HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 16


__ADS_3

HAPPY READING ALL



Farid pergi mencari Lea, tak lama dia menemukan kedua gadis itu yang sedang diganggu penunggu rumah sakit. Dengan cepat dia pun mengusir hantu tersebut, Lea membuang napasnya dengan lega. Sedangkan, sahabatnya masih memejamkan mata.


“ Ber, Berry.” Lea menepuk pundak sahabatnya dan membantunya berdiri.


“ Setannya udah pergi kah Lea?”


Lea menganggukkan kepalanya, Berry pun mengajak Lea untuk kembali saja.


Reno yang lama menunggu kakaknya dia berinisiatif untuk pergi mencari juga. Kepergian Reno merupakan hal yang ditunggu tunggu oleh para penjahat yang ingin mencelakai ibunya. Tiga orang memakai jaket dan bermasker masuk kedalam ruangan, mereka menyuntikkan cairan yang akan membuat ibu Lea tak dapat bergerak.


Setelah itu, dengan mudah mereka berniat akan membekap wajah ibu Lea sampai kehabisan napas. Saat para penjahat akan menjalankan aksinya, kedua orang tua Farid melihat jika ruangan ibu Lea pintunya terbuka. Mereka berdua berjalan sambil ingin melihat Lea kembali. Betapa kagetnya setelah tahu jika ada seseorang yang sedang melakukan kejahatan.


“ HEY!! Siapa kalian?"


Ketiga orang suruhan Clara tercengang dan mereka pun lari. Papa Farid sempat bertatapan dengan salah satu dari mereka. Kemudian, Lea dan Berry datang dan bertanya apa yang terjadi. Orang tua Farid menjelaskan bahwa ada seseorang yang ingin membunuh ibunya. Saking paniknya sampai Lea tak sadar jika adiknya, Reno tak ada didalam ruangan.


Reno yang sedang berjalan seorang diri mencari kakaknya terlihat ketakutan. Untungnya satpam yang selalu baik kepadanya datang dan menemani Reno.


“ Bapak kok bisa ada disini?” tanya anak kecil itu.


“ Iya nak Reno, bapak lagi jenguk saudara yang sakit disini,” jawabnya berbohong.


“ Aku capek pak tapi kakak ku gak tahu dimana,” keluhnya. Satpam itu pun menyuruh Reno untuk kembali dan berkata jika dirinya lah yang akan melanjutkan pencarian Reno, padahal dia sudah tahu jika kakaknya telah berada di ruangan sang ibu.


“ Terima kasih pak kalo begitu Reno kembali," ucapnya sambil membungkukkan badan.


Galang, Revan dan Panji sedang membicarakan kejadian yang mereka alami saat pengujian nyali bersama para Maba. Bahwasanya mereka tak percaya dengan kejadian tersebut, cukup lama mereka telah berkuliah disana dan tak ada hal aneh pun yang mereka alami. Namun, semenjak masuknya Lea hal aneh aneh pun mulai berdatangan.


“Hai guys gue boleh ngomong gak?" potong Nara.


“ Ngomong aja Nar," ucap Revan.


“ Tapi kalo gue udah ngomong kalian bakal percaya gak sama yang gue ucapin?”

__ADS_1


“ Emang apaan sih? Ngomong aja masalah percaya dan gak percaya urusan nanti," sambung Panji kekasihnya.


“ Farid!!”


Kedua cowok itu kaget kecuali Galang. “ HAH!!”


Nara menganggukkan kepalanya dan menceritakan pertemuan dia dengan Farid beberapa kali. Disaat kedua temannya tidak percaya dan tertawa, Galang langsung ikut bicara dan mengatakan bahwa dirinya pun pernah bertemu dengan Farid sebulan yang lalu, saat kejadian yang terjadi disekolahan adiknya dulu.


“ Lang lu gak bercanda atau halu kan? Mana ada Farid, dia udah gak ada Lang. Gue tahu lu kangen tapi gak gini juga,” ucap Revan.


“ Ya udah kalo lu pada gak percaya sama gue.”


“ Gue percaya sama lu Lang, soalnya kemarin gue ngobrol sama Farid." Nara menatap Galang serius.


•••••. ••••••. ••••••. ••••••.


