
#Area 21+ harap bijak dalam membacanya #Author
Setelah keluar dari kamar mandi, Devan langsung merebahkan tubuhnya ke atas
kasur milik Leah. Devan masih kepikiran soal kejadian tadi.
la senyam-senyum sendiri karena sudah melihat jelas seluruh isi tubuh Leah yang seksi dan mulus dengan gratis.
Sebenarnya, jiwa kejantan Devan sudah bergejolak sedari tadi, apalagi sembari menyentuh tubuhnya itu dengan sangat nyata.
Ingin rasanya senjata miliknya yang sangat tangguh itu, menembus kedalam surga dunia miliknya Leah.
Akan tetapi, ia harus menahannya dan
agar dia tidak dicap sebagai laki-laki
brengsek.
Tidak lama kemudian, Leah pun langsung keluar dari kamar mandi yang masih berbusana handuk. Dengan beraninya dia
mengambil baju di tas dekat
Devan yang kini sedang berbaring.
Maklum, Leah tidak memiliki lemari, jadi segala sesuatunya dimasukkan ke dalam tas besar, termasuk baju-bajunya.
Sudah jelas apa yang Leah lakukan membuat lelaki itu semakin membelalakkan matanya akibat terangsang melihat tubuh Leah yang membuatnya semakin memuncak. Karena Leah risih dengan tatapannya
Devan, ia pun mengusirnya secara pelan-pelan karena takut kedengaran oleh tetangganya.
"A-aku mau berganti pakaian , kamu
keluar dululah,'ucap Leah malu-
malu.
"Kenapa aku mesti keluar? Bukannya di luar banyak orang orang yang sedang membeli bubur? Lagi pula aku sudah melihat seluruh tubuhmu itu seperti
apa?"kata Devan tersenyum licik.
"Kamu!"'gertak Leah dengan
matanya yang melebar.Dasar
laki-laki mesum! Menyingkir dulu
kenapa sih? Sembunyi di balik
tirai kek, di kamar mandi kek,
Kalau nggak aku teriak nih, biar kamu malu dan digebukin sama warga sini!"'cetus Leah yang semakin kesal.
"Loh silahkan saja teriak,
paling yang malu itu kamu, bukan
aku. Secara aku sudah berada di dalam kos-an ini. Dan itu artinya,
kamu memasukan seorang pria
tanpa seizin pemiliknya, dan nanti
kalau ada yang-"
Seketika ucapan Devan terhenti setelah apa yang ia lihat membuat dirinya tercengang.
Bagaimana tidak, Leah membuka handuknya dan memakai baju tepat dihadapan dirinya. Dia juga sembari
menampakkan wajah yang cemberut dan hati kesal, karena ucapan Devan yang tidak mau mengalah dan keras kepala.
Leah memakai satu persatu pakaiannya yang ada didekat Devan . Sementara Devan hanya bisa melotot sambil menelan salipanya. Betapa jelasnya tubuh gadis itu membuat adik kecilnya
semakin ingin keluar dari sangkarnya. Bahkan ketika Leah memakaikan Branya, dadanya membusung kedepan dan hal ini
membuat Devan semakin ingin menyentuh dua gunung kembar yang begitu montok dan seksi itu .
"Dasar laki-laki mesum , lihat tubuh kaya begini aja melongonya gak ketulungan,
__ADS_1
gimana kalau tubuhku macem
artis? Pasti dia semakin ngiler!"batin Leah dalam hatinya.
Devan sudah tidak bisa menahan hawa nafsunya, pikirannya sudah tidak sinkron dengan apa yang sudah dilihatnya.
Begitu juga dengan
gairahnya yang semakin
menggebu-gebu. Dan seketika itu
pula, matanya dipejamkan agar
birahinya tidak semakin liar.
"Ya Tuhan! Tolong aku! Aku
pria normal. Aku sudah tidak
tahan lagi! Gimana ini? Dia
begitu menggoda!"kata Devan
dalam hatinya.'Apa dia sungguh
sungguh ingin menguji kesabaran aku ?"
"Kenapa gak dari tadi nutup
matanya? Udah mau selesai nih pakai baju , malah nutup mata! Gak
kuat ya lihat body orang cantik
macam aku? Cih, laki-laki mesum seperti dirimu, mana mungkin
bisa menahan hawa *****!"ledek
Leah sembari memakai kaos oblongnya.
