HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN
HT 22


__ADS_3

“ Kayaknya kita semua harus cari tahu siapa sosok lelaki itu, dan mengapa dia ingin mencelakai Lea dan temannya," pikir Farid dan para hantu itu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


...HAPPY READING ALL...



..................


...VISUAL...


FARID



LEA



BERRY



GALANG



NARA



PANJI



REVAN



...----------------...


Lea dan Berry pergi kuliah. Karena teman temannya sudah tahu, Farid pun memutuskan untuk menyuruh semuanya berkumpul. Nara yang mendapatkan perintah dari sahabatnya itu pun langsung memberitahukan kepada yang lain.

__ADS_1


Kakak kakak seniornya menunggu kedua junior itu selesai kelas. Dan setelahnya mereka mulai membahas tentang Farid.


Beberapa jam kemudian, kedua gadis itu telah selesai kelas. Mereka berkumpul dengan wajah aneh, awalnya mereka semua terdiam tidak ada satupun yang memulai pembicaraan.


“ Ada apa nih?” tanya Lea dan Berry yang belum tahu.


“ Lu pasti bakal gak percaya Lea," jawab Revan.


“ Emang apaan sih?”


Galang mulai berbicara dan bercerita.


“ Jadi gini, dulu kita punya teman lebih tepatnya sahabat. Dan bisa disebut dia itu cowok paling keren diantara kita, cowok yang selalu menjadi incaran para cewek. Suatu hari, kejadian tak terduga menimpa dia. Sebuah kecelakaan motor saat kita sedang balapan.”


“ Eum teruss?"


Berry memotong cerita Galang, “ ahh aku tahu siapa cowok yang dimaksud kakak, pasti cowok itu yang bernama Farid kan? Walau aku gak pernah ketemu tapi kek nya iya soalnya siapa lagi temen kakak yang mengalami kecelakaan itu.”


“ Ya kamu benar Ber," jawab Galang


Farid?


Sontak saja semua yang ada disana terkejut mendengar apa yang diucapkan Nara. Teman temannya langsung melirik kearah Lea semua.


“ Lu serius udah jadian sama Farid?” tanya Revan terheran heran.


Farid yang ada disana hanya tersenyum.


“ Iya Van, lu inget gak pas kita makan di cafe terus Lea izin ke toilet. Sebenarnya dia gak pergi ke toilet melainkan ke taman untuk bertemu Farid.”


“ Kok lu gak bilang sih Nar kalo misalkan lu udah tahu semuanya,” ucap Revan.


“ Percuma, gue dulu pernah bilang kan ke kalian kalo gue pernah lihat Farid. Tapi apa? Lu semua gak percaya sama gue,” jawab Nara sambil cemberut.


“ Eh!! Emang ada ya manusia pacaran sama setan?" potong Panji.


...Terkadang cinta tak mengenal waktu, tempat dan segalanya. Semua datang secara tiba tiba, dan sebuah perasaan tak dapat bohong walau kita berkata tidak. Tetapi, hati akan terus menjawab iya bahwa kita mencintai seseorang....


...Sebenarnya memang salah jika kita mencintai orang yang berbeda alam. Mau sekuat apapun hubungan yang dipertahankan akan tetap saja tidak dapat bersatu....


...Dan kita sebagai makhluk hidup tidak dapat memilih siapa yang akan menjadi pasangan kita nanti. Semua telah diatur oleh tuhan....

__ADS_1


Lea yang mendengar pertanyaan dari Panji langsung menundukkan kepalanya. Terlihat rasa sedih dari wajah Lea, Farid pun turut sedih.


Nara memukul tangan kekasih nya, dan menyuruh Panji untuk meminta maaf kepada Lea. Berry yang tidak percaya sahabatnya berpacaran dengan hantu pun hanya bisa diam saja.


“ Gguuee minta maaf Lea, gak bermaksud buat lu sedih. Sekali lagi maafin gue ya," ucap Panji.