Lea panik karena adiknya yang tidak ada. Reno datang dan Lea langsung memeluknya, setelah itu dia memarahi Reno namun dengan nada rendah.


“ Sudah nak kasian, yang penting kan adik kamu sudah kembali dan tak terjadi apapun sama dia."


“ Iya Tante,” ucap Lea sambil menganggukkan kepalanya.


“ Terima kasih om, tante, semoga anaknya cepet sembuh ya."


Karena sudah merasa mengantuk berat, ketiganya tidur dan Farid menjaga kedua ruangan tersebut. Disisi lain, para hantu sedang berbincang-bincang dan berniat untuk menyusul Farid kerumah sakit melihat ibunya Lea.


“ Kun rumah sakit cuy," ajak si pocong.


“ Justru kita kamu kesana iya gak Kun," jawab kuntilanak, kuntilanak yang satunya menganggukkan kepalanya atas ucapan kuntilanak pertama.


“ Ya udah gass kesana," ucap si pocong yang bersemangat.


Ketiga hantu somplak itu sampai, mereka melihat Farid yang sedang bolak balik. Nampak senyum jahil dari ketiga hantu itu.


“ Okay, bentar.”


Kuntilanak pertama berjalan menundukkan kepalanya lalu berhenti disamping Farid.

__ADS_1


“ Sendirian aja mas, mau saya temenin gak?" goda si kuntilanak dengan genit.


Farid mengerutkan keningnya dan mengetahui jika perempuan yang mencoba untuk menggodanya itu adalah si kuntilanak teman ghibahnya.


“ Iya nih gue sendirian. Mbaknya kalo mau nemenin gue harus bawa cemilan setidaknya," jawab Farid sambil menahan tawa.


Si pocong dan kuntilanak kedua tertawa melihat tingkah teman satunya itu. Tiba tiba Farid sudah berada dibelakang kedua hantu itu dan suara Farid pun membuat mereka terkejut.


Hiihihihihi


Suara tawa kuntilanak yang cukup keras itu terdengar oleh Lea. Dia bangun dan memeriksa keluar, ternyata para hantu temannya itu sedang berkumpul. Dia pun berniat untuk ikut bergabung bersama yang lain.


“ Ngapain kalian semua disini?" ucap Lea tiba tiba.


“ Noh nganter dia godain Farid katanya kangen," jawab kuntilanak kedua dengan menunjukkan jarinya.


“ Fitnah woy fitnah, kita kesini kan buat lihat keadaan ibunya Lea. Dan kalian berdua yang nyuruh saya buat godain si hantu tampan."


“ Farid! Kamu di godain kuntilanak ini?" tanya Lea


“ Tenang gue gak bakal jatuh hati keorang lain selain lu,” jawabnya lalu menutup mulut.


Pipi Lea berubah menjadi merah, walau itu terucap tidak sengaja dimulut Farid tetapi Lea terlihat bahagia mendengarnya.


“ Mmmaakksud gue bukan gitu, aish!!”


Farid terlihat gugup, dari kejauhan pak satpam itu tersenyum melihat kebersamaan Lea, Farid dan ketiga hantu itu.


Pagi hari telah tiba, Reno tidak ingin pergi kesekolah walau sudah dipaksa oleh sang kakak. Alasannya anak kecil itu ingin menjaga ibunya. Lea mengerti apa yang di pikirkan adiknya itu. Namun, tetap saja Reno harus pergi sekolah. Lagipula Lea berkuliah di siang hari, dengan begitu dirinya lah yang akan menjaga sang ibu bersama para hantu.


Lea juga menyuruh Berry agar pulang kerumahnya. Dia tidak ingin sahabatnya itu ikut lelah, Berry pun pamit pergi meninggalkan Lea.


Setelah semuanya pergi, tiba tiba sang ibu bangun dan berbicara pelan pada anak gadisnya. Melihat ibunya yang sadar dia merasa bahagia dan langsung memanggil dokter.


Dokter datang lalu memeriksa keadaan ibunya.


“ Gimana dok ibu saya?"

__ADS_1


“ Keadaannya masih lemas tapi ibu anda sudah cukup membaik.”


Ibu Lea memotong pembicaraan itu, dia memberitahu dokter jika semalam tubuhnya tidak dapat digerakkan. Mendengar itu Lea teringat dengan kejadian semalam.


__ADS_2