"Hey aku pria normal! Tentu
Memangnya kamu mau aku
sentuh ?'kata Devan setelah mendengar ledekan dari Leah .
"Ya-ya gak mau! Gak enak
kalau disentuh sama pria mesum seperti kamu! Wlekkk !"Leah langsung memalingkan wajahnya.
Dia cepat-cepat menjauh dari sorotan Devan .
Devan yang mendengar ocehan Leah , langsung mencoba mendekati Leah , Kata siapa gak enak? Sini biar aku sentuh! Biar kamu merasakan sentuhanku yang
begitu dahsyat!" Leah langsung menghindar ketika Devan mendekatinya.
Mereka seolah-olah seperti main
kucing-kucingan. Dan seketika
mereka lupa kalau diluar sana
ada yang sedang menunggu untuk menjual dagangannya kepada Leah .
"Wlekk! Gak kena!"ledek Leah sembari menghindar lagi dari kejaran Devan.
Dan Devan pun tidak tinggal diam, dia tidak mau kalah dari Leah . Dengan taktik liciknya, akhirnya Leah bisa jatuh kepelukan Devan .
Sontak saja, Leah kaget, karena Devan benar benar memeluknya dengan erat.
Apalagi Devan memeluk Leah dari
belakang.
"Aku akan buktikan kalau
sentuhanku benar-benar
__ADS_1
nikmat loh !'bisik Devan ketelinga Leah. Sehingga bulu kuduk gadis itu tiba-tiba saja berdiri mendengarnya.
Leah pun kegelian ketika mulut Devan menyentuh daun telinganya, bulu kuduknya pun langsung berdiri, bahkan ia
meneriaki Devan dengan
halus " Dev Lepaskan ! Nanti ada
orang lihat bagaimana?
Jangan teriak, Sayang. nikmatilah !"
Tangan Devan mulai beraksi, ia menjamah ke seluruh tubuh gadis itu dengan lembut.
Mulai dari paha hingga masuk
ke dalam kaos oblongnya untuk
menyentuh dua gunung kembar yang kenyal dan menantang.
Tidak hanya tangan, bahkan Devan mencium tengkuk leher Leah dengan halus.
"Aku jamin kamu akan
suka, bisik Devan lagi.
Leah hanya terdiam sembari
memejamkan matanya, dan
Devan pun memulai aksinya lagi.
Dengan sentuhan yang lembut,
akhirnya tangan Devan bisa menyentuh barang berharga milik Leah yang sudah terbungkus kain tipis.
Devan menggesekan tangannya ke area sensitif itu secara halus, agar Leah
semakin menikmatinya.
"Ehmmm desis Leah yang sudah tidak sadar akan kenakalan Devan . Kepalanya dia sandarkan dipelukkannya Devan ,
sehingga Devan semakin mudah
menyentuh tubuh gadis itu.
Devan mulai mencium leher Leah lagi, dan itu membuat Leah semakin tidak bisa mengendalikan diri.
"Ehmm desis Leah lagi ketika Devan melahap bibirnya yang manis itu.
Ketika sedang enak-enaknya,
tiba-tiba tukang bubur langganan
Leah memanggil lagi "Leah ! Udah
bangun belum, nih ? Kalau belum bangun akang mau langsung keliling lagi!"
Seketika itu pula aksi mereka
langsung terhenti, Devan segera melepaskan Leah dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Leah dengan cepat-cepat
merapikan pakaiannya yang sudah hampir terlepas karena aksi yang dilakukan Devan tadi .
"-iya, kang ! Tunggu!"jawab Leah dengan gugup.
Setelah pakaiannya rapi, Leah langsung membuka pintu dan menyambut tukang bubur dengan riangnya.
"Maaf ya kang udah lama nungguin, aku tadi abis mandi hehe"'ucap Leah salah tingkah.
Gak apa-apa kok, lagian tadi
ada yang beli kok , jadi tidak begitu
lama menunggunya,"ucap tukang bubur itu sambil tersenyum senang.
__ADS_1
janga lupa Like kasih hadiah dan Vote ya guys.
Love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love