“ Iya gpp kok.”


“ Nara, sekarang si Farid ada disini atau ngga?" tanya Revan dan di angguki oleh Nara.


Saat Farid akan menampakkan wujudnya pada teman teman dia, sebuah lemparan kertas mengenai Lea dan membuat semuanya kaget. Hal itu pun membuat Farid tidak jadi menampakkan dirinya.


Berry menyuruh Lea untuk membuka kertas tersebut, dan saat dibuka isinya lagi lagi sebuah ancaman. Dan isi dari surat itu sama persis dengan yang Nara dapat kemarin. Namun, ada beberapa kata yang ditambahkan.


“ Siapa sih, Woy!! Kalo berani keluar lu," ucap Galang sembari teriak kesal.


“ Kek nya percuma lu teriak begitu, dan sepertinya orang yang meneror kita bukan orang sembarangan.”


......................


Reno yang sedang menjaga ibunya dirumah sakit, tiba tiba saja sang ibu kejang kejang. Dengan panik anak kecil itu berlari sambil memanggil manggil dokter dan suster. Dokter menjelaskan jika keadaan ibu Reno baik baik saja, dan dokter pun tidak tahu mengapa pasiennya seperti itu.


Tak lama sebuah asap hitam keluar dari dalam tubuh ibu Lea. Dokter yang ada disitu pun melihat asap tersebut. Lalu sang dokter memeriksa kembali ibu Reno, setelah diperiksa wajah si dokter langsung berubah. Reno yang melihat itu bertanya keadaan ibunya sambil menggoyangkan lengan dokter.


Si dokter membungkuk dan memegang pundak anak kecil itu sambil berkata jika ibunya sudah meninggal dunia. Air mata menitik di pipi Reno, dia langsung memeluk sang ibu dan menangis sejadi-jadinya.


Sang dokter meminta suster untuk menghubungi Lea. Seperti hal nya Reno, Lea syok setelah mendapatkan kabar jika ibunya meninggal. Teman temannya terlihat penasaran, Lea yang mendapat pertanyaan dari teman temannya tidak menghiraukan mereka. Dia langsung saja pergi tanpa berpamitan.


Karena penasaran, semua temannya pun mengikuti Lea. Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit, terlihat Lea dan Reno yang sedang menangis sambil memeluk sang ibu.


Buuuu, kenapa? Kenapa ibu pergi ninggalin aku sama Reno. Buuuu...!!


Farid mencari teman teman hantunya, dan saat ketemu dia langsung marah marah kepada mereka. Dan menyalahkan para hantu itu karena tidak menjaga Reno dan ibunya. Dua kuntilanak, pocong dan hantu anak kecil itu hanya menundukkan kepalanya sambil mengucapkan kata maaf.


Amarah Farid tidak dapat dikendalikan dan membuat teman hantunya itu merasa takut. Terlihat juga aura sangat kuat didalam tubuh Farid, yang sudah pasti mereka berempat tidak bisa melawannya.


Nara yang merasakan kekuatan Farid langsung pergi menyusulnya, dan dia mencoba untuk meredakan amarah temannya itu. Namun, usaha Nara percuma dan sia sia. Dia pun terpental saat akan mendekati Farid.


Andi membantu Nara bangun dan anak kecil itu menyuruh Nara untuk memanggil Lea. Hanya Lea yang dapat meredakan amarahnya. Gadis indigo itu bingung sebab, kini Lea sedang dalam keadaan bersedih dan tidak mungkin dia meninggalkan ibunya.


Mau tak mau Nara memanggil teman temannya. Dia meminta agar Galang dan yang lain mau membantu dirinya untuk meredakan amarah Farid yang sangat kuat itu. Mendengar itu mereka semua bingung, karena tidak bisa melihat Farid mereka juga tidak tahu bagaimana caranya agar temannya itu tidak lagi marah.

__ADS_1


__ADS_2