HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
SAMPAI PADA BATASNYA


__ADS_3

#Area 21+ harap bijak dalam membacanya #Author


Setelah keluar dari kamar mandi, Devan langsung merebahkan tubuhnya ke atas


kasur milik Leah. Devan masih kepikiran soal kejadian tadi.


la senyam-senyum sendiri karena sudah melihat jelas seluruh isi tubuh Leah yang seksi dan mulus dengan gratis.


Sebenarnya, jiwa kejantan Devan sudah bergejolak sedari tadi, apalagi sembari menyentuh tubuhnya itu dengan sangat nyata.


Ingin rasanya senjata miliknya yang sangat tangguh itu, menembus kedalam surga dunia miliknya Leah.


Akan tetapi, ia harus menahannya dan


agar dia tidak dicap sebagai laki-laki


brengsek.


Tidak lama kemudian, Leah pun langsung keluar dari kamar mandi yang masih berbusana handuk. Dengan beraninya dia


mengambil baju di tas dekat


Devan yang kini sedang berbaring.


Maklum, Leah tidak memiliki lemari, jadi segala sesuatunya dimasukkan ke dalam tas besar, termasuk baju-bajunya.


Sudah jelas apa yang Leah lakukan membuat lelaki itu semakin membelalakkan matanya akibat terangsang melihat tubuh Leah yang membuatnya semakin memuncak. Karena Leah risih dengan tatapannya


Devan, ia pun mengusirnya secara pelan-pelan karena takut kedengaran oleh tetangganya.


"A-aku mau berganti pakaian , kamu


keluar dululah,'ucap Leah malu-


malu.


"Kenapa aku mesti keluar? Bukannya di luar banyak orang orang yang sedang membeli bubur? Lagi pula aku sudah melihat seluruh tubuhmu itu seperti


apa?"kata Devan tersenyum licik.


"Kamu!"'gertak Leah dengan


matanya yang melebar.Dasar


laki-laki mesum! Menyingkir dulu


kenapa sih? Sembunyi di balik


tirai kek, di kamar mandi kek,


Kalau nggak aku teriak nih, biar kamu malu dan digebukin sama warga sini!"'cetus Leah yang semakin kesal.


"Loh silahkan saja teriak,


paling yang malu itu kamu, bukan


aku. Secara aku sudah berada di dalam kos-an ini. Dan itu artinya,


kamu memasukan seorang pria


tanpa seizin pemiliknya, dan nanti


kalau ada yang-"


Seketika ucapan Devan terhenti setelah apa yang ia lihat membuat dirinya tercengang.


Bagaimana tidak, Leah membuka handuknya dan memakai baju tepat dihadapan dirinya. Dia juga sembari


menampakkan wajah yang cemberut dan hati kesal, karena ucapan Devan yang tidak mau mengalah dan keras kepala.


Leah memakai satu persatu pakaiannya yang ada didekat Devan . Sementara Devan hanya bisa melotot sambil menelan salipanya. Betapa jelasnya tubuh gadis itu membuat adik kecilnya


semakin ingin keluar dari sangkarnya. Bahkan ketika Leah memakaikan Branya, dadanya membusung kedepan dan hal ini


membuat Devan semakin ingin menyentuh dua gunung kembar yang begitu montok dan seksi itu .


"Dasar laki-laki mesum , lihat tubuh kaya begini aja melongonya gak ketulungan,

__ADS_1


gimana kalau tubuhku macem


artis? Pasti dia semakin ngiler!"batin Leah dalam hatinya.


Devan sudah tidak bisa menahan hawa nafsunya, pikirannya sudah tidak sinkron dengan apa yang sudah dilihatnya.


Begitu juga dengan


gairahnya yang semakin


menggebu-gebu. Dan seketika itu


pula, matanya dipejamkan agar


birahinya tidak semakin liar.


"Ya Tuhan! Tolong aku! Aku


pria normal. Aku sudah tidak


tahan lagi! Gimana ini? Dia


begitu menggoda!"kata Devan


dalam hatinya.'Apa dia sungguh


sungguh ingin menguji kesabaran aku ?"


