
“Saya anak pak Harto yang disembunyikan. Karena ibu saya dan pak Harto telah menjalin hubungan gelap. Sebab ibu saya meninggal, maka pak Harto sebagai seorang ayah harus bertanggung jawab dan mengurus saya mulai sekarang.”
...HAPPY READING ALL...
Para warga masih tidak yakin dengan apa yang di ucapkan Clara. Mereka menyangka jika gadis itu telah di ancam atau bekerjasama dengan pak Harto.
Pak Sabar yang ada disana juga menghentikan gertakan para warga dan menyuruh mereka kembali pulang. Beberapa hari berlalu, Clara mulai mempelajari ilmu hitam. Dia ingin mencoba kekuatannya dan izin pergi ke hutan seorang diri.
Melihat semangat Clara yang begitu besar. Pak Harto semakin yakin jika nanti gadis yang dia selamatkan itu akan menjadi penerus dirinya yang terus menganut ilmu hitam.
Di minggu kemudian, terdapat seorang mayat perempuan tergelatak di jalan begitu saja. Mayat itu terlihat sangat kering, mata terbuka dan mulut yang menganga. Membuat para warga ketakutan lalu lapor pada pak Sabar.
Dari kejauhan Clara memberikan senyuman jahatnya. Bahwa dia lah yang telah melakukan hal tersebut. Membuat perjanjian dengan penunggu hutan agar dirinya mendapatkan kekuatan yang lebih dari yang di ajarkan pak Harto.
Beberapa hari berlalu, kematian orang orang terus saja terjadi setiap minggunya. Para warga mulai merasakan cemas dan khawatir akan keselamatan dirinya juga keluarganya.
Clara mencoba berbaur dengan para warga. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Laras, sesuai dengan apa yang pak Harto bilang.
Pak Sabar yang tak sengaja menyenggol lengan Clara merasakan sesuatu yang aneh. Dia sedikit melihat aura hitam menyelimuti gadis itu. Namun, pak Sabar tidak berkata apapun.
# Flashback off
“Jadi semua nya itu berawal dari penemuan jasad seorang gadis ditengah jalan pak? Apakah pelakunya sudah ditemukan? Bagaimana cerita selanjutnya pak?” ucap Revan yang benar benar penasaran.
“Selama ini saya sering mengawasi anak pak Harto. Dia sering kali pergi ke hutan dan kalo tidak salah saya baru saja melihat dia kembali dari kota.”
“Hm maaf pak. Apakah bapak percaya jika perempuan yang di rawat pak Harto itu anaknya? Soalnya perempuan itu mirip seperti teman saya, Clara.”
“Katanya dulu dia adalah anak pak Harto hasil dari hubungan gelap. Karena ibunya meninggal maka pak Harto yang merawatnya sampai sekarang.”
Galang dan Revan masih penasaran dengan kelanjutan cerita tentang Laras dan bapaknya. Namun, mereka harus pulang. Pak Sabar pun akan menemui mereka di kota nanti dan melihat keadaan papa Galang.
Dimana malam semakin larut. Mobil Galang malah mogok di tengah tengah. Dia berdengus kesal, lalu pak Harto datang dan menanyakan permasalahan dua cowok itu. Tak ada suara pun yang terlontar dari mulut kedua cowok tersebut. Mereka diam sambil melirik satu sama lain.
__ADS_1
......................
Karena Gerald sudah terlihat sangat bugar dan sehat. Andra izin untuk tidak ikut pulang kerumah. Dia akan menemani Berry dirumah sakit sampai kakaknya kembali. Lea yang tak tega pun ingin menemani sahabatnya itu, namun sayang mamanya menelpon karena Reno yang menangis mencari keberadaan Lea.
Gerald, Elang dan Lea pergi pulang bersama. Sesampainya dirumah mama Gerald terlihat bahagia karena anak nya itu telah kembali pulang.
