
"Maaf nyonya saya lancang tapi anda tidak perlu khwatir terhadap Tuan Devan karena saya tahu betul tuan akan pergi kemana "ucap Beni sopan kepada majikannya.
"Benarkah itu? Apa kamu tahu dia akan pergi kemana?" tanya Nyonya Celia yang masih mencemaskan anak semata
wayangnya.
"lya saya tahu, Nyonya, jawab Beni dan Tio yang masih menundukkan kepalanya.
"Ya sudah, kalau begitu kamu buntuti saja dia. Dan awasi setidaknya dia dalam keadaan baik-baik saja atau tidak" titah Nyonya Celia kepada kedua bodyguardnya Devan.
"Baik, Nyonya" Kedua bodyguard itu pun segera menyusul bos-nya, atas permintaan Nyonya Celia.
Nyonya Celia benar-benar tidak tenang karena anaknya pergi tanpa pamit. Dan tidak lama kemudian, Tuan Dimas
pun menghampirinya untuk menenangkan sang istri agar tetap tenang dan tidak terlalu mencemaskan anak semata
wayangnya, karena ia tahu jika Devan adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan juga ia pasti mampu menangani masalahnya sendiri.
****
Karena hari sudah semakin petang, Devan pun tahu kemana arah tujuannya akan pergi saat itu. Ya, kemana lagi kalau bukan ke tempat kerjanya Leah. la
pergi ke tempat itu dengan begitu tergesa-gesa. Namun setelah berada disana, ia tidak menemukan Leah sama sekali.
Di sana hanya sebagian rekan kerjanya saja yang begitu terlihat sibuk dengan tugasnya masing masing.
Padahal, rekan kerjanya Leah sangat tahu betul dengan kedatangan Devan itu, pasti
tujuannya hanya untuk bertemu Leah. Tapi mereka hanya diam dan pura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya.
"Aku yakin, mereka pasti tahu dimana Leah berada, ucap Devan dalam hatinya.
Ketikan Devan akan menghampiri rekan kerjanya Leah, tiba-tiba saja seseorang
mengehentikan langkah kakinya Devan. Siapa lagi kalau bukan Beni, bodyguardnya sendiri.
__ADS_1
"Kamu! Ngapain ikutan datang ke sini?" tanya Devan dengan geram.
"Maaf, Bos. Sebaiknya kita
keluar saja dari tempat ini karena___"
Belum juga Beni selesai bicara, tiba-tiba saja Devan menyelangnya dengan nada
tinggi, "Jangan melarang ku seperti itu! Aku tahu apa yang harus aku lakukan saat ini!"
"Tidak, Bos. Ini bukan waktu yang tepat kamu masuk ke dalam bar ini, kalau Bos mau bertemu dengan gadis itu, lebih
baik datangi ke kosannya saja!" jawab Beni dengan tegas, agar bosnya tidak masuk ke dalam bar.
"Betul, Bos, kami khawatir akan terjadi sesuatu jika Bos nekad masuk ke dalam bar itu kata Tio yang tiba-tiba
saja ikutan nimbrung bersama mereka.
"Benar juga apa kata mereka. Kalau begitu, aku harus cepat-cepat menemuinya, karena hatiku semakin tidak tenang ucap Devan dalam hatinya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Devan pun langsung menuju ke tempat kos-annya tempat Leah , karena ia yakin jika Leah sedang berada di sana. Dan kedua
"Ya ampun, Bos kita benar-benar nih tergila-gila sama wanita itu!" celetuk Beni sembari membuntuti bosnya dari belakang.
"Betul! Kasian juga mereka ya, hubungannya semakin rumit dan semakin sulit!".
*************
Sesampainya di kos-an Leah, Devan pun
langsung mengetuk pintu kamar Leah dengan begitu hati-hati, agar tidak
membuat tetangganya kebisingan. Sebab, saat malam tiba para penghuni kos-kosan
selalu berada di dalam kamarnya masing-masing kecuali orang-orang yang suka bergosip ria.
__ADS_1
Dan kini beruntungnya laki-laki itu, bisa berada di tempat kos-annya Leah tanpa ada yang mengetahuinya.
Tidak lama kemudian, Leahmembukakan pintu dengan wajah yang datar dan sudah tidak ada ekspresi cerianyanya lagi.
Bekas nangis sedari tadi pun masih terlihat jelas di wajah cantiknya.
"Apa kamu baik-baik saja, Leah? tanya Devan seakan ia tahu sesuatu yang sedang di pikirkan Leah.
"Menurutmu bagaimana?" Leah balik tanya kepada Devan tanpa menoleh sedikit pun.
"Pasti dia sudah tau apa yang selama ini aku sembunyikan, ucap Devan dalam hatinya.
"Ya aku ituu-" sejenak Devan berhenti, ia tidak tahu apa yang semestinya dia katakan. Rasanya berat kata-kata itu untuk ia keluarkan dari mulutnya.
Dan ketika Devan termenung diam, Leah menyodorkan sebuah majalah kepada Devan. Betapa terkejutnya Devan ketika melihat majalah yang berisikan foto
kemesraan dirinya dengan sang istri.
"Selama bersamaku, kamu tidak pernah menceritakan bahwa kamu itu sudah pernah menikah!" ucap Leah dengan
menahan air mata agar tidak terjatuh.
"Maafkan aku Leah, a-aku tadinya akan menceritakan semuanya, tapi rasanya waktunya belum tepat.
Dan aku-"
Belum juga selesai bicara, Leah pun langsung menyelangnya,
"Aku lebih baik tau dari awal, daripada harus tau dari orang lain. Bahkan kamu berani mengajakku menikah di hadapan
bapakku sendiri! Apa kau sudah tidak waras, Devan! Mana ada perempuan yang mau dimadu didunia ini!".
#Nah ayo jangan lupa Like
Vote
__ADS_1
Kasih hadiah ya
makasih dari author yang manis ini 💞💞😘