HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 41


__ADS_3

...HAPPY READING ALL...



Satu minggu kemudian.....


Galang sudah membaik dan diperbolehkan untuk pulang. Teman temannya sudah menunggu dirumah lama dan akan memberikan kejutan.


Asistennya membuka pintu dan rumah nampak gelap. Galang, Berry dan papanya melangkahkan kaki terdengar suara letusan balon lalu lampu menyala.


SELAMAT DATANG KEMBALI GALANG


“Thanks guys,” ujar Galang lalu memeluk teman temannya. Farid yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


“Farid mana?” tanyanya.


Nara dan Lea melirik kearah Farid berada. Hantu tampan itu sengaja tidak menampakan dirinya kepada Galang. Sahabatnya menghampiri dan yang terjadi Nara juga Lea malah menahan tawa.


Pfffttttt.., kedua gadis tidak sanggup lagi rasanya mereka ingin melepaskan tawaanya. Galang yang mencoba berbicara dengan Farid ternyata malah berbicara dengan tembok. Oleh sebab itu Nara dan Lea tertawa.


“Lang stop perut gue sakit,” ujar Nara yang tak henti tertawa.


“Diam gue lagi ngomong sama Farid.”


“Iya iya gue tahu Lang. Cuman masalahnya lu bicara sama tembok bukan Farid. Asal lu tahu temen lu yang sudah jadi hantu itu ada di samping,” jelasnya yang membuat Revan, Panji ikut tertawa.


Galang hanya menggaruk kepalanya sambil cengengesan.


Papa Galang kembali menghampiri anak anaknya. Dia meminta agar Galang istirahat. Kemudian teman temannya izin pamit untuk menyampaikan pesan pesan dari para arwah ke keluarganya.


Awalnya Berry ingin ikut namun papanya tidak memberi izin dan menyuruh anak gadisnya untuk beristirahat juga.


“ Udah Ber mending kamu istirahat biar kita yang menyampaikan semua pesan itu,” ucap Lea.


“ Okay. Kalian semua hati hati ya,” jawabnya.


Nara dan yang lain memasuki mobil lalu Farid mengarahkan jalan yang akan mereka tuju. Diperjalanan seseorang dengan sepeda motor nya hampir saja menabrak mobil Nara.


“ Woy bosen hidup lu!” teriak Panji dari dalam mobil.


“ Pan, Panji udah cukup.”


“ Rese banget, bawa motor ugal-ugalan terus kaca spion kamu pecah.”

__ADS_1


“ Gpp nanti bisa di benerin.”


Kemudian mereka sampai dirumah pertama. Nara memencet bel pintu dan keluarlah sepasang suami istri yang sudah tua. Dia bertanya kepada anak-anak remaja itu.


Setelah diperbolehkan masuk kedalam, Lea dengan pelan mencoba untuk menyampaikan pesan anak orang tua tersebut. Tangisan pun terjadi mereka menenangkan sepasang suami istri itu.


“ Anak saya waktu dulu ingin melanjutkan kuliahnya dan ingin tinggal sendiri di kost-an, akan tetapi setelahnya dia tak pernah lagi menghubungi kami.”


“ Kami juga sudah melapor kepada polisi atas hilangnya anak kami. Namun, polisi tidak menemukan hasil apapun dan ternyata.....,hikss.”


“ Kami turut berduka cita Pak, Bu. Oh iya ini nomor seorang detektif kalian bisa menghubunginya,” ujar Nara lalu izin pamit.


“ Terima kasih nak.”


“ Sama sama,” ucap mereka bersama.


Setelah keluar dari rumah tersebut. Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Tak lama sampailah mereka semua di sebuah rumah yang sangat mewah. Seorang satpam bertanya siapa Nara dan apa tujuannya.


“ Maaf pak, apakah saya boleh bertemu dengan pemilik rumah ini?”


“ Apa kalian sudah membuat janji dengan tuan rumah? Jika belum, maaf saya tidak bisa mengizinkan kalian bertemu.”


“ Tapi pak ini serius,” ucap Lea memohon.


Disaat sedang berbincang, klakson motor berbunyi. Mereka membalikan badan dan terlihat didepannya sebuah motor yang mirip dengan yang hampir menabrak dan merusak kaca mobil Nara.


