HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
TIDAK ADA HAK


__ADS_3

"Ayo kita pulang saja vin! Tidak baik ribut di sini, malu dilihatin orang!" ajak Leah sembari mengambil tasnya dan pergi melangkah ke luar.


"Tidak! Jelaskan dulu apa hubungan kamu sama dia? Kamu berani main di belakang aku kah?" tanya Devan yang semakin kesal dan jengkel.


Leah pun memberhentikan langkahnya dan langsung berkata, "Apa aku harus berkata di sini kalau dia itu siapa aku?"


"Tentu saja! Aku tidak suka kamu pergi bersama laki-laki lain, kecuali jika bersama aku!" ucap Devan sembari mendelik ke arah Kevin.


Otomatis, kevin pun merasa semakin bersalah, karena ia pikir jika Leah belum mempunyai seorang kekasih. Dan ternyata, apa yang ada dipikirannya tidak sesuai dengan ekspektasi. Kevin mengira jika Devan adalah kekasihnya Leah, meski kenyataannya laki laki yang ada dihadapannya itu sudah memiliki seorang istri yang sah.


"Grey, tidak perlu kamu jelaskan siapa aku, karena aku tidak ada urusannya sama orang-orang ini," ucap Kevin dengan tatapan sinis kepada Devan dan kedua bodyguard-nya.


"Ya sudah, ayo kita pergi saja dari sini, vin. Lagi pula sarapan kita juga sudah selesai bukan?" ajak Leah kepada Kevin tanpa menghiraukan ekspresi wajahnya Devan.


"Baiklah, Ayo!"ajak Kevin .


Kevin dan Leah pun langsung melangkah pergi meninggalkan Devan dan kedua bodyguard nya. Sementara, Devan yang melihat pemandangan kurang menyenangkan itu membuat dirinya semakin murka dan tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.


Kedua bodyguard-nya itu, langsung memenangkan bosnya agar tidak membuat keributan di tempat umum. Namun, Devan tidak menghiraukan ucapan mereka berdua, ia langsung menyusul Leah dan menarik tangannya dengan kasar sehingga gadis itu hampir saja terjatuh ke lantai.


"Apa yang kamu lakukan, Devan!" sentak Leah sembari membulatkan matanya.


"Kamu tidak boleh pergi dari hadapanku Leah!" tegas Devan.


Sementara, Kevin hanya bisa terdiam karena Devan sudah terlihat begitu emosi. Kevin tidak mau memperkeruh keadaan, apalagi sampai berantem gara-gara hal yang sepele.


"Apa hakmu melarang-larang aku untuk pergi? Kamu pikir, kamu itu siapa Hah!" sentak Leah dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


Devan pun hanya terdiam dan tidak bisa membalas ucapan dari Leah. Apalagi gadis itu terlihat sedih dan matanya sudah memerah karena menahan air matanya.


"Kamu harusnya mikir dong, Devan! Memangnya kamu itu siapanya aku? Main larang-larang saja. Kamu itu tidak ada hak untuk melarangku pergi kemanapun dan dengan siapapun. Karena aku bukan wanitamu. Ingat itu!" tegas Leah lagi dengan menatap Devan dengan sinisnya.


"Sudah-sudah, jangan ribut di sini, ayo kita pergi saja Grey!" ajak Kevin sembari menggandeng tangan Leah. Dan Leah pun menuruti apa yang Kevin katakan. la hanya bisa menangis merutuki kekesalannya karena Devan.


Sementara, Devan yang mendengar ucapan dari Leah, hatinya semakin sakit bagaikan tertusuk ribuan duri tajam. Tidak biasanya ia merasakan rasa sesakit itu saat menerima perkataan dari seorang perempuan. Bahkan, istrinya sendiri juga tidak pernah melakukan hal seperti itu pada dirinya. Kini dengan terpaksa Devan melepaskan tangan Leah dan membiarkan dirinya pergi dengan sahabat kecilnya itu.


"Bos, ka-"


Belum juga Beni selesai bicara, Devan pun langsung menyelangnya, "Aku sedang tidak baik-baik saja!".


