HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
AKU ITU NORMAL


__ADS_3

"Ya tinggal merem aja mata ini dan menikmati wuenak...'Ucap leah yang sudah tidak ada niat lagi untuk bercanda karena sudah sangat lelah dia mengatakan nya dengan ekpresi kesal.


Melihat reaksi leah yang tidak sesuai ekspektasi membuat Devan jadi makin gemas dan kesal.


Bagaimana tidak ,devan sudah sangat berharap mendapat respon yang bagus ,ehhh malah ekspresi kesal yang dia lihat.


'Maaf ya Leah ,aku ngak bisa mencari hotel yang lain karena aku sudah sangat lelah seharian ini ' ucap nya sembari peegi menuju tempat tidur untuk segera merebahkan tubuh nya yang kelelahan.


"Iya ngak apa-apa kok ,lagian kan bukan dikarenakan sengaja tapi memang keadaan yang memaksa" (lagian kalau pindah mencari yang lain pasti aku yang harus bayar untuk biaya nginep disini semalaman ,dari pada rugi lebih baik aku berbagi kamar dengan dia supaya lebih hemat'batinnya tersenyum bahagia.


"Akhirnya setelah lama mencari kamar ini , aku bisa rebahan


juga sekarang" tutur Devan sembari membantingkan tubuhnya ke atas


kasur.


"Ini kedua kalinya kita sekamar


lagi kan?" ucap Leah sembari meletakkan tas rangsel nya ke atas meja yang sudah di sediakan oleh pihak staff hotel.


"lya juga ya, semoga saja kita bisa sekamar berdua selama nya ya'devan terlalu ngantuk hingga dia tidak sengaja keceplosan.


"Apa katamu tadi ?" tanya Leah tercengang.


"Ma-maksudku... aku mau pergi


mandi dulu lah udah lengket nih badan aku mana ini bau lagi !" kata Devan gelagapan.


Dia pun segera beranjak dari kasurnya dan langsung berlari kecil ke kamar


mandi.


Leah yang Melihat tingkah Devan , merasa begitu geli.


Apa yang tadi diucapkan devan sangat


terdengar jelas di telinga Leah.


"Apa sih maksudnya sekamar selamanya? Apa dia benar-benar


ingin aku ... ah tidak mungkin! Mana


mau dia sama aku yang kampungan dan miskin begini, paling selera dia tinggi,


ucap Leah tersenyum kecil.


Rupanya gadis itu mulai menaruh sedikit perasaan kepada devan .


Namun, ia tidak mau ambil


pusing karena itu , sebab dirinya sadar akan


kekurangannya. Leah juga tidak


begitu memedulikannya karena


ia sudah mulai kelelahan.


Ketika devan sudah bertelanjang dada, dan hanya memakai handuk yang berwarna ungu yang melilit sempurna di pinggang nya ,namun tiba-tiba dia keluar


dari kamar mandi dan hendak pergi


menelepon staff hotel agar


dipesankan baju untuk dia pakai Setelah mandi.


Sementara Leah sedang rebahan di tempat tidur sambil memainkan ponsel pintar nya.


ketika leah melirik ke arah kamar mandi tanpa disengaja, tiba-tiba saja ia kaget setengah mati, karena melihat devan keluar bertelanjang dada dan handuk pendek yang membalut sempurna di pinggang .


"Eh maemunah ! Apa-apaan ini!

__ADS_1


bikin mataku jadi ternodai saja!" ucap


leah dalam hatinya.


Ke-kenapa kamu gak pakai baju sih , mana bajumu yang kau kenakan tadi !" ucap leah sembari beranjak dari tempat tidur dan langsung menutupi muka dengan kedua telapak tangannya.


"Hey , orang pakai handuk juga.


Itu kenapa pakai nutupin muka segala?" kata devan keheranan.


"Nih, aku tuh tadi rencana nya mau mandi, tapi aku lupa mau-"


"Kalau tadi sedang mandi, kenapa kau datang kesini dalam keadaan seperti itu!" ucap leah memotong pembicaraan devan.


Sejenak devan terdiam membisu bagai batu melihat tingkah leah , yang sedang berdiri sembari menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangannya.


