HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
BERTEMU ANGGI


__ADS_3

🌷


Sejenak Devan terdiam, karena apa yang dikatakan oleh kedua Bodyguardnya itu ada benarnya juga. Sebab, Leah adalah tipe wanita yang pekerja keras, bagaimana bisa ia dikeluarkan dari pekerjaannya dengan begitu saja tanpa sepengetahuannya. Sementara, dirinya saja masih sangat membutuhkan pekerjaannya itu.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku punya cara sendiri untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan Leah. Aku yakin, dia tidak akan pernah menolak dengan keputusanku ini," ucap Devan sembari mendekapkan tangan di dadanya.


"Baik lah, Bos. Semoga dengan keputusanmu itu, Leah tidak marah lagi sama kamu,"ucap Beni yang masih fokus menyetir.


"Ya betul, mudah-mudahan ini jalan satu-satunya untuk memperbaiki hubungan kalian berdua, Bos," ucap Tio dengan serius.


"Iya, makasih ya kalian berdua selalu mendukungku dan menyemangatiku. Entah apa jadinya jika aku tidak mendapatkan informasi mengenai Leah dari kalian berdua, pasti hidupku sudah semakin hancur,"ucap Devan lirih.


"Santai saja, Bos. Memang itu semua sudah menjadi kewajiban kita sebagai bodyguard untuk membantu bosnya, disaat dirinya sedang kesulitan," kata Beni .


Devan pun hanya tersenyum manis mendengar ucapan dari Bodyguardnya itu. Ia sangat bersyukur telah mempunyai kedua bodyguard yang sangat tunduk dan setia padanya. Dan Devan berjanji akan memperlakukan keduanya seperti layaknya saudaranya sendiri.


Disaat suasananya sedang hening, tiba-tiba saja Tio nyeletuk bicara," Oh iya Bos, bagaimana dengan nona Kara? Sudah beberapa hari ini, Bos belum menjenguk dia kan."


"Aku belum ada niat untuk menemui dia, Tio. Apalagi kalau mendengar perkataan dari ibunya itu, rasanya telingaku semakin panas dan ingin hancur berkeping-keping,"ucap Devan dengan datar.


"Oh, tapi... ya sudah lah, Bos. Gimana baiknya saja, kan yang mulai perkara duluan juga Nona Kara, jadi Bos tidak perlu bertanggung jawab sepenuhnya sama nona Kars"ucap Beni dengan pedenya.


"Kamu ini ngomong apa sih, Ben? Tentu saja mau tidak mau, Bos harus bertanggung jawab. Karena, biar bagaimanapun juga, nona Kara masih istrinya Bos. Mau salah atau tidak, tetap dia yang disalahkan karena posisinya nona Kara yang terluka. Bisa saja kan orang-orang mengira jika Bos tidak bisa menjaga istrinya sendiri?"ucap Beni sembari fokus menyetir mobil.


"Loh, kenapa Bos kita yang disalahkan? Otak kamu tuh di simpan di mana, Beni? Bisa bisanya kamu ngomong seperti itu di depan Bos kita?"gerutu Tio dengan begitu kesal."Lagi pula, ngapain juga harus menjaga nona Kara, sementara dianya saja tidak bisa mengurus dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Apa itu yang dinamakan istri yang baik dan taat sama suaminya?"


"Kan bisa saja, Ben. Pandangan orang itu kan beda-beda, kita berbicara yang pahitnya dulu, jangan asal mencampakkannya nanti kalau kualat dari istri bagaimana?"celetuk Tio.


"Tio!"bisik Beni sembari mencubit pahanya Tio seolah memberi isyarat kalau apa yang dikatakannya itu tidak baik."Kamu jangan keterlaluan dong!"


Tio yang mengetahui ekspresi bosnya itu langsung meminta maaf karena merasa tidak enak hati. Begitu juga dengan Devan, saat mendengar hal itu, hati Daffa kembali teriris seperti kena sayatan pisau yang tajam. Apa yang mereka ucapkan, semuanya adalah benar. Devan pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan yang ada dalam pikirannya hanyalah penyesalan.


"Ya ampun! Ini mulut, kagak bisa di ajak kompromi apa ya! Ah, matilah aku, pasti dia ngamuk ngamuk! Tapi... tapi... ucapanku kan memang benar, kenapa harus takut sama si bos," kata Tio dalam hatinya. Matanya Tio sesekali melirik ke arah bosnya yang sedang duduk di kursi belakang.

__ADS_1


"Bos, aku.. aku minta maaf ya. Mohon jangan tersinggung, aku hanya berkata apa adanya saja," kata Tio dengan rasa malu atas ucapannya itu.


"Tidak apa-apa, tidak masalah bagiku kalian mau bicara apapun. Yang pasti, aku akan menyelesaikan semua urusanku secepatnya," tukas Devan tersenyum kecil.


Kedua bodyguard-nya hanya bisa terdiam, mereka yakin jika bosnya sendiri masih bimbang dalam menghadapi situasi yang dilema itu. Dan untuk merubah situasi yang hening dan canggung, Devan pun mengalihkan pembicaraannya dengan menanyakan dimana Leah berada.


