
HAPPY READING ALL
Ketiganya telah sampai dirumah sakit. Lea mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Farid. Karena hari sudah mulai siang, Lea kembali menitipkan Reno kepada orang tua Farid. Sebenarnya Lea tidak enak hati kepada mereka. Namun, dia tak tega jika harus meninggalkan Reno seorang diri.
Untungnya orang tua Farid mau membantu Lea dan keluarganya, anaknya yang melihat itu merasa senang. Datanglah Berry menjemput Lea untuk pergi kuliah, setelah berpamitan kedua gadis itu langsung berangkat ditemani oleh Farid.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di gerbang kampus. Belum saja mereka turun dari mobil, sudah nampak Galang dan teman temannya. Seperti biasa kehadiran mereka membuat para mahasiswi di buat terpesona dengan ketampanan Galang. Belum juga melangkahkan kaki nya, Galang sudah banyak dikerumuni para cewek cewek, mereka berebutan untuk memberi Galang sesuatu.
Didalam mobil Lea berkata jika Berry benar benar beruntung mempunyai kakak seperti Galang, cowok tertampan dikampus. Farid yang mendengar itu langsung berdehem, dan Lea meliriknya.
'Terus aja puji Galang,'
Lea hanya bisa menahan senyumnya karena masih ada Berry yang bersamanya. Nara berjalan menuju mobil Berry, dia mengetuk pintu mobil dan menyuruh kedua gadis cantik itu untuk turun.
“ Kak Nara," ucap Lea.
“ Halo Lea, Berry.”
“ Kalian masuk jam berapa nih?” tanya Nara.
“ Ini baru jam 11, kita sih masuk jam 12-an. Emangnya kenapa kak?” jawab Lea.
“ Aku, Panji dan yang lain mau makan bersama di cafe dan aku mau ngajak kalian berdua," jelasnya.
“ Ya udah ayok gass," jawab Berry yang bersemangat padahal dirinya sudah makan dirumah.
Nara memanggil kekasihnya, Panji pun menghampiri tiga gadis itu. Setelah itu Panji kembali ketempat Galang dan Revan, mereka bertiga kembali menyala kan motornya dan Berry kembali masuk kedalam mobil.
Tak butuh waktu lama, mereka berenam telah sampai disebuah cafe yang bernama cafe pelangi. Revan langsung memesan makanan karena dirinya yang sudah terlanjur lapar.
Mereka memesan beberapa menu makanan dan setelah datang keenamnya langsung melahapnya.
“ Kenyang gue, btw si Galang ganteng kan yang mau bayar nih makanan semua?” ucap Revan yang tak tahu malu berkata seperti itu.
__ADS_1
Panji memukul kepala Revan dengan pelan. “ Haduhhhh udah makan paling banyak minta di bayarin juga, dasar muka doang ganteng tapi dompet tipis.”
“ Halah lu Pan, sebenarnya lu juga seneng kan makanan semuanya di bayarin Galang, terus dompet lu aman.”
“ Hehehe, iyaa sih Van,” jawabnya sambil menggaruk-garuk kepala.
Ketiga gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah para cowok tersebut. Farid yang selalu mengawasi Lea berubah wajahnya menjadi cemburu. Dia pergi menghilang meninggalkan teman temannya semasa hidupnya itu. Nara yang mengerti itu langsung menyuruh Lea mengejar Farid, Lea pun beralasan akan pergi ke toilet.
Ditaman dekat cafe, Lea melihat Farid yang sedang berdiri membelakangi dirinya. Rasanya ingin sekali Lea memeluk hantu tampan itu.
“ Farid.”
“ Hmm,” jawabnya dingin.
“ Katanya kamu pintar ya waktu sekolah dulu.”
“ Ngga.”
“ Kamu tebak dan jawab, 9x-7i>3 (3x-7u) ini apa ya??”
Farid mencoba menghitung dan tak lama dia menjelaskan jawabannya kepada Lea. 9x-7i>3 (3x-7u)
9x-9x-7i-21u>0
0-7i-21u>0
0-7i>0+21u
7i>21u
i>21/7u
i>3u
Iluvu (I LOVE YOU)
Seketika Farid tersenyum, Lea yang melihat cowok tampan itu pun ikut tersenyum dan menjawab ucapan Farid. “ I LOVE YOU TOO."
