HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
Menahan rasa


__ADS_3

Karena Devan tak kunjung peka ,jadi Leah pun mulai berinisiatif untuk menarik tangan Devan dan meletakkan nya diatas pahanya yang mulus.


Leah menggerak-gerakkan tangan Devan diatas pahanya dengan teratur ,hal itu membuat Devan menjadi sangat tercengang dan tidak bisa berkutik sedikitpun.


"A-apa yang kamu lakukan Leah?"bisik Devan dengan mata yang membelalak.


"Menurutmu bagaimana? Kamu suka tidak?"tanya Leah dengan matanya yang menggoda.


"Tentu saja suka! Tapi ya jangan di sini!"tegas Devan sedikit keras. Sehingga, kedua bodyguard-nya pun mendengar


perkataannya Daffa.


"Jangan di sini bagaimana, Bos?"tanya Beni yang masih fokus menyetir.


"Mungkin, bos mau turun di sini, atau anterin gadis itu pulang," ucap Tio sembari melirik ke belakang.


"Benarkan bos?"


"Ti-tidak! Bukan begitu, maksud aku-"


Belum juga Devan selesai bicara, tiba-tiba saja Leah langsung menyelangnya," Tidak! Aku tidak mau pulang. Aku ikut sama kalian bertiga saja, bolehkan?"


Seketika Devan terdiam sembari mengernyitkan keningnya karena Leah mendadak manja dan lengket padanya seperti prangko.


"Bolehkan? Aku ikut sama kamu? Kalau kamu tidak mau, aku mau telepon Kevin lagi biar dia menjemput aku di sini," gumam Leah sembari cemberut.


"Hey, apa maksudmu manggil pria itu ke sini, menyebalkan sekali sih jadi wanita!"gerutu Devan.


"Han, lebih baik antarkan aku ke apartemen saja!"


"Baik, Bos!"


Mendengar hal itu, Leah pun tersenyum lebar. Ia benar benar senang dan bahkan Leah semakin melengketkan tubuhnya ke arah Devan. Bukan karena keinginannya Leah, tapi memang rasanya sudah tidak bisa tertahankan lagi.


"Tahan Leah, jangan malu maluin, kamu pasti bisa,"batin Leah dalam hatinya.


Beni pun melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai ke apartemen bosnya.


Sesampainya di apartemen, kedua bodyguard-nya pun segera pamit untuk meninggalkan Devan dan Leah. Dan mereka berdua berjanji untuk tidak memberitahukan keberadaan bosnya agar orang-orang tidak membuat berita yang tidak diinginkan Devan. Baik dari keluarganya, maupun dari keluarga istrinya.

__ADS_1


"Akhirnya, kita bisa berduaan di sini!"ucap Leah sembari tersenyum manja. Ia pun menggelayutkan tangannya ke pundak Devan.


Devan yang melihat gelagatnya Leah, membuatnya sangat geli. Bahkan ia tidak berani menatap wanita itu, karena ia tahu bahwa Leah masih dalam keadaan mabuk.


"Sebelum kamu tidur, lebih baik mandi saja terlebih dahulu," tungkas Devan sembari melepaskan tangannya Leah.


"Aku tidak mau!"jawab Leah manja.


Dan dengan sigap gadis itu langsung memeluknya lagi. Sampai-sampai Leah mencium dada bidangnya Devan dan merembet ke arah lehernya. Tentu saja hal ini, membuat Devan semakin tercengang.


"Apa yang kamu lakukan?"ucap Devan mengernyitkan dahinya.


"Agar kamu terangsang!"jawab Leah dengan polosnya.


"Kamu dalam keadaan mabuk begini, mana mungkin aku bisa terangsang!"ucap Devan menyunggingkan bibirnya.


"Tapi aku benar-benar sudah tidak tahan, Devan! Coba katakan, aku harus apa biar kamu bisa terangsang. Apa aku harus buka baju di sini?"ucap Devan yang masih memeluk Devan dengan erat. Bahkan gadis itu sedikit menggoyangkan tubuhnya dan menggesek-gesekkan agar Devan bisa tergoda.


"Tidak! Tidak perlu. Kalau pun kamu memintanya sekarang, aku tidak akan melakukannya. Ayo mandi saja!"ajak Devan sembari menuntun Leah ke kamar mandi.


Namun, Leah tetap enggan untuk masuk ke dalam kamar mandi. Ia pun terus menggoda Devan dan berusaha membuka baju yang dikenakan Devan.


"Apa yang kamu lakukan!"tanya Devan yang semakin tercengang.