"Oh iya, apa kalian tahu tempat Leah yang baru ada dimana?"tanya Devan penuh harap.


"Untuk saat ini, saya belum tahu pasti, Bos. Saya sudah mencari tahu ke orang-orang terdekatnya, tapi tidak ada satupun yang memberi tahu dia ada dimana," kata Beni dengan ,dengan sangat serius.


"Mungkinkah mereka bersekongkol agar aku tidak menemuinya lagi?"ucap Devan mengernyitkan keningnya.


"Bisa jadi, Bos!"kata kedua bodyguard itu dengan serempak.


"Kalau Begitu, antarkan aku ke tempat kos-kosannya yang dulu,


mudah-mudahan saja firasatku tidak msat jauh," kata Devan tersenyum kecil.


"Baiklah Bos!"


Ternyata bukan ibu kos yang


akan Devan temui, melainkan Anggi


teman terdekatnya sekaligus sahabatnya Leah.


Kedua bodyguard-nya pun saling berpandangan, mereka tidak mengerti apa yang ada dipikiran bosnya itu.


"Kenapa bos kita mencari wanita itu? Bukan kah dia tidak menyukainya ya?"tanya Tio sembari berbisik kepada Beni.


"Entah lah, akupun tidak mengerti. Kita lihat saja, apa yang akan dilakukan oleh bos kita kepada wanita itu,"bisik Beni lagi.


Devan pun segera mengetuk pintu kamarnya anggi, dan tanpa menunggu waktu yang lama,

__ADS_1


akhirnya wanita itu membukakan pintu dengan berpenampilan ala kadarnya. Maklum, saat itu, anggi hendak beristirahat dan ia pun terlihat begitu ngantuk berat.


Tetapi, saat kedua bola matanya menatap laki-laki yang sangat diimpikannya itu sudah ada dihadapannya, Anggi pun tercengang dan seakan matanya segar kembali dan kembali terbuka lebar.


"Kak Devan?"ucap Anggi dengan mata yang berbinar-binar.


"Betul! Kamu masih ingat aku?"tanya Devan tersenyum kecil.


"Tentu saja ingat, kak. Ayo masuk dulu, kak. Soalnya-..."


Belum juga anggi selesai bicara, tiba-tiba saja Devan langsung menyelangnya, "Tidak perlu. Aku hanya ada perlu sebentar sama kamu, mengenai Leah. Bisa kan?"


"Cih! Dia lagi, dia lagi, menyebalkan sekali!"ucap Anggi dalam hatinya.


"Bisa tidak? Kalau tidak, saya pergi lagi nih!"ucap Devan dengan tegas.


"Te-tentu saja bisa, kak memangnya ada apa lagi dengan Leah?"tanya Anggi gugup.


"Tidak ada. Hanya saja, aku ingin tahu dimana dia sekarang. Aku yakin, kamu pasti tahu dimana dia berada, karena kamu sahabat dekatnya bukan?"kata Devan dengan sorotan mata yang tajam, yang membuat Anggi ketakutan.


"Tapi... aku-"


"Kalau setuju, aku tunggu kamu di mobil, lima menit dari sekarang,sela Devan sembari melangkah menuju ke luar kos kosan itu.


Tentu saja hal ini membuat Anggi gentar dan was-was atas perlakuan Devan terhadap dirinya. la merasa takut karena apa yang sudah ia katakan sebelumnya memang bohong. Anggi sama sekali tidak tahu Leah lagi ada dimana. Akan tetapi, setelah melihat sorot matanya Devan yang sangat menawan itu, rasa takutnya menjadi hilang seketika. Sebab, ketampanan Devan lah tujuan utamanya Anggi, agar bisa memiliki Devan seutuhnya.


"Ya ampun! Bagaimana ini? Apa aku bohong lagi aja ya? Lagi pula, aku mana tahu Leah ada dimana. Mendingan malam ini,aku harus atur waktuku sebaik mungkin, karena aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini, kan siapa tahu dia tertarik sama aku, hehehe,"batin Anggi dalam hatinya.


la pun segera bergegas mengganti pakaiannya dan bersolek dengan penuh percaya diri agar Devan bisa melihatnya dengan kagum. Tidak lama kemudian, Anggi pun segera menemui Devan yang sudah berada di dalam mobil. Setelah itu, mereka pun segera meninggalkan tempat kosan itu, tanpa mereka sadari jika ada beberapa orang yang melihat mereka pergi bersama dan melihat anggi masuk kedalam mobil bersama pria asing.


"Kenapa ya, rasanya serasa aneh deh. Bukannya pemilik mobil itu yang selalu bersama Leah sewaktu dia masih ada di sini? Tapi kenapa sekarang malah sama Anggi ya?"celetuk salah satu anak kosan itu.


"Entah lah, kita lihat saja nanti akhirnya akan seperti apa,"ucap salah seorangnya lagi.

__ADS_1


🌷🍫Karena banyak yg minta untuk aku crazy up .πŸ‘Œ


jadi aku akan sempatib buat up banyak ,jadi jangan Lupa Like vote dan favorite kan ya guys author LOveπŸ“šπŸ“–πŸ“±


__ADS_2