
Sesampainya di apartemen, Devan langsung segera menemui istrinya itu. Namun, tak kunjung ia temukan. Dan ternyata, yang ia temukan hanyalah bapaknya Leah yang sedang duduk di kursi sofa.
"Bapak!"ucap Devan kaget
Pak hasan terlihat gembira ketika Devan datang menghampirinya, meski raut wajahnya belum terlalu bugar, namun rasa kebahagiaannya terlihat dalam raut wajahnya.
"Maaf ya, Pak, saya langsung bawa bapak kesini, soalnya-"
Belum juga selesai bicara, Aldio langsung menyelangnya," kak Devan!"
"Eh, Dio! Wah kalian semua ada disini, pasti suasananya tambah hangat. Oh iya Gimana kuliah kamu? Lancarkan?"
"Alhamdulilah, lancar Kak, tapi sepertinya aku disini cuma sebentar Kak, soalnya lusa harus berangkat lagi "ucap Aldio tersenyum .
"Oh, oke lah tidak masalah yang penting kamu jaga kesehatan saja, biar kuliah kamu lancar," nasihat devan.
"Siap, Kak!"
"Ya sudah, Nak Devan, silahkan istirahat dulu, pasti hari ini begitu lelah kan? Nanti kita berbincang bincang lagi,"ucap Pak Hasan dengan lembut.
"Baik, Pak. Oh iya, Leah dimana ya?"tanya Devan.
"Kak Leah sedang di kamarnya Kak. Tadi baru saja selesai menyiapkan makanan buat nanti makan malam," ucap Dio dengan cepat
"Oh, baiklah."
Tanpa berpikir panjang lagi, Devan langsung bergegas menuju ke kamarnya. Ketika Devan membuka pintu dengan begitu pelan, terlihat Leah sedang memakai baju. Hal ini membuat dirinya begitu senang.
Devan langsung menyerbu istrinya dengan memeluk tubuhnya dari belakang. Sontak saja Leah kaget dan berteriak karena kegelian saat Devan mencium tengkuk lehernya dengan kuat. Tangan Devan tidak tinggal diam, ia berusaha menyentuh area sensitifnya yang sangat berharga itu. Semakin cepat, erangan Leah semakin kencang, hal itu membuat gairah Devan semakin bergejolak.
"Sayang, kamu manis sekali!"lirih Devan yang sudah tidak tahan ingin segera menumpahkan hasratnya kedalam surgawinya Leah.
__ADS_1
Lalu, Devan merebahkan istrinya ke atas ranjang, secepatnya ia melepaskan pakaiannya, karena Leah sudah tidak memakai sehelai benangpun. Dan saat itu pula mereka berdua bertempur di atas ranjang hingga sampai dua jam lamanya.
Devan memeluk erat tubuh Leah, seakan ia tidak mau untuk beranjak dari tempat tidurnya, karena aksi yang sangat melelahkan itu membuat dirinya lupa pada janjinya kepada sang ibu tercintanya. Jangankan ingat dengan janjinya kepada ibunya Celia , dengan Pak Hasan dan Aldio saja ia lupa, kalau mereka berdua sedang berada di apartemennya.
"Sayang! Aku mau mandi lagi, tolong lepaskan dulu pelukannya, ini sudah hampir sore, jangan tidur! Tidak baik untuk kesehatan loh! Lagian, Bapak dan Dio sedang ada disini, tidak enak kalau kita berlama-lama di kamar, kesannya kita tidak menyambut kehadiran mereka disini," ucap Leah sembari berusaha melepaskan pelukan erat Devan.
Padahal dirinya juga sebenarnya kelelahan, namun mau bagaimana lagi, Leah harus bersikap baik jangan sampai mereka berdua kecewa ketika berada di apartemennya.
"Baik lah-baik lah, aku juga akan ikut mandi bareng kamu "ucap Devan sembari melepaskan pelukannya.
"Loh-loh, kenapa kamu ikut mandi! Nanti malah minta lagi dan lagi," ucap Leah menlengkungkan bibirnya.
"Loh! Memangnya kenapa? Kan aku sudah membayar cash tadi pagi pakai ATM, dan itu cukup untuk membayar 8 tahun ke depannya,"ucap Devan menyeringai.
"Apa! Jangan bilang kalau kamu akan merasai tubuhku setiap detiknya!"kaget Leah.
Devan tertawa mendengar perkataan istrinya itu, ia langsung menggendong istrinya ke kamar mandi. Leah yang sudah kelelahan itu hanya pasrah karena ulah suaminya yang selalu ingin bercinta lagi dan lagi dengan dirinya.
