HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 31


__ADS_3

“ Kita akan kemana?" tanya Clara bingung.


“ Balas dendam pada Galang dan teman temannya. Ayah mendapatkan perintah untuk membantu boss besar memusnahkan para makhluk.”


...HAPPY READING ALL...



Hari sudah mulai gelap dan Farid masih belum bisa menyadarkan Lea. Disaat semuanya sedang berusaha, lelaki yang mirip dengan ayah Lea datang memerintah Lea untuk menghabisi teman temannya.


Mendapatkan perintah seperti itu gadis yang kehilangan kesadarannya pun menganggukkan kepalanya. Ditempat lain, Reno merasakan sakit pada dadanya. Rere yang melihat itu langsung melapor kepada orang tuanya. Dengan cepat mereka membawa adik Lea kerumah sakit.


Namun, sesampainya disana. Dokter berkata jika keadaan Reno sangat baik. “ Tapi dok, anak ini masih terlihat kesakitan bagaimana bisa dokter mengatakan jika dia baik baik saja,” ucap Mama Farid yang cemas.


“ Saya juga kurang tahu Bu, lebih baik ibu dan bapak berdoa saja agar keadaan nak Reno benar benar baik.”


Setelah berkata demikian, sang dokter pergi meninggalkan keluarga Rere. Dan mamanya mencoba untuk menelpon Lea, tapi nomornya tidak aktif.


“ Pah gimana ini? Mama khawatir sama Reno dan ini Lea gak bisa di hubungi.”


“ Tenang mah tenang. Sebaiknya kita berdoa seperti yang dikatakan dokter. Sudah mulai masuk waktu maghrib lebih baik kita cari mushola disini,” ucapnya dengan menenangkan sang istri.


Mereka pun pergi meninggalkan Rere diruangan Reno. Gadis kecil itu tidak ingin pergi, dia mau bersama dan menemani Reno.


“ Leeaaa, please sadar.”


“ Lea ayok. Gue yakin lu bisa ngelawan nya, mohon sadar.”


“ Reno! Reno nunggu kamu dirumah Leaa, jangan sampai dengan ketiga kalinya lelaki kecil itu kehilangan orang yang dia sayangi,” sambung Berry.


Mendengar kata Reno langkah Lea terhenti. Dia memegang kepalanya kesakitan dan tak lama mengamuk. Suasana semakin kacau dengan datangnya ayah Clara. Dia langsung memerintahkan makhluk peliharaan menyerang teman teman hantu Farid dan yang lain.


Arrrgggggg...., suara menggelegar dari makhluk ayah Clara. Andi sangat ketakutan dan dia bersembunyi pada pak satpam. Disaat sedang kacau kacaunya, sebuah cahaya putih menyinari semuanya. Terlihat oleh mereka, dua orang yang sangat Berry dan Farid kenal.


“ Lea, ibu yakin kamu bisa sayang.”

__ADS_1


“ Anak gadis ayah adalah orang hebat dan kuat, sadar nak. Lawan semuanya, gunakan kekuatan kamu.”


Gadis itu menitikkan air matanya, dan asap hitam yang awalnya mengelilingi tubuh dia seketika langsung hilang. Dan muncul juga aura cahaya berwarna biru yang sangat cerah.


Melihat Lea yang sudah akan mengeluarkan kekuatan nya. Lelaki yang mirip ayahnya itu langsung kembali membaca mantra. Karena malam sudah semakin larut, kekuatan lelaki itu pun bertambah.


Diluar sana, Clara hanya terbengong menyaksikan yang ada didepan matanya. Karena tidak berhati hati, Clara terkena serangan dari para makhluk yang sedang bertarung. Darah yang mengalir dari tangan Clara membuat makhluk makhluk itu memperhatikannya. Seketika dia panik, ayahnya pun menyuruh peliharaan nya untuk dia melukai sang anak.


Mereka pun menurut, tapi berbeda dengan makhluk penunggu kampus. Senyuman mengerikan terpencar dari wajah mereka. Cukup lama telah mengeluarkan kekuatannya untuk membantu Farid, kini mereka membutuhkan sebuah energi lagi.


Tak lama mereka langsung menyerang Clara. Ayah nya menyuruh sang anak untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Clara pun berlari sekuat tenaga, sayangnya saat dilorong kampus. Dia dibuat tersesat bahkan dibawa masuk kealam lain.