Mendengar hal itu, Devan pun terkekeh-kekeh, lalu laki-laki itu menuntun Leah lagi dengan secara paksa.


"Lebih baik mandi saja, oke!"


"Ah, aku tidak mau,"rengek Leah dengan manja."Oh, atau jangan-jangan kamu ingin melakukannya di kamar mandi ya?"


Mendengar hal itu, Devan hanya bisa terdiam, ia tidak perduli racauan Leah karena ia yakin Leah tidak akan berbicara seperti itu, kalau tidak dalam keadaan mabuk.


Setelah berada di kamar mandi, Leah pun dengan cekatan membuka seluruh pakaiannya di hadapan Devan, hingga sampai tidak ada sehelai benang pun. Devan yang melihatnya pun hanya bisa menelan salivanya karena ia adalah laki-laki yang normal. Tapi, meskipun begitu, ia masih dalam keadaan sadar. Ia tidak ingin melakukan hal yang membuat Leah kecewa.


Rasa yang sudah ada sedari tadi, tapi ia tahan, dan terus menahannya agar tidak terjadi sesuatu pada dirinya dan juga Leah.


"Bagaimana? Apa sekarang sudah terangsang?"tanya Leah dengan matanya yang menggoda.


Namun, tanpa menjawab pertanyaan dari Leah, Devan langsung mengangkat tubuh nya dan memasukkan Leah ke dalam bathtub yang sudah terisi air dan sabun. Tentu saja hal ini membuat Leah menjerit dan kesal karena Devan begitu memaksa.

__ADS_1


"Pelan-pelan dong! Jangan maksa!"kata Leah sembari cemberut.


"Kalau tidak dipaksa, mau sampai kapan kamu masuk ke dalam bathtub nya? Dari tadi menggoda terus. Kalau tidak dalam keadaan mabuk, tanpa kamu goda pun aku sudah pasti akan mencicipi tubuhmu itu,"geram Devan menyeringai.


Leah hanya mendelik ke arah Devan dengan sinis. Ia tidak membalas ucapan Devan lagi karena lama-kelamaan rasa panas dan rasa aneh yang sedang melanda tubuhnya, perlahan-lahan membuat gadis itu merasakan kenyamanan. Sesekali Leah memejamkan matanya, dan hal itu meyakinkan Devan bahwa Leah sudah dalam keadaan tenang.


Berhubung Leah masih berada di dalam bathtub, Devan pun segera membersihkan diri di kamar mandi yang lainnya. Kebetulan di apartemen itu, ada tiga kamar mandi. Jadi Devan bebas untuk mandi dimana saja. Setelah semuanya selesai, ia pun kembali lagi untuk menemui Leah.


"Sudah selesai belum mandinya? Aku akan memesan makanan, kamu mau makan apa?"ucap Devan sembari duduk di pinggir bathtub.


"Aku masih nyaman seperti ini. Rasanya adem tapi-"


"Tapi apa?"Devan langsung menyelang perkataan Leah.


"Devan, sepertinya ada yangmemasukkan obat perangsang ke dalam minumanku," ucap Leah yang masih memejamkan matanya.


Devan pun tercengang atas perkataannya Leah. Dan tentu saja ia geram, siapa yang berani memberi obat perangsang kepada wanitanya.


"Apa kamu tahu, siapa orang nya?"tanya Devan kesal.


"Tidak!"balas Leah dengan santainya.


Devan pun langsung beranjak dari duduknya dan berkata,"Aku harus menemui temanmu itu karena-"


Belum juga Devan selesai bicara, tiba-tiba saja Leah menarik lengannya lagi dan berkata," Jangan! Sudah lupakan saja, yang penting aku sudah bersama kamu lagi bukan?"


"Tapi-"


Dengan cekatan Leah langsung mengecup bibirnya Devan dengan lembut. Devan hanya terdiam karena perlakuan Leah sangat membuat dirinya terlena.


Leah pun melepaskan kecupannya dan menatap Devan dengan mesra.


"Tidak perlu dipermasalahkan, oke!"


"Baik lah, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi kalau sudah diberi kecupan seperti ini,"balas Devan tersenyum manis.


"Tapi Devan, reaksi obatnya...." Mendengar hal itu, Devan pun tercengang kembali."Ada apa dengan obatnya? Apa terjadi sesuatu pada tubuhmu?"


Leah pun menggelengkan kepalanya dengan mata yang sangat manja.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau kamu masih dalam pengaruh obat itu," tanya Devan menyunggingkan bibirnya.


Jangan lupa LIKE VOTE DAN favorite kan ya guys author Love you🍫😊👌📖


__ADS_2