"Kenapa gak dari tadi nutup


matanya? Udah mau selesai nih pakai baju , malah nutup mata! Gak


kuat ya lihat body orang cantik


macam aku? Cih, laki-laki mesum seperti dirimu, mana mungkin


bisa menahan hawa *****!"ledek


Leah sembari memakai kaos oblongnya.


"Hey aku pria normal! Tentu


Memangnya kamu mau aku


sentuh ?'kata Devan setelah mendengar ledekan dari Leah .


"Ya-ya gak mau! Gak enak


kalau disentuh sama pria mesum seperti kamu! Wlekkk !"Leah langsung memalingkan wajahnya.


Dia cepat-cepat menjauh dari sorotan Devan .


Devan yang mendengar ocehan Leah , langsung mencoba mendekati Leah , Kata siapa gak enak? Sini biar aku sentuh! Biar kamu merasakan sentuhanku yang


begitu dahsyat!" Leah langsung menghindar ketika Devan mendekatinya.


Mereka seolah-olah seperti main


kucing-kucingan. Dan seketika


mereka lupa kalau diluar sana


ada yang sedang menunggu untuk menjual dagangannya kepada Leah .


"Wlekk! Gak kena!"ledek Leah sembari menghindar lagi dari kejaran Devan.


Dan Devan pun tidak tinggal diam, dia tidak mau kalah dari Leah . Dengan taktik liciknya, akhirnya Leah bisa jatuh kepelukan Devan .


Sontak saja, Leah kaget, karena Devan benar benar memeluknya dengan erat.


Apalagi Devan memeluk Leah dari


belakang.


"Aku akan buktikan kalau


sentuhanku benar-benar

__ADS_1


nikmat loh !'bisik Devan ketelinga Leah. Sehingga bulu kuduk gadis itu tiba-tiba saja berdiri mendengarnya.


Leah pun kegelian ketika mulut Devan menyentuh daun telinganya, bulu kuduknya pun langsung berdiri, bahkan ia


meneriaki Devan dengan


halus " Dev Lepaskan ! Nanti ada


orang lihat bagaimana?


Jangan teriak, Sayang. nikmatilah !"


Tangan Devan mulai beraksi, ia menjamah ke seluruh tubuh gadis itu dengan lembut.


Mulai dari paha hingga masuk


ke dalam kaos oblongnya untuk


menyentuh dua gunung kembar yang kenyal dan menantang.


Tidak hanya tangan, bahkan Devan mencium tengkuk leher Leah dengan halus.


"Aku jamin kamu akan


suka, bisik Devan lagi.


Leah hanya terdiam sembari


memejamkan matanya, dan


Devan pun memulai aksinya lagi.


Dengan sentuhan yang lembut,


akhirnya tangan Devan bisa menyentuh barang berharga milik Leah yang sudah terbungkus kain tipis.


Devan menggesekan tangannya ke area sensitif itu secara halus, agar Leah


semakin menikmatinya.


"Ehmmm desis Leah yang sudah tidak sadar akan kenakalan Devan . Kepalanya dia sandarkan dipelukkannya Devan ,


sehingga Devan semakin mudah


menyentuh tubuh gadis itu.


Devan mulai mencium leher Leah lagi, dan itu membuat Leah semakin tidak bisa mengendalikan diri.


"Ehmm desis Leah lagi ketika Devan melahap bibirnya yang manis itu.


Ketika sedang enak-enaknya,


tiba-tiba tukang bubur langganan


Leah memanggil lagi "Leah ! Udah


bangun belum, nih ? Kalau belum bangun akang mau langsung keliling lagi!"


Seketika itu pula aksi mereka


langsung terhenti, Devan segera melepaskan Leah dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Leah dengan cepat-cepat


merapikan pakaiannya yang sudah hampir terlepas karena aksi yang dilakukan Devan tadi .


"-iya, kang ! Tunggu!"jawab Leah dengan gugup.


Setelah pakaiannya rapi, Leah langsung membuka pintu dan menyambut tukang bubur dengan riangnya.


"Maaf ya kang udah lama nungguin, aku tadi abis mandi hehe"'ucap Leah salah tingkah.


Gak apa-apa kok, lagian tadi


ada yang beli kok , jadi tidak begitu


lama menunggunya,"ucap tukang bubur itu sambil tersenyum senang.

__ADS_1


janga lupa Like kasih hadiah dan Vote ya guys.


Love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love love


__ADS_2