HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 44


__ADS_3

“ Bye gue cabut dulu. Have fun ya ghibahnya jangan lupa siapin gorengan sama kopi hitam biar mantep.”


...HAPPY READING ALL...



Visual GERALD



Visual ANDRA



Malam hari tiba. Dirumah Gerald, Andra dan kedua orang tuanya sedang menunggu kepulangannya. Sampai dengan pukul 21:00 malam orang yang ditunggu tak kunjung balik juga. Padahal sekarang adalah hari ulang tahunnya dan seluruh keluarga ingin mengucapkan selamat.


Pukul 00:00. Papanya menyuruh Andra untuk mencari Gerald. Walau anaknya itu sering pulang malam, akan tetapi dia selalu memberikan kabar. Hari ini Gerald sama sekali tidak menelpon atau apapun itu. Hal tersebut membuat kedua orang tuanya khawatir.


Andra pergi ketempat biasa berkumpul. Sesampainya disana dia langsung bertanya-tanya pada teman temannya tentang Gerald. Dan yang ada disana dengan kompak menjawab jika sejak pagi mereka semua belum melihat Gerald sama sekali.


“ Rald lu dimana sih?” pikir Andra dengan cemas.


Setelah itu dia melanjutkan pencariannya.


“ Cong kesekolah SMA kuy, lihat pak satpam,” ajak Farid.


“ Gas yuk.” Tiga hantu itu menghilang. Tak lama mereka sampai dan melihat pak satpam yang sedang bersama tubuh seseorang. Farid mendekat dan dia terkejut. “ Ini kan salah satu keluarga korban waktu itu? Dia kenapa pak?”


“ Sepertinya dia di keroyok.”


“ Masih hidup?” tanyanya lagi.


Pak satpam menggelengkan kepalanya.


“ Pasti keluarganya cemas,” ujar Farid


Pak satpam mendekat padanya lalu berbisik. Awalnya Farid terdiam sejenak dan kemudian dirinya pun mencobanya.


Degggg!!! Raga Gerald yang sudah tak dapat bergerak kini kembali gerak. Dan yang ada didalam tubuhnya itu adalah Farid si hantu tampan. Dia melangkah menuju jendela dan melihat jika wajahnya sangat penuh dengan luka lebam.


“ Apa tidak akan kenapa-kenapa pak?”


Sekali lagi pak satpam hanya menggeleng saja.


“ Lebih baik kamu pulang sekarang,” titahnya.


“ Kemana?”

__ADS_1


“ Ya kerumah orang yang kamu pakai tubuhnya.”


Farid menggaruk kepalanya.


Dia berpikir bagaimana caranya dirinya pulang. Saat sedang bingung, datanglah Andra mengangetkan nya. “ Bang lu kemana aja sih? Terus kenapa nih muka luka kek gitu? Lu berantem lagi hah!!”


“ Hah?” ucap Farid.


“ Hah heh hoh! Bokap nyokap panik lu gak ngasih kabar, mana handphone lu mati.” Andra membawa Farid yang masih terdiam.


Setelah berhasil menemukan kakaknya, Andra langsung pulang. Dirumah kedua orang tuanya sudah tertidur dan Andra menyuruh Gerald untuk segera mengobati semua lukanya.


Paginya Lea bangun dan langsung mencari keberadaan kekasihnya. Dia bertanya kepada Reno, namun adiknya itu juga tak melihat Farid. “ Tumben banget pagi ini dia gak muncul.”


Tanpa adanya Farid, Lea pun harus berangkat sendiri ke kampusnya. Dan saat sampai dia langsung bertanya kepada teman temannya apakah mereka melihat Farid atau tidak.


“ Emang Farid kemana?” tanya Galang.


“ Aku juga gak tahu, biasanya dia selalu muncul saat aku bangun. Tapi dari kemarin malam sampai sekarang gak nampak batang hidungnya.”


“ Gak usah khawatir Lea. Paling tuh si Farid lagi nge-ghibah sama para setan. Kemarin aja aku lihat dia lagi kumpul,” sambung Nara.


“ Anjay sejak kapan Farid si cowok cool, cuek bisa nge-ghibah,” ujar Revan.