Dengan mata yang memerah disertai wajah yang masam, Devan pun segera melangkah meninggalkan restoran itu. Selera makannya sudah hilang karena situasi yang tidak diinginkannya itu.


Sepanjang jalan, Devan hanya bisa termenung menyesali perbuatannya yang membuat Leah menjauhinya. Entah harus bagaimana lagi sekarang, karena bagi dirinya semua kenangan bersama Leah sudah retak dan hancur berkeping-keping.


Kedua bodyguard-nya pun saling terdiam dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka berdua hanya bisa fokus ke depan, terutama Tio yang sedang menyetir mobil agar segera sampai ke kantornya dengan Selamat.


Sementara itu di tempat lain


Leah juga mengalami hal yang sama seperti Devan. la terus saja berdiam diri dan sudah tidak ceria lagi. Kevin yang masih fokus menyetir, merasa iba, karena teman kecilnya yang terlihat begitu menyedihkan.


"Kamu baik-baik saja kan, Grey?" tanya Kevin pelan.


"Tidak! Aku sedang tidak baik-baik saja sekarang, jawab Leah lirih.


"Kalau kamu mau menangis, menangis lah. Biar hatimu terasa lebih lega," saran kevin yang masih fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Maaf ya, vin. Seharusnya masalah ini tidak terjadi. Itu semua terjadi karena-"


"Santai saja, kita kan teman. Aku juga sangat paham betul apa yang sedang kamu rasakan saat ini. Jadi, menangis adalah hal yang terbaik untuk kamu lakukan saat ini," sela kevin dengan cepat.


"Ya, kamu benar vin " ucap Leah yang mulai sedikit demi sedikit air matanya mulai mengalir dari kedua pipinya.


Sepanjang jalan, Leah menangis terus-terusan hingga tanpa disadari, jika dirinya telah sampai di rumah kosannya. Seperti biasa, Kevin memarkirkan mobilnya di depan gerbang kosannya.


Dan pada akhirnya, Leah menyadari jika dirinya sudah berada di area kost-an. Sehingga, ia pun segera berterima kasih kepada Kevin, karena telah mengantarkan dirinya kembali ke kosannya. Walaupun saat itu, matanya masih terlihat sembab karena habis menangis.


Kevin juga meminta maaf kepada leah karena ada pertemuan mendadak dengan kliennya. Sehingga ia tidak bisa menemani Leah disaat situasi Leah sedang tidak baik-baik saja. Tetapi kevin pun berjanji, besok dan seterusnya akan menemani Leah kemanapun leah mau.


Setelah kevin pergi, Leah pun segera melangkah menuju kosannya. Akan tetapi, belum juga sampai di kamar kosannya, tiba-tiba saja Leah mendengar ucapan dari beberapa orang yang sedang bergosip sembari menatap Leah dengan sinis. Akan tetapi Leah tidak memedulikannya karena itu bukan urusannya.


Ketika Leah hendak membuka kunci kamarnya, tiba-tiba saja ibu kostnya datang menghampirinya dan berkata, "Leah ibu mau bicara sama kamu, boleh kan?"


"Oh, boleh Bu. Ayo masuk dulu," ajak Leah dengan sopannya. Ia tidak punya firasat buruk apapun karena selama ini hubungannya dengan ibu kos itu sangat lah baik.


"Ah, tidak perlu. Ibu kesini hanya sebentar kok, cuma mau ngasih tahu saja, kalau kamar ini akan ditempati oleh orang baru. Jadi, ibu harap kamu mengerti. Dan sekarang juga kamu boleh nyari kosan yang baru lagi ya, mumpung masih siang hari," ucap ibu kos itu tanpa ada sedikit rasa bersalah.


Mendengar hal itu, Leah pun terperanjat kaget. Memang perkataan ibu kost itu sangat halus, tapi mampu membuat hati Leah sangat sakit. Bagaimana tidak, selama ia menempati kamar itu, Leah selalu bayar tepat waktu dan tidak pernah sampai menunggak pembayaran.


*Halo semua up lagi dong.


#jangan lupa Like,Vote dan kasih hadiah ya.


#jangan lupa Favorite kan dan komen juga ya guys 🌷🌷📖

__ADS_1


__ADS_2