
Kemeriahan terlihat di Grand Ballroom Fairmont Hotel. Ichigo tidak berhenti tersenyum sepanjang acara ulang tahunnya yang mengusung tema negeri dongeng. Berbeda dengan teman-temannya yang memakai kostum ala pangeran dan putri negeri dongeng, Ichigo memilih menjadi kostum peri yang akan mengabulkan semua permintaan pangeran dan tuan putri.
Biru, Sora, Natsuki dan Andre yang mendampingi pun tak kalah heboh. Mereka memakai kostum sesuai tema. Sedangkan Keyko dan Amaya mereka hanya duduk dan mengamati dari jauh.
"Tante … " Rengek Arini sambil menghentak-hentakkan kaki. Ia kesal melihat interaksi antara Biru dan Sora.
Indira dan Raya kompak memijat pelipisnya. Meski sudah dijelaskan berkali-kali dan diminta bersabar, Arini tetap bertindak seperti anak kecil.
"Sabarlah Arini. Kita akan mempermalukannya di acara resepsi khusus orang tua nanti. Tinggal beberapa menit lagi. Bersabarlah." Ucap Indira sambil menekan rasa dongkolnya.
"Aku tidak bisa menunggu lagi. Aku akan menarik Sora dari sana." Sahut Arini.
"Lakukanlah. Kemudian Hasan akan datang menarik kepalamu hingga lepas dari leher. Tidak bisakah kau lihat ada banyak anak dari orang-orang berpengaruh di ruangan ini? Bagaimana jika mereka mengadu?" Tanya Indira.
"Mereka hanya anak kecil. Apa yang bisa mereka katakan." Arini tak mau kalah.
Indira mengepalkan tangannya erat-erat sambil mengumpat dalam hati.
"Tapi babysitter mereka bukan anak kecil." Ucap Raya. "Jangan gegabah." Imbuhnya lagi.
Arini menatap ke sekeliling ballroom. Ia kesal karena yang diucapkan Indira serta Raya ada benarnya. Akhirnya Arini kembali ke kamarnya dengan perasaan dongkol.
"Mau kemana?" Tanya Indira.
"Ke kamarku. Lebih baik menunggu disana daripada melihat perempuan tidak tahu diri itu." Ucap Arini sambil mengedikkan dagu ke arah Biru.
Indira dan Raya diam-diam menarik nafas lega.
"Perempuan itu membuat Mama gila dengan kebodohannya." Ucap Indira.
"Iya Ma. Untung keponakan Om Hasan." Raya menimpali.
Indira mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi ucapan Raya.
Tak lama kemudian, acara khusus anak-anak pun berakhir. Keluarga Kinomoto kembali ke kamar hotel mereka masing-masing untuk berganti baju untuk perjamuan yang Sora adakan khusus bagi para orang tua teman-teman Ichigo dan juga semua rekan bisnisnya.
Ichigo masih tetap bersemangat, apalagi ia yang menjadi bintang utama di Ballroom tersebut. Wajahnya berbinar-binar menerima ucapan selamat serta kado dari orang-orang dewasa yang sebagian besar tidak ia kenal.
"Mama, Ichi senang sekali." Ucap Ichigo pada Biru sambil menatap tumpukan kado di sudut ruangan.
"Syukurlah, Mama juga senang lihat Ichi tersenyum terus." Biru lantas mengecup pipi Ichigo.
Tiba-tiba dua orang anak sebaya Ichigo menghampiri. Gloria dan Miranda, keduanya adalah sahabat Ichigo.
"Ichi, ayo makan kue." Ajak Gloria.
Acara tiup lilin telah usai, kini para orang tua sedang bercengkrama sambil menikmati jamuan diiringi pertunjukan musik. Jadi Gloria dan Miranda tidak takut-takut lagi untuk berkeliaran sebab acara formal sudah selesai.
"Boleh kan Ma?" Ichigo meminta izin.
"Iya sayang. Tapi jangan bermain sampai keluar dari Ballroom, ok?"
"Siap Mama."
Ketiga gadis kecil itu langsung berlari menuju kue ulang tahun yang berada di sudut lain. Sedangkan Biru segera bergabung dengan Natsuki, Keyko dan Amaya di salah satu meja.