Sampai siang hari Farid masih belum menampakkan wujudnya. Hal itu membuat Lea cemas begitu juga dengan teman temannya. “ Tenang guys nanti deh gue tanya sama si pocong atau Andi, kali aja mereka tahu.” Nara menenangkan Lea dan yang lain.


“ Ternyata ada yang lebih ganteng dari Galang CS.”


“ Yang pakai baju hijau punya gue.”


“ Aelah dulu aja tergila-gila pada Galang, sekarang giliran ada yang baru aja di lupain.”


“ Gue sih masih setia sama Galang.”


Begitulah lontaran yang terucap. Berry dan Nara menghela napas yang tak habis pikir dengan sifat para mahasiswi itu. “ Dah lah guys kantin kuy.”


Mereka melangkahkan kakinya akan kekantin. Namun, langkahnya terhenti karena salah satu dari dua cowok itu memegang tangan Lea.


Lea terkejut. “ Ehh!”


“ Heh cowok belagu ngapain lu pegang pegang temen gue,” ucap Panji.


Pertanyaan Panji tidak dia hiraukan. Cowok tersebut malah menarik tangan Lea pergi. Sedangkan teman temannya, Andra juga para mahasiswi hanya terdiam melihat itu semua.


“ Apaan sih lepasin,” ucap Lea.


“ Kamu gak kenal sama aku?”

__ADS_1


Lea memperhatikan wajah lelaki yang ada didepannya. “ Ngga! Aku gak tahu kamu siapa dan gak mau tahu juga.”


“ Yakin?”


“ Is kenapa sih. Iya yakin gak tahu, udah lah gak ada yang penting juga. Dan ya, dengan sikap kamu yang tiba tiba menarik tangan aku itu bakal membuat orang orang berpikir yang macam-macam. Aku gak mau jika nanti para cewek cewek yang terpesona dengan ketampanan kamu itu membenci aku.”


Setelah bicara panjang lebar Lea memutuskan untuk pergi. Dan sekali lagi Gerald menghentikan langkahnya. “ Udah punya pacar belum?”


Lea terdiam mendengar pertanyaan itu lalu dia pun menjawab dengan tegas jika dirinya mempunyai seorang kekasih. “ PUNYA.”


“ Oh.”


' Hah! Ngeselin banget masa cuman bilang OH aja sih.'


“ Gak ada yang mau di omongin lagi kan? Kalo gitu saya pamit.”


Farid tersenyum melihat tingkah pacarnya yang tak mengetahui jika dirinya sekarang masuk kedalam tubuh Gerald yang sudah meninggal.


Walau kini sudah menjadi manusia, Farid masih dapat melihat teman teman hantunya. Lea yang baru kembali langsung diserang dengan berbagai pertanyaan dari Berry dan kakak kakak seniornya.


Disaat semua sedang mendengarkan cerita Lea. Berry malah izin pada yang lain untuk pergi ke toilet.


“ Itu bang Gerald?” tanya Berry.


“ Iya, ganteng ya? Gantengan aku apa bang Gerald Ber?”


“ Eum gantengan kak Galang, hehehe.”


“ Dasar,” ucap Andra sambil mencubit pipi Berry.


Galang dan yang lain sudah akan meninggalkan kantin. Namun adiknya itu masih belum kembali dari toilet. Terpaksa mereka semua menyusulnya.


Berry yang mendengar teriakan mahasiswi menyebut nama kakaknya langsung menyuruh Andra pergi karena dia tahu pasti Galang sedang menujunya.


Farid yang kini menjadi Gerald melihat Berry dengan Andra yang berduaan. Dia mengernyitkan dahi dan setelah itu teringat dengan perkataan dua hantu itu.


“ Ohh ternyata Berry menjalin hubungan sama Andra.”


“ Ndra,” panggil Farid.


Andra langsung menghampiri kakaknya dan pas Galang pun datang menemui Berry. "Lama banget di toilet, ngapain sih? Live streaming atau apa?”


Revan memukul kepala Galang yang berkata jika Berry live streaming di kamar mandi. “ Gue bercanda Van.”


“ Bercanda kek gitu. Masa adek lu live streaming di toilet pas buang air.”


Hahahanahah

__ADS_1


Semua tertawa.


__ADS_2