“ Dasar!! Darimana kamu belajar gombal hah??”
__ADS_1
“ Aku belajar dari bang pocong Udin," jawab Lea.
“ Bagus...bagus, ntar minta ajarin lagi ya sama dia.”
Lea hormat dan berkata,“ Siap!!”
“ Lea.”
Farid sangat gugup untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Lea. Lalu dengan cepat dia menembak Lea yang masih berdiri didepan matanya.
“ Ada apa wahai hantu tampan.”
“ Kalo boleh jujur, sebenarnya aku cinta dan sayang sama kamu Lea. Iya aku tahu kita udah melanggar hukum Tuhan bahwasanya manusia dan arwah tak dapat bersatu, tetapi aku gak bisa bohong soal perasaan ini. Apakah kamu mau nerima aku sebagai kekasih mu?”
Lea terdiam dan merasa senang karena ini lah moment yang dia tunggu tunggu selama ini.
“ Iya aku mau, aku juga sayang sama kamu Farid,” jawab Lea sambil menundukkan kepalanya dan Farid yang mendengar itu merasa senang karena ternyata cinta nya kepada Lea bukan cinta bertepuk sebelah tangan.
Rasanya seperti mimpi, kini kedua makhluk beda alam itu telah resmi menjadi sepasang kekasih. Ditempat Berry, dia merasa cemas karena Lea telah cukup lama pergi. Saat dirinya akan menjemput Lea, Nara pun menghentikannya dan tak lama Lea datang dengan wajah gembira.
“ Maaf menunggu lama,” ucap Lea kepada kakak seniornya itu.
Nara berbisik kepada Lea dan menggoda juniornya itu, dia tahu jika Farid baru saja menyatakan cintanya kepada Lea. Pipi Lea merah merona, hal itu membuat Berry dan yang lain merasa heran mengapa dengan pipinya itu.
“ Ya udah ayok balik lagi ke kampus, ini juga udah pukul setengah dua belas.”
Mereka berenam pergi untuk kembali ke kampusnya. Sampainya disana Clara langsung mendekati Galang dengan tingkah genitnya. Mahasiswi lain yang melihat itu merasa jijik dengan tingkah Clara. Berbeda dengan Lea dan Nara, kedua gadis itu kembali ditampakkan oleh sosok misterius. Farid yang melihat itu juga melarang mereka berdua untuk jangan coba coba mengikutinya.
Karena larangan adalah perintah, maka kedua gadis itu pergi tanpa sepengetahuan teman temannya yang lain. Farid berdengus kesal karena Lea dan Nara tidak mau mendengarkan perkataan dia, terpaksa dirinya pun harus mengikuti keduanya.
“ Kak Nara lebih baik kita balik lagi gak sih ke sana,” ucap Lea ragu untuk melanjutkan langkahnya.
“ Nah bener tuh, mending kalian balik sana biar gue yang periksa siapa sosok misterius itu,” jawab Farid.
“ Ayok kak Nara balik aja kesana bentar lagi juga aku bakal masuk kelas.”
Nara menghempaskan napasnya dan mengajak Lea untuk kembali pada teman temannya. Sedangkan Farid terus berjalan mencari keberadaan sosok itu. Tak menjelang lama, Farid menemukan sosok itu yang sedang berdiri dan berbicara dengan seseorang. Tak sengaja Farid mendengar pembunuhan yang dilakukan sosok itu dua hari yang lalu.
Setelah Farid pergi, sosok itu menatap tempat dimana Farid berada. Ternyata sosok tersebut berkata seperti itu untuk memancing Lea dan teman temannya mencari tahu tentang dirinya lebih dalam lagi. Karena dia tahu jika jiwa penasaran anak muda lebih besar daripada rasa takutnya.
__ADS_1
“ Akan ku tunggu keahlian kalian dalam mengungkapkan kasus pembunuhan yang telah saya lakukan.”