Hartamu Menghancurkan Keluargaku

Hartamu Menghancurkan Keluargaku
Bab. 54


__ADS_3

Biru merasa jiwanya hampa. Terlalu sakit hingga ia tidak tahu bagaimana harus mengatasi. Air matanya seperti kering. Ia sudah tak bisa menangis lagi. Hingga dadanya terasa begitu sesak.


Saat Arya berpamitan, Biru meminta izin ikut dengan alasan ingin mandi dan berganti baju. Biru memeluk dan mencium Ichigo dengan hangat sebelum pergi.


Dan kini, disinilah Biru berdiri. Memegang passport dan boarding pass di tangannya.


Setelah mandi dan berganti baju, Biru memutuskan untuk kembali ke Hongkong tanpa membawa semua barangnya di yang ada di kediaman Kinomoto. Arya pun tidak bisa mencegah itu terjadi.


Biru berjalan menyusuri garbarata dengan tatapan kosong. Ia lebih banyak diam, membuat asisten maskapai yang menemaninya tidak berani bertanya lebih banyak lagi. Biru segera diantar ke lantai atas, tempat penumpang kelas 1.


Ketika pesawat sudah mulai bergerak meninggalkan landasan, Biru menarik nafas dalam-dalam. Dari sudut matanya yang terpejam, mengalir butiran- butiran air mata.


Menyesal? Ya, Biru sangat menyesal. Karena ia sadar sudah mencintai Sora. Pria yang keluarganya menjadi penyebab kematian orang tua mereka.


Biru terisak pelan, tangannya terulur dan meremat baju dibagian dada. Mencoba menyalurkan rasa sakit yang menguasai seluruh tubuhnya.


***


Sora menjatuhkan diri di sofa dan menggeram frustasi. Setelah tidak menemukan Biru di rumah, Sora segera menyusul ke apartemen Arya. Namun bukannya melihat Sang Istri, Sora malah mendapat sebuah kotak kecil berisi ponsel dan secarik kertas yang berisi tulisan tangan Biru.

__ADS_1


Aku perlu waktu untuk sendiri.


Sora tertegun menatap kertas di tangannya.


"Di ... Dia per ... gi." Ucap Sora terbata. Arya menatap adik iparnya dengan perasaan bersalah. Namun ia tahu kalau Biru juga menderita setelah mengetahui kenyataan dibalik kematian kedua orang tua mereka.


"Maaf, aku tidak bisa menghalanginya." Sahut Arya.


Sora segera mendongak menatap Arya. "Biru kemana Mas?"


"Pulang ke Hongkong." Jawab Arya dengan jujur.


"Aku akan menyusul."


Sora menggelengkan kepala, hatinya kecewa. Tapi Sora pun sadar, Biru lebih kecewa dengan keluarga mereka. Sora beruntung Arya tidak membunuhnya saat ini juga.


Sora berdiri, ia terlihat lemah tak berdaya. Perlahan Sora berjalan mendekati Arya, dan tiba-tiba ia menjatuhkan diri. Berdiri menggunakan kedua lutut.


Arya sontak berdiri, ia terlalu kaget dengan apa yang dilakukan Sora. Sedangkan Jimmy, ia segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Mas, aku mencintai adik Mas. Tolong aku, Mas Arya."


Suara Sora terdengar menyedihkan. Arya tidak sanggup melihat itu Ia menarik lengan Sora dan memaksa adik iparnya itu untuk berdiri.


"Jangan begini, Sora."


Yang Arya tahu, orang Jepang sangat menjunjung tinggi harga diri mereka. Sekali pun sudah lama tinggal di negeri orang, masih banyak karakter yang tidak berubah.


Cengkraman Arya yang kuat di lengannya membuat Sora bangkit.


"Mas tidak bisa menghalangi Biru. Sejujurnya, Mas juga begitu kecewa. Mengizinkan adik satu-satunya menikah dengan anggota keluarga yang menjadi penyebab utama orang tua kami meninggal."


"Tapi nasi sudah menjadi bubur. Yang bisa Mas lakukan sekarang adalah melindungi Biru. Jadi tolong, beri Biru waktu."


"Sampai kapan Mas? Aku tidak ingin jauh dari istriku." Sora menolak permintaan Arya.


Arya hanya bisa menggeleng pelan. Ia tidak bisa memberikan jawaban bagi Sora.


"Maaf kan Mas, Sora."

__ADS_1


Sora menangis, ia tidak peduli lagi dengan yang namanya harga diri. Yang ia pedulikan sekarang hanya Biru. Istrinya.


...****************...


__ADS_2