
“ Is kita lupa untuk membeli bahan makanan, terus malam ini kita gak makan lagi deh."
AISHHH!! Kedua cowok itu ikut merasa kesal.
...HAPPY READING ALL...
Keempat remaja itu kembali kelaparan. Mereka tidak makan malam kedua kalinya dan harus menunggu pagi.
Malam ini terlihat lebih mengerikan di kota tersebut. Lea yang sudah tidur tiba tiba terbangun karena mendengar suara Farid. Namun saat Lea keluar ternyata itu adalah kedua teman hantunya yang sedang berjaga sambil mengobrol. Lea terdiam lalu menatap bintang, dirinya berdoa untuk kedua orang tuanya yang sudah pergi.
“ Ayah, ibu. Lea kangen kalian, ” gadis itu menitikkan air mata dan tanpa sadar dirinya tidur diluar rumah.
Seseorang lewat depan rumah dan melihat Lea yang seorang diri. Orang itu akan menculik Lea dan dibawa ke tempatnya. Untungnya Farid dengan dua hantu itu menggagalkan dengan berubah wujud yang mengerikan, membuat orang itu kabur berlari.
“ Apa kamu gak kangen sama pacar manusia mu itu?”
Cantik, Farid mengucapkan kata itu tanpa sadar. Wajah Lea yang memang cantik ditambah dengan sinar bulan yang memancar membuat wajah nya bersinar. Setelah berkata demikian Farid pergi dan menyuruh temannya itu menjaga Lea sampai kekasihnya bangun.
Didalam kamar, Nara terlihat cemas karena Lea yang tidak ada disampingnya. Dia segera memberitahu kedua cowok untuk mencari Lea. Saat membuka pintu luar ketiganya terkejut mendapati Lea yang sedang tertidur.
“ Nih anak tidur sambil jalan apa gimana?" tanya Revan.
“ Gak tahu, mending bangunin aja suruh pindah.”
Revan menggendong Lea dan dibawa kekamar. Sedangkan Nara dan Panji masih berada diluar. Keduanya duduk diteras sambil menatap keatas.
“ Pan."
“ Iya apa?”
“ Lulus kuliah nanti apa aku harus kembali pergi keluar negeri?"
“ Aku gak tahu, sebenarnya selepas kita lulus aku berniat untuk melamar kamu Nar," sahut Panji sembari melirik pada kekasihnya.
“ Aku udah gak punya siapa siapa lagi. Andai aja waktu bisa diulang pasti aku..," ucapnya terpotong dan Panji menyimpan telunjuknya dibibir Nara.
__ADS_1
“ Shuutt! Gak boleh bilang gitu Nar. Kamu masih punya aku, dan orang tua ku sudah menerima kamu. Tunggu kita lulus kuliah aku akan segera menikahi mu,” Panji tersenyum begitupun dengan Nara.
“ Makasih Pan kamu udah selalu ada buat aku.”
Keduanya berpelukan dan saat akan melakukan ciuman datanglah Revan. “ Ekhem!"
“ Masih malam guys, lu berdua mau ngapain hah?" tanya Revan
“ Gak, kita gak mau ngapa-ngapain.”
“ Iya iya terserah lu berdua, gue duluan ya kekamar masih ngantuk. Oh iya si Lea juga udah gue pindahin, awas jangan berbuat hal macam macam Nar, Pan.”
Kedua pasangan itu mengangguk mengerti dan mereka kembali ke kamar. Keesokkan nya, mereka berempat membeli nasi ditempat yang kemarin. Dan disana terdapat si detektif yang sedang makan. Nara menyapa detektif tersebut setelah itu duduk dan memesan makan.
Nara berinisiatif untuk bertanya pada si ibu warung. Dia memberikan sebuah poto yang mana gambar itu adalah Galang dan Berry. Nara hanya ingin memastikan apakah para warga bekerja sama atau tidak. Setelah si ibu warung melihat, dia terlihat syok dan raut wajahnya berubah. Detektif yang melihat itupun menyimpan rasa curiga.
“ Saya tidak pernah melihat anak muda itu," jawab si ibu warung.
“ Ibu yakin? Soalnya teman saya ini pindah kesini dan sekarang keberadaan nya hilang entah kemana.”
