HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 14


__ADS_3

Saat pulang Lea kembali teringat dengan wajah yang memakai jubah hitam itu. Berry bertanya apakah Lea sedang memikirkan sesuatu? Tapi Lea menjawab jika dirinya hanya kecapean saja.


......................


Bayang bayang wajah itu selalu ada di pikiran Lea, antara percaya dan tidak percaya jika lelaki yang dia lihat itu mempunyai wajah yang mirip seperti ayahnya. Sesampainya dirumah, Lea mencoba bertanya tanya pada sang ibu tentang keluarga ayahnya.


“ Bu, ayah punya saudara kembar atau tidak?”


Mendengar pernyataan dari Lea ibunya terkejut mengapa anaknya itu tiba tiba bertanya tentang keluarga ayahnya.


“ Bu.."


“ Eh iya sayang, kenapa kamu tanya begitu?"


“ Kemarin di kampus aku lihat seseorang yang mirip kayak ayah, apa mungkin ayah mempunyai kembaran tapi aku gak tahu?” jelasnya.


“ Sebenarnya ayah kamu memang benar mempunyai saudara kembar. Namun, saudaranya itu sudah lama meninggal,” jawab ibu.


“ Gimana kalo ternyata saudara ayah belum meninggal bu?”


“ Tidak mungkin, ibu lihat dia dikuburkan. Mungkin Lelaki yang kamu lihat kemarin hanya sekedar mirip, atau kamu yang rindu sama ayah.”


Lea menundukkan kepalanya mendengar kata rindu. Ya, dia memang sangat merindukan ayahnya itu. Ayah yang selalu membuat dia tertawa disaat putrinya itu merasa sedih. Kini sosok ayah itu telah pergi meninggalkan nya.


Di keberadaan keluarga Mahendra. Berry, Galang dan sang papa sedang berkumpul bersama. Mereka sudah lama tidak melakukan hal itu, pada hari weekend mereka berencana akan pergi berlibur dan berniat untuk mengajak keluarga Lea ikut bersama mereka.


Tok..tok..tok...


Asisten membukakan pintu, ternyata itu Clara dan kedua orang tuanya. Mereka datang secara mendadak membuat papa Galang dan anaknya kaget.


“ Ngapain sih cewek itu kesini pakai segala bawa ortunya," bisik berry kepada sang kakak.


Keluarga Clara dipersilahkan duduk, mereka datang kerumah Galang hanya untuk bersilaturahmi saja. Dan pada akhirnya kedua orang tua Clara membicarakan tentang bisnis. Mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan papa Galang.


Merasa bosan dengan suasananya, Berry memutuskan pergi ke kamarnya. Dia menelpon Lea dan memberitahu jika dirumahnya kedatangan Clara dan kedua orang tuanya. Dia tidak suka dengan kedatangan mereka, Berry pun ingin pergi jalan-jalan bersama Lea.

__ADS_1


Lea menerima ajakan dari sahabatnya itu untuk pergi jalan. Saat akan bersiap, sang adik merengek ingin ikut bersama kakaknya itu. Sebab, Reno sekarang mulai merasa kesepian setelah Lea mempunyai teman.


Sudah lama juga dirinya tidak bersama sang adik, Lea setuju untuk membawa Reno pergi bersamanya. Farid melihat sepasang adik kakak itu telah berdandan rapi, dia penasaran kemana mereka akan pergi. Hantu tampan itu bertanya pada Reno.


“ Heh mau kemana nih rapi banget,” tanya nya sambil berjongkok.


“ Eh kak Farid. Ini aku mau pergi jalan bareng kak Lea dan kak Berry," jawabnya


“ Eum..., gak ngajak kakak kah kamu?” sindir Farid dengan wajah pura pura kesal.


“ Tanya nya ke kak Lea aja jangan ke aku,” ucap Reno.


Farid berjalan ke arah Lea yang sedang menyisir rambutnya. “ Farid kamu mau ikut ya ikut aja, lagipula kan kamu gak kelihatan sama berry.”


“ Lah iya, ngapain gue harus bilang dulu."


Mereka bertiga bersiap pergi dan berry pun sudah menunggunya didepan rumah. Sampailah mereka di sebuah danau, disana Lea menceritakan tentang tempat tersebut kepada adiknya, Reno.


Orang tua Clara yang masih dirumah Galang tiba tiba mendapatkan telpon dari seseorang.