Sang ayah menyangka jika anaknya telah selamat dan pergi meninggalkan kampus. Tidak dia ketahui kenyataan nya sang anak justru masuk ketempat para makhluk dan dijadikan budak.


Lolongan anjing terdengar sangat keras dan membuat Galang CS bergidik ngeri mendengarnya. Disaat genting seperti itu, Revan yang sangat ketakutan sempat sempat nya ingin buang air kecil.


Galang emosi dengan kelakuan temannya. Melihat teman temannya tidak akur, Nara memberitahu pak satpam untuk mengeluarkan Revan. Permintaannya pun di turuti, setelah keluar tak disangka Revan masih dapat melihat para hantu diluar sana.


“ G-guuee sendiri lagi, gak tahan astaghfirullah.”


Ayah Clara mengambil kesempatan untuk mengambil tubuh dari Galang dan temannya. Dia mencoba untuk melepaskan genggaman tangan dari anak anak itu. Untungnya Revan yang baru dari toilet telah kembali dan menggagalkan semuanya. Terjadilah pertarungan antara Revan dengan ayah Clara.


Ayah Clara mengeluarkan sebilah pisau. Dia mengeset tangan Revan, saat dia lengah hampir saja pisau tersebut masuk kedalam perut nya. Dengan cepat hantu anak kecil itu menangkisnya.


Merasa kesal, ayah Clara memanggil satu peliharaan nya untuk memusnahkan Andi.


“ Cil kabur cil,” teriak Revan yang masih meringis kesakitan.


Andi tidak tahu harus berbuat apa. Kuntilanak yang melihat itu langsung membantunya dan akhirnya dia lah yang musnah ditangan makhluk besar itu.


Tanah yang Lea gali itu ternyata sebuah kuburan, sesosok wanita berbaju merah bangun. Tawaan yang nyaring dan mengerikan terdengar oleh semuanya. Sosok itu mengikat Lea dengan bajunya lalu membawa pergi gadis tersebut. Sedangkan, lelaki yang mirip ayahnya tersenyum kearah Farid dan yang lain.


“ Hah? Kemana mereka pergi?"


“ Gue akan cari Lea," ucap Farid.

__ADS_1


“ Ikut!”


“ Aku juga mau ikut nyari Lea,” sambung Berry.


“ G-gue ngikut kalian aja.”


“ Gak! Gue gak mau kalian semua kenapa kenapa,” ucap Farid.


“ Rid kita disini mau bantuin lu. Lea sahabat adik gue, dan lu sahabat gue.”


“ Kita bakal bantu lu walau nyawa taruhannya. Kita semua sahabat kan? Izinin kami semua buat ikut nyelamatin Lea bersama lu.”


Farid tak dapat berkata kata, dia terdiam dan teman temannya langsung memeluk si hantu tampan itu. Tanpa mereka sadari, kekuatan Farid mengalir pada tubuh teman temannya. Pak satpam diluar sana merasa senang melihat itu semua.


Revan sengaja mengejek ayah Clara dan memancingnya pergi jauh dari para makhluk. Dengan begitu dia bisa mengalahkan lelaki tua tersebut tanpa adanya makhluk satu pun.


“ Woy pak! Jangan merasa hebat dan menang dulu, kalo berani lawan gue sini!” tantang Revan sambil meledek.


Dugaannya benar, ayah Clara mulai emosi. Dia mengejar Revan sambil memegang pisau ditangannya. Sampailah disalah satu kelas, disana Revan bersembunyi sambil memegang tongkat bisbol.


“ Hey anak sialan keluar jika kamu berani,” ucap ayah Clara.


“ Serem juga nih lelaki tua,” batin Revan sambil menelan ludahnya.


“ Halo?” Ayah Clara terus memanggil manggil Revan.


Saat ayah Clara melewati tempat Revan bersembunyi, cowok itu pun langsung mengayunkan tongkatnya pada si ayah. BUGHHH!!


Pukulan yang sangat keras mengenai pundaknya. Akan tetapi, lelaki tua itu tidak tumbang. Dia membalikkan badannya lalu tersenyum jahat kepada Revan.


~Buat cuci mata para readers~


Farid


__ADS_1


__ADS_2