kak Galang, bukannya kamu udah gak peduli lagi ya sama kakak ku. Selama kak Galang terpuruk kamu kemana aja pergi ngilang dan sekarang kamu kembali lalu menanyakan kakak ku,” sindir Berry.


......................


Berry pergi begitu saja meninggalkan perempuan yang bernama Clara itu. Dia tidak mau sampai kak Galang ketemu dengan gadis itu. Tak lama kemudian Lea dan Berry sampai di kampus, mereka langsung masuk untuk mendaftar.


Tidak sengaja Lea bertemu dengan Galang dan teman temannya. Farid memasang wajah masam, Lea yang mengetahui itu menyembunyikan senyumnya. Hubungan Lea dan Farid sudah sangat dekat, dan bahkan Lea selalu merasakan perasaan yang berbeda jika Farid menatap matanya dengan lama.


“ Berry aku mau ke toilet dulu ya kamu duluan aja ke parkiran,” izin Lea. Padahal dirinya ingin berbicara dengan Farid berdua tanpa ada seseorang yang mengganggu.


“ Ok jangan lama lama Lea,” jawab Berry terus pergi menuju tempat parkir.


Ditempat lain, Lea menggoda Farid yang masih saja memakai wajah masam.“ Heh! Kalo cemburu bilang aja kali gak usah begitu," ucap Berry dengan tersenyum.


“ Gak usah kepedean siapa juga yang cemburu.”


“Oh jadi aku selama ini kepedean ya, sakit ya cinta bertepuk sebelah tangan. Kalo gitu aku mau ke kakaknya Berry aja,” kata Lea dengan melirik Farid yang ada disampingnya itu.


Tiba tiba ketiga hantu datang memberitahu Lea jika lelaki disampingnya itu sebenarnya sangat mencintai Lea. Namun, dia malu saja untuk mengungkapkan isi hatinya.


“ Iya gak hantu tampan?" tanya mbak Kun.


“ Sok tahu lu.”


“ Gak ngakuin ya udah lah Lea mending kamu sama cowok tampan yang bernama Galang saja,” ucap kuntilanak satunya. Para hantu itu memanas manasi Farid.


“ Lu bertiga jangan ikut campur deh mending sana pergi, jangan kek setan suka manas-manasi orang.”


Lea menahan tawanya. “ Is is kamu ya, lupa atau gimana mereka semua kan emang setan sama kayak kamu."


Para hantu tertawa lalu pergi menghilang, Farid salah tingkah karena mengucapkan perkataan seperti itu. Karena sudah cukup lama, Lea pun kembali pada Berry. Disana dia kembali melihat keberadaan Clara yang sedang mengobrol dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Dengan langkah pelan Lea menghampiri mereka, namun tiba tiba langkah Lea terhenti karena dirinya merasakan ada yang meniup lehernya. Refleks Lea bergidik ngeri dan mengusap tengkuk lehernya.


“ Berry ayo,” ajak Lea.


“ Ayok Lea, gak mood juga ada dia disini.”


Berry bersikap dingin dan berkata ketus kepada Clara. Dia sudah tidak mau mengenal perempuan yang selalu kakak nya tunggu itu.


Ditempat Galang, dia sedang berkumpul di kantin bersama teman temannya yang lain. Datanglah Clara menghampiri mereka semua. Galang kaget ditambah tidak percaya jika Clara kembali lagi setelah sekian lama pergi.


Teman teman yang ada disana izin pamit kepada Galang. Mereka tahu jika Galang butuh waktu berdua dengan Clara.


“ Clara?” ucap Galang


“ Hay Galang, gimana kabar lu."


“ Gue baik dan lu gimana?” ucap Galang dengan wajah dingin.


“ Iya," ucapnya singkat.


Teman teman yang ternyata tidak pergi mereka sedang memperhatikan temannya itu. Mereka saling menduga duga jika Galang dan Clara bakal kembali balikan, ada juga yang menduga jika Galang sudah tidak memiliki rasa lagi kepada perempuan itu. Di perbincangkan itu mereka tidak tahu jika Farid menguping perkataan mereka semua.


Dengan kejahilannya lagi, Farid mengerjai teman temannya itu dengan meniup tengkuk lehernya. Panji, Revan dan yang lain langsung bergidik.


Tidak hanya itu Farid juga menampakkan dirinya dengan wajah seramnya bukan wajah tampannya. Hal itu membuat teman temannya lari ketakutan terbirit-birit.


......................


Pukul 14:00, Lea mengajak Berry untuk pergi ke tempat masa kecilnya. Disana Lea telah membuat sebuah rumah pohon bersama sang ayah waktu dulu. Berry pun mengiyakan ajak dari Lea. Sesampainya disana udara sejuk terhirup segar di hidung mereka. Lea merasakan ayah nya berada ditempat tersebut, dan Berry menikmati suasana yang sangat bagus itu.


Mereka merebahkan tubuhnya dirumah pohon, Lea mengajak Berry untuk menuliskan namanya di pohon. Dengan perasaan senang akhirnya kedua gadis itu telah membuat namanya.

__ADS_1


“ Berry,” ucap Lea sambil menatap awan.


“ Iya apa?”


“ Aku merasa jika ayahku ada disini tidak tahu kenapa perasaanku selalu tenang saat berada dirumah pohon ini," jelas Lea


“ Kita sama sama tahu gimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita sayang, aku waktu mama meninggal juga sama kayak kamu Lea.”


“ Aku ditinggalkan ayah dan kamu ditinggalkan mama kamu,” ucap Lea.


Mereka tertidur dan bangun disaat matahari mulai tenggelam. Farid kebingungan karena Lea belum juga pulang kerumahnya, Reno sang adik bertanya pada si hantu tampan itu tentang keberadaan sang kakak.


“ Mainnya udah ya aku mau nyari kakak kamu," ucap Farid.


Reno menganggukkan kepalanya, lalu Farid pergi menghilang begitu saja. Saat Reno membuka pintu kamarnya akan keluar, dia terkejut melihat sang ibu yang sudah beras didepan pintu.


“ Kamu bicara sama siapa Reno?" tanya ibu.


Reno malah cengengesan sambil menggaruk kepalanya. “ Aku gak bicara sama siapa siapa Bu."


“ Kamu yakin? Telinga ibu masih bagus kok,” ucap sang ibu dengan menyipitkan matanya.


RENO



PAPA GALANG



MAAF YA KAK KEMARIN GAK UP KARENA AUTHOR SIBUK SAMA ACARA PRAMUKA, MAKASIH BUAT YANG UDAH NUNGGU DAN SETIA DENGAN CERITANYA ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2