“ Ss-saya yakin non.”
“ 30 ribu non."
Nara memberikan uang seratusan dan saat si ibu warung pergi kerumah nya mengambil kembalian. Nara berbicara pada teman temannya didepan detektif. Dari kejauhan, Farid masih mengawasi Lea.
“ Hey!" ucap seseorang dari belakang Farid.
” Bapak?"
“ Ternyata kamu masih selamat, saya sudah yakin bahwa kamu belum pergi. Selama ini kamu dan teman hantu itu kemana saja, kasian Lea yang setiap hari sedih merasakan kehilangan orang orang yang dia sayangi.”
“ Maafkan saya pak," ucap Farid menunduk
“ Lebih baik kamu temui kekasihmu itu."
Ttaapi...!
__ADS_1
Pak satpam langsung pergi tanpa berkata lagi. Farid terdiam dan berpikir apakah dirinya harus menampakan wujud kepada Lea atau tidak. Karena diamnya itu, saat Farid akan menghampiri sayangnya Lea dan yang lain sudah pergi bersama si detektif.
Disisi lain.....
Seseorang yang sangat spesial itu datang kekamar Galang. Dia berkata dengan nada pelan namun menyeramkan. Ternyata lelaki itu adalah ayah Clara. Dia masih menyimpan rasa dendam karena putrinya yang mati dibawa ke alam lain. Dan dia juga kesal pada papa Galang yang memandang dirinya sebelah mata.
Galang bertanya bagaimana bisa ayah Clara selamat. Dan lelaki itu menjelaskan jika dirinya diselamatkan oleh makhluk peliharaannya. Galang pun kembali mengingat jika waktu dulu saat dia dengan yang lain memeriksa tidak terdapat ayah Clara ditempat kejadian.
“ Apa yang sebenarnya lu lakukan ditempat ini?" tanya Galang yang mulai emosi.
Hahahaha, bukannya menjawab ayah Clara malah tertawa. Lalu berkata jika dirinya membuka bisnis. Menculik warga yang baru datang lalu menjual organnya untuk membuat dirinya kembali kaya raya. Bukan hanya itu, pekerjaan nya tersebut dibantu oleh psychopath yang berada di daerah ini dan warga sekitar.
Galang pun baru tahu jika warga sekitar merupakan warga pemakan daging manusia, yang tak lain mereka adalah kanibal. Ayah Clara juga tahu jika kemarin Galang sempat akan masuk kedalam ruangan tempat mengurung orang orang yang diculiknya.
“ Gila lu! Udah tua gak usah nambah dosa.”
“ Tahu apa kamu tentang dosa hah?”
“ Lu itu iblis! Bahkan melebihi. Ngebunuh orang tanpa sebab dan menjual organnya untuk kerakusan lu sendiri.”
“ Saya tidak peduli, tunggu giliran kamu. Hmm sepertinya adik perempuan kamu cukup cantik untuk saya pakai terlebih dahulu."
Mendengar perkataan itu Galang semakin emosi. Dia meninju wajah ayah Clara dengan sangat keras. Bukannya kesakitan manusia itu malah tersenyum. Dan tak lama pintu kamar ada yang mengetuk.
“ Jaga anak ini jangan sampai kabur," titah ayah Clara.
Detektif membawa Lea dan kawan kawan ketempat dirinya. Disana banyak sekali poto poto orang yang menghilang. Nara memegang salah satu poto dan dia mendapatkan penglihatan. Si detektif bertanya kenapa dengan Nara, Lea menjelaskan jika Nara adalah orang yang mempunyai indera ke-enam.
“ Berarti kamu bisa melihat makhluk seperti hantu?" tanya si detektif penasaran.
Nara menganggukkan kepalanya.
“ Jadi apa yang kamu lihat?"
“ Saya hanya melihat sekilas, seseorang yang memakai baju serba merah sedang menyeret sesuatu."
“ Menurut lu hantu apa manusia?" tanya Revan.
__ADS_1
“ Kayaknya manusia Van."
“ PSYCHOPATH." Ucap Revan dan Panji bersamaan. “ Gue lebih baik berurusan dengan hantu daripada psychopath. Karena manusia lebih mengerikan," sambungnya.