HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
AKU TIDAK MENYESAL


__ADS_3

Leah tercengang atas perkataan dari Devan yang ingin menikahinya. la pun membalikkan tubuhnya, sehingga mereka berdua saling bertatapan satu sama lainnya.


"Apa kamu serius?"tanya Leah dengan sungguh-sungguh.


"Kenapa tidak?"balas Devan dengan singkat."Besok aku akan mengurus semuanya. Kamu tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan nanti."


"Kenapa rasanya senang sekali saat dia mengajakku untuk menikah, padahal semua ini sangat salah. Ya benar, ini salah. Aku mana mungkin tega menghancurkan rumah tangga orang, Devan. Tapi itu juga mungkin, karena aku juga ingin memiliki dirimu, Dev," ucap Leah dalam hatinya.


"Kenapa kamu diam terus? Apa perasaanmu saat ini masih tidak menentu?"tanya Devan sembari membelai rambutnya dengan lembut.


Leah hanya menundukkan kepalanya,


perasaannya sudah tidak sejalan lagi dengan hatinya, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hatinya


semakin berbunga-bunga dan rasa bahagianya terpancar dari raut wajahnya Leah.


Tanpa basa-basi lagi, Devan langsung mengangkat tubuh Leah dengan kuat dan berjalan menuju ke atas ranjang.


Melihat perlakuan Devan seperti itu, Leah langsung tercengang, Ma-mau ngapain?" "Tentu saja memuaskanmu, Sayang!"


"Apa!"


Lalu laki-laki itu membopong tubuh Leah dengan erat dan meletakkannya di atas ranjang. Semua sudah jelas terlihat saat handuknya dilepaskan oleh Devan. Dan Leah hanya bisa pasrah dan merebahkan


tubuhnya sembari memejamkan


matanya. "Sungguh indah sekali


pemandangan ini, tapi aku tidak boleh salah langkah, aku tidak ingin ada penyesalan dalam dirinya kelak,"batin Devan dalam hatinya.


Kini ia bisa leluasa untuk menjamah ke seluruh tubuh yang mulus itu. Dengan kecupan dari leher hingga ke sebuah gunung kembarnya, ia lahap tanpa tersisa.


Gadis itu merintih kegelian, ia meremas kepala Devan dengan sekuat tenaga, apalagi ketika Devan akan mendekati area sensitifnya, gadis itu semakin merintih kenikmatan dan


erangan-erangan yang terlepas


dari mulut gadis itu semakin menggoda. Serta remasan pada Devan semakin menguat. Dan kecupan demi kecupan yang hangat dari bibirnya pun semakin

__ADS_1


menyatu.


"Hmm, aku sudah tidak tahan,"lirih Leah.


Devan terus saja memainkan titik gairahnya Leah, sehingga ia merasakan rasa yang luar biasa dan gairah seksualnya semakin meningkat. Dan kini, gadis itu berlabuh dalam satu kenikmatan yang tiada terkira. Satu napas menderu panjang dan menumpahkan segala hasrat yang sangat luar biasa.


Meskipun Devan tidak menaruh anunya ke dalam surgawinya Leah.Namun Leah bisa merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Devan benar-benar pintar membuat seorang wanita terjebak dalam permainannya.


Deru napas Leah semakin tidak beraturan. Bahkan, sesekali ia melenguh keras seakan tidak peduli dengan situasi yang sedang dalam keadaan hening.


"Inikah yang dinamakan kenikmatan surgawinya manusia?"batin Leah dalam hatinya.


Devan tersenyum melihat wanitanya sedang merasakan orgasme yang begitu luar biasa. la pun sesekali mengecup punggung tangannya Leah seraya berkata,"Kamu begitu cantik saat dalam keadaan seperti ini."


Leah menatap Devan dan membalas senyumannya. la benar-benar sangat puas dan lega perasaannya. Bahkan, wanita cantik itu enggan beranjak dari tempat tidur, dan malah semakin memeluk Devan dengan erat. Tidak ada kata-kata yang diucapkan oleh Leah, karena Devan sudah tahu, jika wanita itu sedang bahagia.


"Kamu tidak lapar?"tanya Devan sembari mengusap punggung Leah dengan halus. "Tidak, aku hanya sedikit ngantuk saja,"ucap Leah merengek manja.


"Kalau begitu, ayo kita tidur saja,"ajak Devan dengan mengecup rambut milik Leah.


Mereka pun tidur berdua di atas kasur yang empuk dan penuh kemewahan. Leah tertidur hanya dengan balutan selimut yang membungkus tubuh mulusnya itu. Sedangkan Devan, ia memakai kaos yang biasa ia gunakan ketika saat hendak


"Harusnya aku menikmati malam yang indah ini juga, tapi... ah sudah lah aku tidak berani melakukannya. Nanti juga ada saatnya. Yang pasti, setelah aku menikahinya, jangan harap dia bisa keluar dari kamar ini sebelum aku benar-benar merasa puas," kata Devan dalam hatinya.


