Hartamu Menghancurkan Keluargaku

Hartamu Menghancurkan Keluargaku
Bab. 55


__ADS_3

Sora memasuki ruang perawatan keluarganya. Hanya terlihat Natsuki dan Ichigo.


"Dimana Nenek?" Tanya Sora pada Natsuki.


"Nenek menjalani pemeriksaan. Sudah lihat kondisi Bibi Lun dan Farah?"


Sora mengangguk. "Mereka sudah lebih baik." Jawab Sora sambil duduk di samping Ichigo.


"Papa." Panggil Ichigo sambil menatap wajah Sora dengan tatapan sendu.


"Iya sayang." Sora menjawab sembari mengusap kepala Ichigo.


"Mama mana? Kenapa Mama pergi lama sekali?"


Pertanyaan Ichigo membuat hati Sora berdenyut nyeri. Namun dengan cepat Sora menguasai diri. Ia segera memeluk Ichigo.


"Mama istirahat dulu ya. Mama masih lelah."


Di dalam pelukan Sora, Ichigo mengangguk dan balas memeluk Sora.


"Ichi sayang sekali sama Mama Biru."


Mendengar ucapan Ichigo, Sora memejamkan kedua matanya erat-erat. Sekali lagi, Ichigo yang menjadi korban.


Natsuki yang melihat ekspresi wajah Sora, menarik nafas dalam-dalam. Namun sekuat apapun ia mencoba, air matanya tetap turun juga.


Everest pasti sudah pergi. Everest...Everest...maafkan kami.


***

__ADS_1


Sora membawa seluruh keluarganya pulang. Ia juga meminta agar Nenek Keyko kembali tinggal bersama mereka di rumah utama.


"Nek, sebenarnya dulu kenapa Nenek minta pindah ke paviliun?" Tanya Natsuki. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya ia menanyakan hal itu. Namun setelah mendengar pengakuan Indira, Natsuki kembali penasaran.


Keyko yang baru saja menyesap ramuan herbal-nya menarik nafas dalam-dalam.


"Indira yang menyuruh Nenek tinggal di paviliun. Dia takut kalau Nenek keceplosan menceritakan kepada kalian kalau Nenek melihat dia mendorong Ayah kalian di tangga." Mata Nenek Keyko berkaca-kaca.


"Nenek tidak mau sesuatu yang buruk menimpa kalian." Imbuh Keyko lagi.


Natsuki duduk bersimpuh di depan Nenek Keyko dan meletakkan kepalanya di pangkuan Sang Nenek.


"Nenek." Suara Natsuki terdengar serak. "Harta kita sudah merebut semua kebahagiaan kita." Natsuki mulai terisak.


Nenek Keyko mengangguk-anggukkan kepalanya. "Kamu benar sayang." Sahut Keyko dengan bibir bergetar.


"Nenek." Panggil Natsuki lagi.


"Iya sayang."


"Apa?!" Nenek Keyko menegakkan pundak Natsuki. Matanya membulat sempurna. "Pergi? Pergi kemana?"


Air mata Natsuki sudah berderai. "Onii-chan bilang, Biru minta waktu untuk sendiri. Dia pulang ke Hongkong Nek." Jawab Natsuki di sela-sela isak tangisnya.


Hati Keyko mencelos mendengar jawaban Natsuki.


"Kasihan Ichigo dan Onii-chan, Nek." Imbuh Natsuki lagi.


Nenek Keyko teringat bagaimana wajah Sora akhir-akhir ini. Setiap ditanya soal Biru, Sora selalu mengatakan ada yang harus Biru dan kakaknya selesaikan terlebih dahulu. Meski terlihat baik-baik saja, tatapan mata Sora terlihat sangat sedih.

__ADS_1


"Dimana Sora?" Tanya Nenek Keyko.


"Sedang membujuk Ichigo. Dari kemarin Ichigo ingin bertemu Biru." Jawab Natsuki sambil mengusap air mata dengan tangannya.


Nenek Keyko segera meminta Natsuki untuk berdiri. "Ayo kita temui mereka."


Natsuki mengangguk dan menuntun Keyko ke kamar Ichigo. Saat mereka tiba, Sora baru saja keluar dan menutup pintu kamar putrinya.


"Nenek."


Nenek Keyko mengajak kedua cucunya untuk duduk di sofa yang berada tak jauh dari pantry.


"Sora, katakan yang sejujurnya. Dimana Biru?" Tatapan Nenek Keyko pada Sora terlihat begitu sedih.


Sora melirik Natsuki untuk sejenak kemudian menarik nafas. "Biru pergi, Nek." Jawab Sora pelan.


"Kemana?"


"Hongkong."


Nenek Keyko menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Ayo susul dia."


Sora menggeleng pelan.


"Kenapa Sora?" Nenek Keyko tidak mengerti dengan penolakan Sora.


"Aku harus menghargai permintaannya, Nek. Dia pasti kecewa berat. Mari kita beri waktu dulu." Jawab Sora dengan suara pelan. "Harta yang kita miliki, membuat Mas Arya dan Biru menjadi yatim piatu hanya dalam satu malam."

__ADS_1


"Harta kita menghancurkan keluarga mereka."


...****************...


__ADS_2