"Dimana Sora?" Tanya Amaya tiba-tiba.
"Sepertinya bersama salah satu pemegang saham." Jawab Biru tanpa mengalihkan mata dari jus miliknya.
"Bukan dengan Arini kan?" Tanya Keyko.
"Sepertinya tidak Nek. Perempuan itu ada di panggung." Jawab Natsuki.
Ucapan Natsuki membuat Biru, Keyko dan Amaya menatap ke panggung. Disana terlihat Arini sudah berdiri di tengah panggung sambil memegang mikrofon.
__ADS_1
"Selamat malam semuanya. Izinkan saya untuk menyanyikan sebuah lagu dari Ten 2 Five. Sebagai hadiah ulang tahun untuk Ichigo tersayang. Semoga panjang umur dan bahagia selalu Ichigo-chan."
🎶🎶🎶
...Hari ini saat bahagia untukmu...
...Bertambah satu tahun usiamu...
...Kunyanyikan sebuah lagu...
...Agar istimewa harimu...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you...
...Hari ini istimewa...
...Karena ini ulang tahunmu...
...Hari ini berbahagia...
...Nikmati saja...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you...
🎶🎶🎶
Mereka bertepuk tangan dengan ekspresi yang terlihat puas saat Arini sudah selesai menyanyi.
Indira segera naik dan mengambil mikrofon dari tangan Arini. Keduanya saling mengerling sebelum Arini turun dari panggung.
"Sekali lagi, beri tepuk tangan untuk Nona Arini Prawira." Ucap Indira yang langsung direspon dengan tepuk tangan dari para tamu undangan.
Sora sudah bergerak gelisah di tempat duduknya, ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Sesekali ia menoleh ke belakang untuk melihat Biru. Namun wajah Sang Istri palsu nampak tetap tenang melihat ke panggung.
"Untuk memeriahkan ulang tahun cucu kami, Ichigo. Nyonya Biru Kinomoto akan menunjukkan bakatnya dalam bermain piano untuk menghibur kita semua sekaligus sebagai hadiah ulang tahun untuk Ichigo."
Ucapan Indira sontak membuat Sora berdiri dan menoleh menatap Biru.
Ibu keterlaluan! Sora menggeram dalam hatinya.
Sementara itu, Biru menatap Indira sambil tersenyum tipis.
Dia berniat menjatuhkanku, apalagi jika aku menolak.
Biru menghela nafas. Dengan tenang ia berjalan menuju panggung.
"Biru." Sora menahan lengan Biru saat wanita itu melewatinya.
"Tenang saja Bang." Ujar Biru. Ia melepas tangan Sora kemudian naik ke panggung.
"Tunjukkan kehebatanmu, menantu." Ucap Indira dan tersenyum sinis. Ia tahu, Biru tidak akan bisa menolak.
Lampu utama Ballroom dimatikan dan sebuah grand piano disorot. Biru menatap piano berwarna putih tersebut untuk beberapa saat. Kemudian ia duduk, namun belum berbuat apa-apa.
Kasak kusuk mulai terdengar di bawah.
__ADS_1
"Sepertinya dia tidak bisa bermain piano."
"Aku dengar dia dari kalangan bawah. Pasti tidak bisa bermain piano."
Sora yang bisa mendengar itu segera berdiri dan menuju ke panggung. Tentu saja itu mengejutkan semua orang termasuk Indira yang baru saja duduk kembali di tempatnya.
"Apa yang Kak Sora lakukan?" Tanya Raya pada Indira.
"Entahlah. Mungkin dia mau menolong perempuan miskin itu." Jawab Indira. " Biarkan saja. Sekalipun Sora membantu, orang sudah tahu kalau perempuan itu tidak bisa apa-apa." Indira tersenyum puas menatap Biru yang masih diam.
Sora mengambil tempat duduk di samping Biru, bagian dalam. Ia menatap Biru untuk sesaat.
"Kenapa mengikuti kegilaan ibu?" Tanya Sora pada Biru sambil berbisik.
"Saya tidak ingin membuat Abang malu."