“ Tugas sudah selesai bos, semua berjalan dengan lancar."


“ Okay," ucapnya lalu menutup telpon.


Lea, Reno seketika mempunyai firasat tidak baik, “ Kak kok aku khawatir sama ibu,” ucap Reno.


“ Sama kakak juga.”


“ Kalian kenapa?”


“ Kita gpp kok,” jawab Lea dengan tersenyum.


Lalu karena semakin khawatir Lea menyuruh Farid untuk melihat keadaan ibunya dirumah. Dia ingin memastikan jika sang ibu baik baik saja. Setelah kepergian Farid, terlihat wajah Lea yang agak memucat. Berry pun khawatir dengan wajah Lea yang tiba tiba berubah pucat.


“ Lea kamu sakit?" tanyanya

__ADS_1


“ Ngga kok, Ber pulang yuk.”


“ Kita kan baru sampe dan belum lama disini Lea,” ucap Berry sembari memanyunkan bibirnya.


“ Perasaan ku gak enak Ber, takut terjadi sesuatu sama ibu."


Berry mengerti dengan apa yang Lea pikirkan. Setelah kehilangan sang ayah mungkin sekarang dia tidak ingin juga jika ibunya meninggalkan dirinya. Terpaksa Berry pun mengantarkan Lea dan Reno pulang.


Sedangkan Farid yang sudah sampai dirumah Lea merasa kaget dengan apa yang di lihatnya. Rumah yang sederhana itu sedang di lahap abis oleh api. Banyak warga juga yang sedang memadamkan api selagi damkar dalam perjalanan.


“ Wah ada mobil pemadam kebakaran, sudah lama aku gak lihat. Eh apakah ada rumah yang kebakar?" tanya Reno dengan polosnya.


“ Iya kali," ucap Lea.


Mereka tidak tahu saja jika mobil kebakaran itu untuk memadamkan rumahnya yang terbakar. Kemudian Lea dan Reno terdiam setelah tahu mobil tersebut berhenti didepan rumahnya. Tanpa sadar air mata mulai menitik di pipinya, mengetahui sang ibu yang masih didalam Lea nekat untuk masuk menyelamatkan ibunya.


Berry tidak bisa menahan Lea, tenaga Lea begitu sangat kuat. Melihat kakaknya yang masuk Reno pun berniat akan ikut masuk kedalam. Namun, berry langsung memeluk anak kecil itu.


Bu..Ibu.., Lea terus menangis sambil mencari ibunya. Dia tidak peduli ada api didekatnya, bahkan saat salah satu kayu jatuh menimpa kakinya Lea terus berusaha bangun.


Ibuuuu, Bu dimanaa...?


Akhirnya Lea menemukan sang ibu yang sudah tergelatak didapur. Dirinya berteriak dengan sangat keras dan salah satu petugas datang untuk membantu Lea mengangkat tubuh ibunya.


Lea tidak ingin kehilangan orang yang dia sayang lagi, bahkan dia tidak peduli dengan luka yang ada dikakinya. Mengetahui Lea terluka, sahabatnya itu berniat ingin membantunya mengobati luka tersebut. Namun, bantuan itu ditepis oleh Lea.


Lea...., Berry terkejut dengan apa yang Lea lakukan padanya. Dengan itu Berry mencoba untuk menghubungi kakak.


Dirumah sakit Lea tidak ingin meninggalkan ibunya sedetik pun. Padahal sahabatnya dan dokter menyuruh Lea untuk terlebih dahulu mengobati luka di kakinya.


Reno memeluk sang kakak dan menyuruhnya untuk menuruti perkataan sang dokter untuk mengobati kakinya. Dengan suara tangisnya yang tersedu-sedu. Tak lama datang juga Galang, papanya dan keluarga Clara.


Papa Galang langsung menanyakan keadaan ibu Lea pada anak gadisnya itu. Sedangkan papa Clara melirik kepada anaknya sambil tersenyum aneh, Reno yang tak sengaja melihat itu langsung mengalihkan pandangannya setelah ditatap tajam oleh Clara.


Disisi lain, Farid sedang bertanya-tanya kepada teman teman hantunya. Apakah ada seseorang yang mencurigakan datang kerumah Lea atau tidak. Sayangnya semua temannya itu waktu kejadian tidak ada didepan rumah Lea.

__ADS_1


__ADS_2