Satpam itu langsung membukakan gerbang untuk tuan muda. Setelah cowok itu masuk, dia turun dari motornya dan menghampiri Lea CS.


“ Lu semua siapa? Kalo mau minta sumbangan sorry,” ucapnya.


“ Heh!! Songong banget lu. Siapa juga yang mau minta sumbangan, sorry keluarga gue udah kaya.”


“ Udah udah Pan,” ucap Nara menenangkan kekasihnya.


Lea memotong pembicaraan, dia menjelaskan jika dirinya ingin bertemu dengan tuan rumah.


“ Maaf, saya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini ada hal penting yang harus sampaikan.”


Cowok itu menatap Lea dengan lama. Raut wajah Farid seketika berubah. Si cowok pun mengizinkan Lea masuk kedalam.


“ Mam, Pap. Nih ada orang yang mau ketemu...,” teriak cowok tersebut.


“ Berisik!” jawab seseorang yang turun dari tangga.

__ADS_1


“ Nih ada orang yang mau ketemu sama mama, papa.”


“ Bisa kan gak usah teriak,” ujar cowok tinggi itu.


Lea dan teman temannya duduk di sofa menunggu sang tuan rumah datang. 20 menit sudah berlalu, dan hari pun sudah akan berganti malam. Saat akan pergi, sepasang suami istri turun. Lea dengan yang lain menghela napas.


“ Ada apa ya? Dan siapa kalian?”


“ Perkenalkan saya Lea, ini kak Nara dan itu kak Revan juga kak Panji. Kami kesini ingin menyampaikan pesan terakhir dari Alexa.”


Mendengar nama Alexa istri tuan rumah itu seketika menangis. “ Apa yang terjadi dengan Alexa?”


“ Alexa sudah tiada Pak, Bu. ” ujar Nara dengan pelan.


Sang istri pun histeris setelah tahu Alexa keponakannya telah tiada. Cowok tinggi yang memarahi adik cowoknya itu pun langsung ikut angkat bicara. Dia meminta untuk Lea bersama yang lain tidak berkata omong kosong.


“ Tahu darimana lu kalo sepupu gue meninggal?”


“ Kami hanya menyampaikan pesan terakhir nya saja, dan jika kalian tidak percaya silahkan hubungi detektif yang mengurus para jenazah,” jawab Lea.


“ Gue gak percaya sama omongan lu!”


STOP GERALD!! Papanya menghentikan cowok yang bernama Gerald itu. Dan meminta Lea untuk berbicara apa pesan dari keponakannya itu.


Setelah mendengarkan Lea. Lelaki tua tersebut syok dan istrinya yang baru sadar kembali pingsan.


“ Maafkan kami pak. Jika kedatangan kami membuat istri bapak syok dan bersedih.”


“ Tidak nak. Justru kami berterima kasih kepada kalian yang telah menyampaikan pesan terakhir dari Alexa. Dia sudah tidak mempunyai orang tua dan kami lah yang mengurus dirinya. Sekali lagi terima kasih dan saya akan pergi kekantor polisi untuk melihat jenazah Alexa.”


“ Kalo begitu saya dan teman teman izin pamit hari sudah mulai gelap juga,” izin Lea.


Didalam mobil entah kenapa Panji terus saja menggerutu. Revan yang duduk disampingnya merasa terganggu dengan ocehan temanya itu. Pas sekali di dalam mobil Nara terdapat sebungkus roti. Revan membukanya lalu memasukan roti tersebut ke mulut Panji.


“ Woy Van!!”


“ Lu kek cewek aja nyerocos terus, gue dengernya risih. Berisik bego!!”


“ Gue kesel sama tuh dua cowok.”


“ Udah kak Panji gak usah dihiraukan, berdoa aja semoga kakak gak ketemu lagi sama dia cowok itu,” ucap Lea.


EKHEM!! Farid berdehem, Lea melirik kesampingkannya. “ Ganteng juga ya cowok tadi,” ucap Lea.

__ADS_1


“ Y, ” jawabnya singkat.


“Kaaakkk, aku bercanda loh. Kamu cemburu kan? Bagus sih malah aku seneng kalo kamu cemburu. Berarti tandanya sang hantu tampan ini sangat menyayangi dan mencintai Lea,” katanya dengan senyuman manis.


__ADS_2