
Disisi lain, Farid sedang bertanya-tanya kepada teman teman hantunya. Apakah ada seseorang yang mencurigakan datang kerumah Lea atau tidak. Sayangnya semua temannya itu waktu kejadian tidak ada didepan rumah Lea.
......................
Happy reading all
Dokter keluar dari dalam ruangan memberitahu keadaan ibu Lea.
Semua senang mendengar kondisi ibu Lea yang membaik, Lea meminta untuk masuk kedalam. Namun, sang dokter tidak mengizinkannya dan berkata jika ibunya butuh waktu istirahat. Lea hanya menganggukkan kepalanya saja, setelah itu Galang dan papa nya pamit pulang karena sudah malam. Kecuali Berry yang masih ingin menemani sahabatnya itu.
Keluarga Clara yang awalnya tersenyum kini mereka terlihat kesal. Anaknya pun berbisik kepada papa nya, “ bagaimana ini? Kok bisa ibu nya Lea selamat.”
“ Kamu tenang saja anak buah papa nanti malam akan melanjutkan pekerjaannya," jawab papa Clara dengan nada pelan.
Setelah kepergian semuanya dan jam telah menunjukkan pukul 20:00. Berry izin kepada Lea untuk membeli makanan, sedangkan Lea dan Reno menunggu sambil menjaga sang ibu. Tak lama datang lah Farid, dia berdiam sejenak lalu tersenyum kepada Lea.
“ Gak usah cengeng lu cewek kuat,” ucap Farid.
“ Aku gak nangis,” mengusap air matanya. Tidak ingin mengganggu sang kakak dan Farid, Reno memutuskan untuk tidur. Anak kecil itu berbaring di pangkuan sang kakak.
Lea dan ganti tampan terus berbincang-bincang, tanpa sengaja lewat lah seseorang yang Farid kenal. Ya, itu adalah keluarganya. Farid terdiam melihat Mama dan papanya yang akan masuk kedalam ruangan.
“ Kamu kenapa Farid?"
“ Bokap nyokap gue ada disini," jawabnya tanpa melirik pun pada Lea.
“Mana?"
Farid tidak menjawab pertanyaan Lea, dia langsung pergi menuju ruangan tersebut. Disana Farid melihat adiknya Rere sedang berbaring di ranjang. Melihat kedua orang tuanya tanpa dia sadari mata nya menitikkan air, hantu tampan itu sangat ingin sekali memeluk kedua orang tuanya yang telah lama dia tinggalkan.
Karena penasaran Lea menyusul menghampiri Farid, dia mengintip dijendela dan didalamnya terdapat sepasang suami istri bersama putri kecilnya. Papa Farid melihat kehadiran Lea yang sedang berdiri didepan, dia pun menghampirinya dan bertanya.
“ Ada apa ya dek?"
__ADS_1
“ Eh Om, gak ada apa apa kok saya hanya lewat saja.”
Hantu tampan itu berbisik kepada Lea untuk menyampaikan pesannya kepada kedua orang tua Farid. Dengan rasa canggung dan suara terbata bata Lea menyampaikan pesan tersebut.
Papanya yang mendengar itu percaya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Lea. Dia meminta Lea untuk membuktikan jika memang ada Farid bersama mereka. Gadis cantik itu bingung dengan apa dia harus membuktikan ucapannya. Lalu Farid memberitahu Lea tentang rahasianya dan keluarganya.
Mama Farid kaget karena Lea bisa tahu, tanpa memberitahu Lea terlebih dahulu Farid dengan tiba tiba memasuki tubuhnya. Air mata jatuh dari mata Lea, terucap kata 'Kangen' dari mulut gadis cantik itu.
Mama nya pun langsung memeluk tubuh Lea yang dirasuki Farid. “ Farid mama kangen sama kamu sayang.”