Farid yang telah sampai dikamar Reno duluan melihat sosok kedua orang tua Lea. Anehnya Farid merasakan hal yang negatif dari mereka. Lea datang membuka pintu adiknya.
“Reno kamu gpp?”
Reno menunjukkan jarinya ke arah pojok. Lea heran karena dirinya tak melihat apapun.
“Kenapa Reno? Apa yang kamu lihat?”
“Ibu, ayah.”
Lea melirik pada Farid.
Kedua orang tua Lea tersenyum aneh kepada Farid. Lalu pak satpam dengan dua anak buahnya si pocong serta Andi datang. Dia memberitahu jika yang ada disana bukan lah orang tua Lea asli. Mereka hanya sosok makhluk jahat yang menyamar atas perintah seseorang.
“Gimana Lea? Mama gak bisa menghentikan Reno menangis,” ucap mamanya yang sedang menggendong Rere.
Mamanya pun pergi meninggalkan kakak beradik itu.
Nara dan Panji terlihat menikmati honeymoon mereka. Namun suatu kejadian ada saja yang menghampiri istrinya itu. Dari mulai hantu anak kecil yang terus-menerus menangis membuat Nara kesal.
“What are you doing here? Disturbing my rest, can you please stop crying?”
Anak kecil tersebut menatap Nara. Lalu tersenyum karena telah menemukan orang yang dapat melihat dirinya.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari anak kecil tersebut, maka Nara memutuskan untuk meninggalkan nya. Namun hantu itu malah memegang kaki Nara.
“Help me.”
Nara menghela napas. “What do you want?”
__ADS_1
"Can you help me find my mother's whereabouts."
"Where is your mother? What happened to get you two separated?”
Panji ingin mengajak istrinya itu pergi. Tapi hantu itu terus saja menahan Nara. Dengan terpaksa dia akan membantunya mencari keberadaan sang ibu dari si hantu kecil. Setelah itu dia dapat terlepas, akan tetapi si hantu malah mengikuti dirinya sampai rumah. Tidak ingin membuat suaminya takut, Nara merahasiakan hantu itu dari Panji.
......................
“Lang, ” panggil Revan.
“Ayo kita jemput pak Sabar,” lanjutnya.
Sebelum pergi Galang meminta Andra untuk menemani adiknya terlebih dahulu.
Farid menceritakan apa yang di katakan pak satpam kemarin malam. Dia meminta Lea untuk tidak khawatir dengan adiknya itu, karena Farid telah meminta pak satpam serta dua hantu buluk itu untuk menjaga Reno.
Mendengar hal tersebut Lea merasa lega.
“Sayang sarapan,” panggil mamanya dari bawah.
Lea turun ke bawah bersama adik adiknya. Lalu sarapan bersama. Suara ketukan pintu terdengar, mama Lea pergi untuk membukakan pintu. Terlihat lah Gerald dengan Elang mereka berdua pun disuruh masuk kedalam.
Kedatangan dua cowok tampan itu membuat Lea kaget. Bahkan papanya mengira jika salah satu dari kedua cowok itu merupakan kekasih anaknya. Farid yang ada disana melototkan matanya mendengar perkataan papanya.
“Lea pacar aku pah, bukan mereka.” Farid mengoceh sendiri yang membuat Lea tertawa.
“Kok kamu ketawa Lea?”
Reno dan Gerald yang melihat Farid bersikap begitu juga ikut tertawa yang membuat kedua orang tuanya serta Elang heran.
“Apa ada yang lucu ya?” tanyanya lagi.
“Hehe gak ada kok,” ucap Lea, Gerald dan Reno serentak.
“Ya sudah kalo begitu. Mari nak Gerald dan Elang sarapan pagi bersama kami,” ajak mama Lea.
__ADS_1
“Eh tidak perlu Tante. Kita berdua sudah sarapan dirumah. Kami kesini ingin mengajak Lea untuk menjenguk papa Berry.”
“Baiklah, tunggu Lea selesai menghabiskan sarapannya.” Gerald dan Elang mengangguk.