"Astaga, Biru." Desis Sora. Kemudian ia berdiri dan menghadap ke samping untuk menatap tamu undangan.
"Semoga anda semua terhibur. Ini lagu kesukaan Ichigo." Sora menunduk sejenak dan kembali duduk.
"Apa yang akan Abang mainkan?" Tanya Biru.
"Four hands piano, OST Secret." Jawab Sora singkat.
"Tapi itu dimainkan dua orang." Ujar Biru.
"Aku tahu, aku akan melakukan semampuku."
Sora menarik nafas dalam-dalam.
Ia meletakkan jari-jarinya di atas tuts. Dan sebagai pemanasan, ia membawakan lagu Secret Lento Version dari film Secret yang lembut.
Jari-jari Sora seakan menari di atas tuts, menciptakan alunan nada yang lembut dan menghanyutkan.
Pemanasan selesai. Sora bersiap untuk memainkan lagu utama yang sebenarnya harus dimainkan secara duet. Four hands - On shells Rain OST Secret.
Betapa terkejutnya Sora saat ia mulai menekan tuts di sebelah kirinya, tiba-tiba tangan kiri Biru ikut menekan tuts. Namun dengan cepat Sora menguasai diri. Kini ia dan Biru memainkan lagu itu dengan kompak. Apalagi Biru terus saja tersenyum saat memainkan piano.
Dua tangan kiri mereka memainkan progresi chord dan bass dengan baik. Begitupun kedua tangan kanan mereka, berpindah dengan lincah memainkan melodi dan juga chord. Tak ada kesalahan nada, seakan-akan keduanya sudah berlatih jauh-jauh hari untuk membawakan duet tersebut.
Satu per satu tamu undangan berdiri dan menatap dengan kagum. Indira, Hasan, Arini dan Raya berdiri dengan raut wajah marah.
Tiba-tiba saja Ichigo, Gloria dan Miranda naik ke panggung. Ketiganya menggunakan gerakan balet dan menari dengan lincah mengikuti irama musik yang dimainkan Sora dan Biru.
Demi Ichigo yang terlihat bahagia saat menari, Sora dan Biru mengulang memainkan lagu dari awal.
Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Ballroom ketika Sora dan Biru menekan tuts terakhir dan Ichigo bersama teman-temannya membungkuk memberi hormat. Semua yang hadir memberikan apresiasi berupa standing ovation.
Sora dan Biru menghampiri ketiga balerina cilik itu dan bersama-sama mereka kembali memberi hormat pada para tamu.
Tepuk tangan belum berakhir, Sora tersenyum bahagia, begitu juga dengan Biru. Ia bahkan tertawa kecil dan berpelukan dengan Ichigo.
Setelah Biru dan Ichigo mengurai pelukan mereka, Biru menatap Sora sambil tertawa kecil. Tawa itu menular. Bahkan Sora langsung meraih Biru masuk ke dalam pelukannya. Berkali-kali Sora mengecup kepala Biru untuk menyalurkan perasaannya, dan Biru pun tidak menghindar.
Tak berhenti sampai disitu. Karena terbawa suasana, Sora menjauhkan kepala Biru kemudian ia menunduk dan mengecup bibir Biru beberapa kali sebelum akhirnya k3cup4n berubah menjadi lum4t4n. Hadirin kembali bersorak, Ichigo dan kedua sahabatnya sontak menutup mata.
Biru ikut hanyut dalam suasana hingga membiarkan Sora menjajah bibirnya. Hingga akhirnya Biru tersadar dan mendorong dada Sora.
"Abang." Desis Biru, ia merasa malu karena berciuman di depan umum.
Sora terkekeh dan kembali memeluk Biru.
Arini yang menyaksikan itu tak kuasa menahan emosi. Dengan menghentakkan kaki ia bergegas keluar dari Ballroom. Indira pun tak menyangka, rencananya untuk mempermalukan Biru malah berakhir dengan adegan romantis diatas panggung bahkan mereka mendapat standing ovation dari para tamu undangan.
Disisi lain, Natsuki ikut memeluk Keyko dan Amaya ketika mereka bertiga melihat kemesraan Biru dan Sora di atas panggung.
__ADS_1
...****************...