Dan hal itu membuat rasa ingin mengerjai leah tergugah kembali.


"Gadis ini lama-kelamaan semakin menggemaskan saja; batin devan menyeringai sembari berkacak pinggang.


Karena tidak ada suara yang


keluar dari mulut devan, Leah pun mengintip dari celah-celah buku-buku jarinya yang masih menutupi wajah cantik nya.


Akan tetapi, devan masih memperhatikan gadis itu, dia berjalan ke arah devan, secara perlahan-lahan.


Otomatis hal ini membuat jantung leah semakin berdegup kencang.


"Ya ampun, dia berjalan ke arahku, aduh, bagaimana ini!" ucap leah dalam hatinya.


"Kenapa kamu ngintip? Kamu ingin


melihat tubuhku yang seksi ini kan? Lihat aja gratis kok ngak usah bayar.


Lagian, aku juga sudah melihat seluruh tubuh kamu yang mulus itu, kenapa masih malu-malu?" ucap devan sembari berhenti berjalan dan bersidekap di depan dada.


Mendengar perkataan devan, Leah langsung melepaskan tangannya sembari cemberut,


"Benarkah aku mesum? Apa kamu tahu salah satu naluri pria seperti apa?" kata devan dengan melangkahkan kakinya lagi yang hampir mendekati Leah.


Mendengar perkataan itu,


Leah semakin bingung, apalagi


Devan semakin lama semakin


dekat dan hal ini membuat sorot


mata leah terbuka lebar


dan tidak berkedip sama sekali.


Namun setelah Devan mendekat


tepat di depan matanya,


Leah langsung sadar, ia pun


memalingkan wajahnya seolah


ekspresinya mengatakan sedang


tidak suka dan malu.


Devan menatap wajah leah, ia


mulai meraih wajah nya agar


hanya menatap dirinya saja.


Leah pun tidak melawan sama

__ADS_1


sekali, dia menuruti apa yang


Devan lakukan. Mereka saling


menatap satu sama lainnya,


dan perlahan-lahan Devan mulai


mendekatkan wajahnya ke wajah


Leah. Sontak saja, Leah merasa gugup


dan bingung, apalagi jantungnya


sedari tadi dag dig dug der ....tidak


karuan.


Yang bisa Leah lakukan sekarang adalah memejamkan matanya saja.


Dia tersenyum licik karena Leah sedari tadi tidak memberontaknya.


"Aku mulai ngak yakin kalau kamu


itu bukan wanita normal!" ledek


Devan menyeringai.


Mendengar hal itu, Leah berdecak kesal,


"Apa kamu bilang! Sembarangan saja kalau bicara!"


"Buktinya kamu tidak terlihat kagum melihat tubuhku yang seksi ini.


Dan itu sudah cukup menunjukan bahwa kamu itu wanita yang tidak normal ucap Devan tertawa kecil.


Mendengar hal itu, Leah langsung melotot dan geram, secara perkataan Devan membuat dirinya emosi.


"Terserah apa yang kamu pikirkan tentang aku, yang pasti aku wanita normal pada


umumnya! ucap Leah kesal.


Bahkan sorot matanya tidak lepas seolah ngin menelan Devan bulat-bulat.


"Oh ya! Coba buktikan!" kata Devan menyeringai.


"Buktikan kalau kamu itu wanita yang


normal!" Devan menantang Leah,


seakan dia ingin melihat reaksi Leah, apakah gadis itu mengagumi dirinya atau tidak.


"Wah dia menantang aku nih ! Dasar pria mesum,nersis, menyebalkan, ucap leah dalam hatinya.


"Kenapa melamun! Gak berani lihat ya?" ledek Devan tertawa kecil.


Tanpa disangka-sangka, Leah tiba-tiba


langsung menarik handuk Devan yang membuat laki-laki itu bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun.


Sontak saja itu membuat Devan kaget seketika.


Ya ampun! Wanita inil" batin Devan.


*Note author hongsu:


JANGAN LUPA KLIK LIKE ,VOTE ,FAVORITE KAN YA GUYS


BIAR TAU KAPAN CERITANYA UP .


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2