Hartamu Menghancurkan Keluargaku

Hartamu Menghancurkan Keluargaku
Bab. 30


__ADS_3

Sesuai dugaan Andre, begitu masuk ke dalam mobil, Indira segera menghubungi orang yang selalu melindunginya.


"Aku mau hari ini juga kau mencari tahu pria di dalam video itu dan memberiku kabar!" Perintah Indira sebelum menutup teleponnya.


"Aaarrrhhhhhh!!!" Indira berteriak frustasi. Tidak pernah ia semarah ini akibat dipermainkan oleh anak-anak tirinya.


"Sora sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Aku harus cepat menyingkirkannya!" Gumam Indira dengan penuh kemarahan. Selama ini Indira selalu bisa mengendalikam Sora dengan bantuan Arini. Mereka sengaja membuat hubungan Sora dan Natsuki menjadi renggang.


"Kenapa disaat seperti ini harus muncul perempuan itu?! Tidak, semuanya harus dilenyapkan secepat mungkin."


Indira kembali menelepon seseorang.


"Aku punya pekerjaan untukmu." Ujar Indira sesaat setelah sambungan telepon terhubung.


***


Ichigo begitu bersemangat. Ini pertama kalinya Biru ikut menemani Ichigo latihan. Biasanya hanya ada Farah.


Gadis kecil itu tidak berhenti tersenyum dan bersenandung. Kebahagiaan di dalam hatinya terpancar keluar, terlihat jelas di wajahnya yang cantik dan menggemaskan.


Farah tak henti-hentinya tertawa kecil melihat tingkah Ichigo sore itu.


"Jarang sekali Nona Ichigo gembira seperti ini. Terima kasih, Nyonya." Gumam Farah.


Biru yang mendengar itu tersenyum. "Kenapa harus berterima kasih?"

__ADS_1


"Karena sudah mau menerima dan menyayangi Nona Ichigo. Sebelum ada Nyonya, perempuan-perempuan yang mendekati Tuan, hanya bersikap baik pada Nona jika ada Tuan." Kenang Farah.


Biru sudah membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba supir mendadak menginjak rem.


"Aduh!" Pekik ketiga wanita beda usia bersamaan.


"Ada apa Pak?" Tanya Biru.


"Nyo ... Nyonya, di ... di depan ada ... ada mobil menghadang." Jawab Sang Supir.


Biru bereaksi cepat. "Farah, tutup mata dan telinga Ichigo. Apapun yang terjadi, jangan keluar dari mobil. Pak, kunci pintu setelah saya keluar." Perintah Biru sambil mengambil dua buah senjata dari dalam tasnya dan menyisip ke pinggang. Mata Farah membulat sempurna.


Sejak ia tahu Indira membayar orang untuk membunuhnya, Biru selalu keluar rumah dengan persiapan matang. Bahkan di dalam rumah, sebuah pisau lipat selalu ia bawa. Biru tidak ingin lengah sedikit pun.


Tuhan, lindungi kami, lindungi Nyonya. Farah tak henti-hentinya berdoa di dalam hati. Ia semakin erat memeluk Ichigo.


Melihat musuh datang untuk mengambil nyawa, Biru pun tak segan. Ia mengambil senjata dari balik pinggangnya dan mulai menembak.


"Aaakkhhhh!" Teriakan si pembawa samurai terdengar sangat nyaring. Ia memegangi tangannya yang tertembus peluru hingga samurai di tangannya terlepas.


Gerakan Biru sangat cepat, membuat para penyerang terkejut. Mereka tidak menyangka akan mendapat perlawanan. Dari kabar yang mereka terima, sasaran kali ini hanya dua orang perempuan lemah dan seorang anak kecil.


Tembakan yang lain Biru arahkan ke mobil. Kaca pecah dan ban mobil menjadi kempes.


Biru menggunakan peredam hingga tidak menarik perhatian orang yang melintas. Namun beberapa pengendara berhenti, tidak ada yang berani mendekat karena melihat senjata yang dibawa para penyerang.

__ADS_1


"Ayo, pakai serangan cepat! Jangan takut!" Seru seseorang yang bertindak sebagai pemimpin.


Namun baru saja mereka akan bergerak, dari arah belakang dan depan muncul mobil mini van berwarna hitam. Orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut segera melompat keluar dan menodongkan senjata kepada para penyerang sambil mengelilingi mereka. Beberapa bahkan berdiri menjadi tameng Biru.


Para penyerang yang berjumlah 8 orang kebingungan. Mereka terkepung dengan senjata terarah kepada mereka.


"Wanita s14l4n!" Maki pria yang menjadi pemimpin.


Dan detik berikutnya.......


"Akkhhhh!!!" Pria itu tersungkur memegangi kakinya.


Biru menembak kaki pria itu.


"Introgasi kemudian habisi dan kirim mayat mereka kembali kepada pemimpinnya." Perintah Biru dengan wajah yang terlihat dingin tanpa belas kasihan.


"Baik!" Jawab para pengawal yang berada di dekat Biru.


"Nyo ... Nyonya. Tolong jangan bunuh kami!" Para penyerang mulai memohon saat Biru hendak kembali ke dalam mobil.


Biru berhenti dan menoleh sejenak. Ia menatap para penyerang satu per satu, kemudian masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun.


Sudah berani menyerang anakku, harus mati!


...****************...

__ADS_1


__ADS_2