
Devan hanya bisa diam dan menuruti apa yang telah dikatakan oleh orang tuanya itu.
Dan pada akhirnya mereka bertiga beserta kedua bodyguardnya segera
meninggalkan rumah sakit, dengan rasa yang sangat kecewa terhadap ibunya Kara.
sementara Bu Lina dan suaminya masih berada di depan pintu ruang ICU. Mereka masih menangisi dan menatap anaknya
yang masih tidak sadarkan diri.
Sebenarnya, ada rasa ingin marah kepada sang istrinya itu, tapi berhubung situasinya yang tidak mendukung, kini Pak Beno hanya bisa diam dan memikirkan akan seperti apa nasib mereka kedepannya.
*******
Jam sudah menunjukan pukulempat sore, dan itu tandanya, Leah harus segera bersiap-siap untuk berangkat kerja. Anggi yang masih betah di kamar kos-annya Leah pun terpaksa harus pulang dan
berjanji akan kembali lagi besok hari.
Sebelum berangkat, Leah sempat mengirim pesan kepada Devan, jika dirinya akan berangkat kerja sore ini, dan berharap Devan akan menjemputnya pulang seperti waktu sebelum sebelumnya.
Setelah pesan sudah terkirim, Leah pun berangkat dengan hati yang gembira. Suasana hatinya begitu indah dan berbunga-bunga karena sedang jatuh cinta pada laki-laki yang sangat ia kagumi.
Sesampainya di tempat bar, Leah bekerja seperti biasanya, membereskan botol-
botol yang berbau alkohol, membersihkan meja-meja serta merapikan tempat duduk
agar terlihat bersih dan enak dipandang.
Saat itu, pengunjung belum juga datang, Leah dan para bartender lainnya bisa duduk sambil bercanda dengan penuh
ceria. Namun, sesuatu telah terjadi, ketika salah satu teman Leah datang dengan begitu panik dan tergesa-gesa. Ya dia adalah Elgar teman kerjanya Leah.
Elgar membawa sebuah kabar yang memberitahukan bahwa seseorang yang ia kenali sedang trending di salah satu akun sosial media. Dan tanpa basa-basi lagi, Elgar langsung menceritakan hal
itu kepada Leah. Sebab, orang yang ia ceritakan adalah sosok yang sangat dekat dengan Leah.
Elgar juga memberikan ponselnya agar Leah bisa melihat dengan jelas, siapa sosok orang yang sedang dibicarakannya itu.
Seketika Leah pun syok dan tercengang, saat melihat wajah Devan terpampang
jelas di layar ponselnya milik Leah.
Leah pun melihat-lihat dari beberapa foto seakan tidak percaya kalau itu adalah Devan.
__ADS_1
Jantungnya Leah berdebar sangat kencang, dan hatinya mulai terasa sakit bagaikan di timpa beban berpuluh-puluhan ton. Dan tidak terasa air mata
yang ia tahan akhirnya terberai juga. la benar-benar tidak berdaya setelah apa yang ia lihat, ternyata orang yang baru saja ia sayangi dan ia cintai, telah tega
membohonginya.
Kini orang yang sangat dicintainya itu, terpampang jelas dalam sebuah berita hot, yang memperlihatkan Devan dengan
didampingi oleh seseorang yang sangat cantik dan elegan, yang tidak lain lagi adalah istrinya sendiri.
"Be-benarkah ini dia, kak el?" tanya Leah yang masih belum percaya kalau itu adalah Devan.
"Katanya benar namanya Devan sanjaya. Itu juga aku dapat informasinya dari istriku, kata dia berita ini sedang populer,
sebab istrinya itu terjatuh dari atas balkon dan sekarang sedang berada di rumah sakit, Makanya aku cek lagi dan
mencari informasi yang lain, dan ternyata benar, dia adalah Devan yang sudah menikah dengan perempuan itu. Kalau kamu tidak percaya, coba tanyakan saja
langsung pada orangnya, ucap Elgar yang tidak tega melihat temannya menangis.
