HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
BERTEMU TEMAN LAMA


__ADS_3

Ketika dia sedang berjalan sambil melamun, tiba- tiba saja, Leah mendengar


sebuah suara yang terdengar begitu dekat dan jelas.


"Tidak baik, berjalan sembari


melamun, Nona!" kata orang itu.


Sontak saja Leah begitu kaget bukan kepalang. la pun memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara itu dengan hati yang was-was.


"Kau!" ucap Leah


mengernyitkan keningnya.


Leah terperangah kaget saat melihat sosok laki laki yang tampan, manis


dan perawakannya sangat proporsional bagaikan seorang model dari Italia. Dia adalah Kevin. Teman sewaktu Leah masih kecil yang selalu bermain dan bercanda


ria disetiap harinya. Terkadang, mereka berdua juga sering berantem gara-gara hal yang sepele.


Dan kini, Kevin telah menjadi salah satu sosok laki-laki idaman para wanita, yang selalu diperebutkan dari beberapa


wanita sepermainannya. la begitu tampan dan mempesona, sehingga membuat orang yang menatapnya menjadi tergila-gila.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa aku terlihat menakutkan?" tanya Kevin keheranan.


"Ah, tidak-tidak. Bukan begitu, aku hanya kaget saja, tiba-tiba kamu datang tanpa


sepengetahuanku; ucap Leah yang masih tidak percaya bisa bertemu dengan teman masa kecilnya walau hanya di tepi jalan.


"Oh, aku pikir kamu sudah tidak mengenaliku lagi. Soalnya dari tatapan matamu seolah aku ini orang asing'" ucap Kevin tersenyum manis.


"lya, maaf. Memang kamu seperti orang asing. Soalnya sekarang sangat berbeda. Tidak seperti Kevin yang aku kenal dulu ucap Leah berusaha tersenyum.


"Kamu.. habis nangis kah?" tanya Leah dengan sorotan mata yang tajam.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya sedikit kelilipan, mungkin karena kena debu, atau kena asap mobil yang lewat kata Leah berusaha meyakinkan Kevin agar tidak


mencurigainya.


"Oh" ucap Kevin yang masih terlihat keheranan. "Terus, kamu habis dari mana dan mau kemana? Kok jalan kaki


sendirian?".


"Aku habis pulang kerja dan mau pulang ke kos-an, tapi sedari tadi tidak satupun mobil taksi yang lewat, ucap Leah yang


masih terlihat gugup.


"Oh, kalau begitu, ayo aku antar kamu pulang saja. Kita searah kan?" ucap Kevin dengan penuh harapan agar Leah


menerima tawarannya.


"Tidak usah, rumahku jauh


dan-"


kedatangan Kevin dan juga ajakannya yang sangat tiba-tiba itu. Ingin rasanya Leah menolak ajakannya itu, tapi ia tidak bisa dan tidak mampu menolaknya


karena, biar bagaimanapun juga, KEVIN adalah teman baiknya.


"Baik lah. Tapi... Aku masih heran sama kamu, sejak kapan kamu ada di Jakarta? Ketemu di daerah sini pula, jangan-jangan


kamu sudah lama menetap di daerah sini ya?" tanya Leah sembari mengernyitkan alisnya.


"Memangnya kamu mau ketemu aku di mana? Masih untung kita bertemu di sini. Bisa saja kan, kita satu kota tapi gak


bisa bertemu sama sekali; jawab Kevin menyunggingkan senyumannya.


"Ya, iya juga sih, tapi aku masih tidak percaya saja kalau itu adalah kamu!" kata


Leah lagi. "Harusnya kamu menghubungiku, kalau kamu juga ada di Jakarta".

__ADS_1


"lya, aku minta maaf. Aku tidak punya kontak kamu, ini juga hanya kebetulan saja kita berpapasan di tempat ini.


Makanya aku tidak memanggil kamu dulu, takut salah orang. Dan setelah di buntuti ternyata benar, kalau itu adalah kamu;


ucap Kevin menyeringai.


"Jangan-jangan, sedari tadi, dia tahu juga kalau aku sedang nangis" batinnya dalam


hatinya.


"Hey, kenapa melamun? Jadi tidak, pulang bareng aku?" tanya Kevin sembari melambaikan tangannya ke arah wajah Leah.


Dan tentu saja, Leah kaget lagi ketika lambaian telapak tangan Kevin ada di hadapannya, la pun hanya menyengir sambil menatap wajah Leah seolah


menandakan setuju, jika dirinya ingin pulang bersama Kevin.


"Baik lah, aku tahu apa maksud dari tatapan kamu itu. Ayo kita pulang bersama!" ucap Kevin sembari menarik lengan Leah dengan pelan, agar ia mau


masuk ke dalam mobilnya.


Leah pun tidak bergeming sama sekali. la menuruti apa yang telah Kevin lakukan, yang penting ia pulang sampai tujuan.


Sepanjang perjalanan, Leah benar-benar semakin terasa begitu kaku. Dan ia hanya bicara, jika Kevin yang memulainya


duluan, salah satunya adalah menanyakan alamat kos-annya.


Meskipun bagi Leah ini sangat membuatnya canggung, tapi bagi Kevin hal ini sangat berbeda. Sebab, dalam raut wajah Kevin, terlihat begitu bahagia


karena pada akhirnya ia telah menemukan lagi teman masa kecilnya yang selalu dia nantikan dan yang selalu membuat dirinya senang saat menjahili Leah sampai Leah akan cemberut ataupun nangis.


#Nah ayo jangan lupa Like


Vote


Kasih hadiah ya

__ADS_1


makasih dari author yang manis ini 💞💞😘


__ADS_2