Sedangkan papanya hanya terdiam tidak percaya. Berry yang baru datang heran melihat Lea yang di peluk orang lain. Dia pun menghampirinya, Lea kembali sadar dan jatuh ke lantai. Karena belum makan dia merasa lemas, papa Farid pun menggendong nya.
“ Kamu gpp Lea?" ucap Berry yang khawatir dengan sahabatnya.
“ Aku gpp Ber.”
“ Syukurlah sekarang lebih baik kamu makan dulu aku udah beli.”
Perbincangan mereka terhenti setelah mendengar teriakan Reno. Lea dan Berry cepat cepat menghampiri anak kecil itu, terlihat Reno yang sudah menangis.
“ Reno lihat ayah ngebunuh orang kak Lea,” jawab dia dengan gugup.
“ Apa maksudmu?”
Reno malah menangis lagi, Lea pun memeluk adiknya dan menenangkan. Tanpa mereka sadari, ternyata Lea dan yang lain sedang dipantau seseorang. Hari semakin malam, lea dan Berry bersiap untuk tidur. Namun sebelum itu kedua gadis tersebut memutuskan untuk pergi ke toilet meninggal Reno didalam ruangan bersama sang ibu. Mereka pergi ke toilet sekalian ingin mencari minuman.
Kedua nya berjalan melewati lorong rumah sakit, terlihat seorang suster berjalan kearah mereka. Tetapi suster tersebut menundukkan kepalanya dan berjalan dengan sangat pelan. Tercium bau busuk saat mereka berpapasan dengan suster tersebut, Lea dan Berry terus berjalan dan tidak memikirkan hal yang aneh aneh.
Kedua gadis itu hanya iseng melihat kebelakang, dan suster itu pun tersenyum menyeringai lebar kepada mereka. Wajah hitam dan tidak memiliki bola mata suster itu malah balik berjalan menghampiri Lea dan Berry.
“ Leaa, itu setan kan?" ucapnya dengan pelan sambil menelan ludah.
“ Kayaknya sih iya Ber,” jawab Lea.
“ Teerruusss kiiitaa gimaana Leaa. Ssettannya kesini lho," tanya Berry dengan terbata-bata.
__ADS_1
“ Yang pasti kita gak diem dong, kabur yuk Ber.”
Tanpa menjawab ucapan Lea, Berry langsung menarik tangan sahabatnya. Mereka berdua lari terbirit-birit sambil terus menyusuri lorong. Berry terus mengoceh karena hantu suster itu masih saja mengikuti mereka.
Buuugghhh....
Keduanya terjatuh menabrak seseorang. Mereka mendongakkan kepalanya dan terlihat seorang satpam.
“ Ppaakk tolong kita pak," ucap Berry yang akan berdiri.
“ Ada ssettan pak ngikutin kita," sambungnya, betapa terkejutnya dia setelah tahu jika satpam itu juga bukanlah manusia.
Lleeaa kabur lagi nih???
Tanpa ba-bi-bu mereka kembali berlari, “ gila malam malam begini kita disuruh olahraga.” Berry terus menggerutu sambil berlari.
“ Oy Lea kamu kok diem aja sih ini kita lagi dikejar hantu lho," tanyanya yang heran mengapa sahabatnya itu diam saat ditanya. Berbeda dengan yang awal tadi yang terus menjawab pertanyaan.
Terdengar teriakan dari belakang.
BERRYYYY...., tunggu aku!!
Gadis berambut pendek itu terdiam sambil melotot. “ Suara Lea? Kalo itu Lea terus yang gue gandeng daritadi siapa?”
Pindah ke ruangan ibu Lea, Reno terbangun dan melihat jika kakaknya dan Berry tidak ada di ruangan. Dia memanggil kakaknya itu, namun yang datang malah Farid.
“ Kenapa Ren?”
“ Kak Farid lihat kakak ngga?
“ Ngga tuh emang nya kemana Lea dan Berry?
Reno menggelengkan kepalanya.
“ Ya sudah kamu tunggu disini biar kak Farid yang cari kakak kamu.”
__ADS_1