Sementara itu, teman-teman yang lainnya ikut mencari informasi di beberapa akun media sosial, karena masih penasaran dengan kabar yang sedang trending dan
viral itu.
"Sabar ya Leah, aku baru tau kalau dia itu orang yang sangat penting. Kalau tidak viral karena istrinya terjatuh, mana mungkin aku akan tahu kalau Devan itu
sudah menikah, tukas elgar lagi.
"lya, betul. Dan ternyata dia pengusaha nomor satu di Indonesia, pantesan saja
wajahnya terasa sangat familiar ucap yang lainnya.
Oh, ya ampun! Ternyata yang viral tadi di berita itu dia yah, Cuma aku tidak begitu
memperhatikannya karena keburu berangkat kerja, tukas salah satu bartender yang baru saja ikut nimbrung dalam obrolan Leah.
Leah hanya bisa terdiam mendengar ucapan teman-temannya.
Rasanya berat sekali untuk dia berkata-kata, hatinya begitu sakit apalagi melihat sosok wanita yang ada disisinya, rasanya
semakin menyedihkan dan pikirannya semakin kalut.
Gadis itu terus menangis mengingat
__ADS_1
ingat saat bersama dengan laki-laki yang sangat dicintainya itu.
Air matanya semakin tidak terbendung kan lagi dan akhirnya berhasil turun dari pelupuk matanya.
Hiks hiks hiks, aku.. aku sepertinya hari ini tidak bisa bekerja. Aku mau pulang saja, hiks-hiks!" ucap Leah sembari sesenggukan.
"Ya sudah Leah, tidak apa-apa, kamu juga harus menenangkan diri dulu. Jangan banyak pikiran, karena tidak baik memikirkan sesuatu yang buruk, hanya
karena kamu belum mengetahui yang sebenarnya. Bisa saja dia mendekatimu karena sesuatu hal, iya kan?" ucap Elgar berusaha untuk menguatkan hatinya Leah agar tidak berpikir yang tidak-tidak.
"lya betul, Leah. Apa kamu masih ingat sewaktu pertama kali bertemu dengan laki-laki itu? Dia mabuk berat kan seperti sedang frustasi. Mungkin saja itu
pertanda kalau dia sedang ada masalah dengan istrinya, ujar Rina yang juga ikut berusaha untuk menenangkan Leah, agar
tidak larut dalam kesedihan.
" lya teman-teman, aku ingat. Sangat ingat sekali tapi aku hanya heran saja, kenapa dia tidak jujur sama aku kalau
sudah menikah! Tapi.. ya sudahlah aku pamit dulu, terima kasih banyak ya, akhirnya aku tahu siapa dia sebenarnya, ucap Leah begitu lirih.
ia pun segera mengusap air matanya.
"lya, hati-hati ya Leah, tapi kamu baik-baik saja kan? Kalau tidak, biar aku antarkan kamu pulang kata bartender lainnya.
"Tidak usah, aku pulang sendiri saja. Kalian tidak usah khawatir, aku baik-baik saja kok" ucap Leah sembari berusaha untuk tersenyum walau tidak terlihat bahagia.
Leah pun langsung meninggalkan teman-temannya untuk pulang lebih cepat. Teman-temannya tidak bisa berkata apa-
apa lagi karena ini masalah hati.
Mereka hanya bisa mendukung Leah, karena biar bagaimanapun juga, Leah adalah teman yang baik bagi mereka. Dan
setidaknya mereka tidak mau membuat Leah bersedih dalam kondisi yang sudah terlihat hancur sekali.
Leah berjalan menyusuri jalanan yang sangat sepi. Bahkan taksi pun tak kunjung datang. la pun terpaksa jalan kaki dengan perasaan yang begitu hampa. Sebab, ia terus-terusan merutuki kekesalannya pada waktu yang sudah ia berikan saat bersama Devan.
Andai saja ia tidak mengenali Devan, hatinya pasti tidak akan sesakit itu.
#Nah ayo jangan lupa Like
Vote
Kasih hadiah ya
__ADS_1
makasih dari author yang manis ini 💞💞😘