Waktu sudah menunjukan pukul tengah delapan malam, Devan dan Leah sudah beres berhias diri dan siap untuk keluar dari kamarnya. Namun, sebelum mereka berdua keluar, Devan sempat berbicara serius pada Leah. Bahwa dirinya sudah memberikan surat cerai kepada Kara, dan sekarang ini ia baru saja ingat akan janjinya kepada sang ibu untuk menemuinya dengan memberi sebuah kejutan. Dan hal itu membuat Leah tambah bahagia. la pun sangat mendukung Devan untuk memberi kejutan kepada orang tuanya. Namun, Devan tidak memberi tahu kejutan apa yang akan ia berikan kepada ibunya.
"Sayang! Apa kamu siap untuk menemui orang tua sekarang?tanya Devan sembari menggenggam tangan Leah.
Sembari mengangguk dengan wajah semu merah, Leah pun menjawab, "Ya aku sudah siap bertemu mereka!"
Keduanya langsung keluar dari kamarnya dan mereka pun segera pamit kepada ayahnya Leah dan adiknya untuk pergi ke rumah orang tuanya Devan. Dan hal itu sangat diizinkan oleh bapak tercintanya Leah. Karena biar bagaimanapun juga mereka harus bertemu dan harus menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Sudah hampir Satu jam lamanya, akhirnya mereka berdua sampai juga di kediaman orang tuanya Devan. Rasa gugup dan jantung berdetak kencang, semakin menyelimuti hati Leah. Dengan menggenggam tangan Devan, ia berusaha untuk tetap tenang. Karena ia yakin, suaminya akan melindunginya dari masalah apapun.
******
Semua pekerja di rumah mewah itu, sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan sang tuan muda yang selama ini mereka rindukan. Semua ruangan tertata rapi. Dan orang tua Devan pun telah mempersiapkan diri untuk menyambut anak semata wayangnya.
__ADS_1
Ketika pintu dibuka, betapa terkejutnya orang tuanya Devan, melihat anak tercintanya menggandeng seorang wanita cantik yang anggun dan elegan.
"Mama! Papa!"panggil Devan sembari menghampiri ibunya, Celia.
Namun, ibu Celia masih diam terpana melihat kecantikan wanita yang dibawa oleh Devan ke rumahnya. Begitu juga dengan tuan Dimas, ia benar-benar terkejut karena anak semata wayangnya sudah menggandeng seseorang yang belum diketahuinya.
"Mama! Papa! Kok kalian masih diam saja sih? Tidak ada penyambutan yang......"
"Oh, ya ampun. Mama benar benar terkejut melihat kalian! Tu-tunggu dulu, ini siapa, Devan yang kamu gandeng ?"tanya Celia penuh tanda tanya.
"Oh iya, kenalin Ma, Pa, ini istri barunya aku!"jawab Devan sembari menggenggam tangan Leah.
Sementara Leah hanya terdiam, dan hanya memancarkan senyumannya demi menjaga kesopanan untuk kedua orang tuanya Devan.
"A-apa? Istri?"kaget Celia.
"Jadi ini menantu baru kita?"tambah Tuan Dimas tersenyum lebar.
"Iya Ma, Pa, mulai sekarang dan selamanya, dia yang akan menjadi pendamping hidup aku"ucap Devan melirik Leah sembari tersenyum manis.
"Ya ampun! Ini benar-benar kejutan yang tidak terduga, ayo kita duduk dulu, ya ampun kamu cantik sekali, siapa namanya?"tanya Nyonya Celia sembari mempersilahkan mereka berdua duduk.
Dan setelah mereka duduk bersama, Leah pun menjawabnya dengan manis, "Saya Leah, Nyonya."
"Jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku mama, aku ini kan ibunya Devan, berarti ibu kamu juga"ucap Nyonya Celia antusias sembari menggenggam tangan Leah.
"Apa kalian mau menjelaskan kepada kita, apa saja yang kalian lalui sampai kalian bisa bersama? Bahkan untuk pernikahan kalian saja, kita tidak mendengar kabarnya? Bodyguard kamu juga tidak ada yang memberitahu kita,Devan Setega itu kah kamu sama orang tua sendiru?"ucap tuan Dimas sembari menatap anaknya dengan tatapan serius.
^^***Jangan lupa Like ,Vote dan kasih hadiah ya guys
~See you next time 😉😉***
__ADS_1