Ketika sedang hening heningnya, tiba-tiba saja Leah nyeletuk bicara, "Devan, kamu yakin tidak ingin bercinta denganku


yang sudah terlanjur seperti ini?" Devan pun langsung tercengang atas apa yang sudah dilontarkan oleh Leah.


"Kenapa kamu bicaranya seperti itu? Memangnya kamu mau kalau aku... ah sudah lah, ayo kita tidur saja,"kata Devan sembari memeluk Leah dari belakang.


"Ayo kita lakukan sekarang!"


"Apa kamu serius dengan ucapan kamu itu? Nanti kamu menyesal!"


"Kalau kamu tidak mau, biar aku insiatif sendiri saja,"ucap Leah sembari terbangun dari tidurnya.


"A-apa maksudnya?"tanya Devan yang semakin tercengang atas sikapnya Leah kepada dirinya. Tanpa basa-basi lagi, Leah pun meraih sesuatu dibalik celananya Devan. Sesuatu yang sedari tadi menegang keras dan bahkan semakin mencuat ke atas seolah ingin segera dipuaskan.

__ADS_1


"Hey, apa yang kamu lakukan! Su-sudahlah Leah aku tidak-"


Belum juga Devan selesai bicara, Leah sudah melahap barang berharganya Devan dengan mulut kecilnya. Meski Leah tampak ragu- ragu mengulumnya, tapi lama kelamaan ia menikmatinya juga.


"Ahm... sayang!"Devan terus meracau dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. la membelai rambut panjangnya


Leah dan sesekali memejamkan matanya saking menikmati sensasi yang diberikan oleh Leah. Namun, belum juga Devan mencapai orgasme, tiba-tiba saja Leah memberhentikan aksinya.


"Selesai!"lirih Leah tersenyum manis.


Mendengar hal itu, Devan terkejut dan sedikit tidak terima jika Leah berhenti dalam aksinya itu.


"Apanya yang selesai! Baru juga dimulai!"ucap Devan menyunggingkan bibirnya.


"Apa! Yang benar saja! Ini sudah menit yang ke berapa, Devan? Masa belum tuntas juga? Bahkan rasanya juga sudah mulai aneh,"kata Leah sembari menunjuk ke arah barang berharganya Devan.


"Pokoknya, kamu harus tanggung jawab sampai dia benar-benar kembali seperti semula lagi," ucap Devan sembari menunjuk ke arah barang berharga miliknya.


"hmphh, dari tadi juga sudah begitu, kenapa aku yang-"


Belum juga leah selesai bicara, Devan langsung menarik Leah hingga dirinya terjatuh dalam pelukan Devan. Tentu saja hal ini membuat Devan tersenyum licik dan segera menggerayangi seluruh tubuhnya Leah tanpa tersisa.


Malam yang panjang membuat keduanya beradu dalam rasa yang sedang menggelora. Lampu hias yang terpajang di dinding kamar, menjadi saksi sejarah yang sangat berharga bagi mereka berdua.


******


Hari sudah semakin siang, dan seperti biasa Leah sudah bangun dari tidurnya, sementara Devan masih berbaring di tempat tidurnya .Wanita cantik itu sudah berpakaian rapi kembali, dan kini ia sedang memasak sesuatu untuk sarapan bersama Devan. la hanya memasak seadanya saja yang ada di dalam lemari es.


Dengan lihainya Leah memasak tanpa harus melihat tutorial memasak dari yt channel masakan. Sebab, ia sangat pintar dalam masak-memasak. Wangi aromanya membuat perut semakin lapar. Padahal ia hanya memasak nasi goreng ala kadarnya. Dan saat itu juga, Devan sudah terbangun dari tidurnya dan langsung memeluk Leah dari belakang.


"Aku pikir, kamu kabur dari sini, ternyata sedang memasak, kata Devan dengan


manja.


"Buat apa aku kabur, di sini lebih nyaman daripada di tempat kontrakan aku,"ucap Leah yang masih fokus dengan masakannya.


"Aku takut kamu kabur, karena semalam kita-"

__ADS_1


"Tidak perlu dibahas, nyatanya aku tidak menyesal bukan?"sela Leah sembari melirik ke arah Devan dengan serius.


๐ŸŽJangan lupa LIKE ๐ŸซVOTE ๐ŸซDAN favorite kan ya๐ŸŒท๐Ÿ’ž๐Ÿ‘Œ


__ADS_2