HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
SALAH PAHAM


__ADS_3

Karena dari tadi Anggi hanya diam saja jika ditanya tentang dimana keberadaan Leah , membuat Devan merasa sangat lapar .


Devan pun menyuruh Beni bodyguardnya untuk memutar jalan kearah restoran karena Devan ingin makan sesuatu.


Sebenarnya Kedua bodyguard devan tau dimana tempat tinggal Leah namun mereka tidak ingin memberitahukan nya pada devan karena anjuran dari tuan Dimas .


Tujuannya sih agar Devan bisa fokus dulu mengurusi semua urusannya tentang kara.


Mobil pun sampai di restoran berbintang tiga.Mereka semua pun langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran.


Saat akan duduk tiba-tiba seseorang menghampiri Devan dan yang lainnya.


Loh Kakak ipar ngapain disini dan siapa wanita ini ?tanya seseorang itu penasaran.


"Dia itu...." belum juga devan selesai berbicara Seseorang itu langsung menyelangnya.


"Oh apa dia wanita selingkuhan kamu ,dan wanita yang sudah membuat sepupuku masuk rumah sakit dan terbaring lemah disana hingga sekarang "ucap orang itu lagi.


"Ria dia bukan......" .


"Aku tidak percaya buktinya kamu lebih memilih menemani selingkuhan kamu ini dibanding menjaga istrimu yang terbaring lemah dirumah sakit"sarkas Ria sembari menatap tajam kearah anggi dan Devan.


Devan hanya terdiam dan terus-terusan memijat pelipisnya dengan tangan kanannya. Sungguh, apa yang sedang dihadapinya itu sangat tidak diinginkannya. Ditambah lagi, posisinya sedang berada di muka umum, dan hal ini membuat hati Devan semakin tidak menentu.


"Jawab Kak, jangan diam terus! Kakak selingkuh sama wanita ****** ini bukan?"cecar Ria dengan penuh amarah.


Dan mendengar hal itu, Anggi tidak terima jika dirinya disebut wanita ****** oleh orang yang tidak dikenalnya itu. Bahkan rasa emosi mulai timbul dan meradang dengan begitu cepat sehingga ia pun mulai marah kepada Ria.


"Heh! Maksud kamu apa? Sembarangan saja kalau ngomong!"sentak Anggi dengan tegas


"Memang itu kenyataannya kan? Kalian berdua enak-enaknya makan malam di sini, sementara sepupuku masih terbaring lemah di rumah sakit. Masa iya kamu tidak tahu beritanya di sosial media sih!"sentak Ria yang masih emosi.


"Tapi aku tidak-"


Belum juga Anggi selesai bicara tiba-tiba saja Ria menyentaknya lagi,"Bukankah ini yang dinamakan perselingkuhan? Kamu memanfaatkan situasi ini agar kakak iparku bisa kamu miliki, iya kan? Cih, yang namanya ****** tetap saja ******."


Karena Anggi sudah terlanjur emosi, tiba-tiba saja ia mendaratkan tangannya ke arah wajah Ria.


Plakk....

__ADS_1


Suara tamparan keras membuat Ria tersungkur ke arah meja dan tentu saja hal ini disaksikan oleh beberapa orang yang sedang melihat pertikaian mereka berdua. Anggi yang sudah menampar Kania, merasa malu atas tindakannya itu.


Sedangkan, Ria ia semakin marah dan menangis atas perbuatan Anggi kepada dirinya. la juga kecewa kepada Devan karena tidak membelanya dan bahkan Ria berpikir jika Devan membela anggi dibandingkan dengan sepupunya itu.


"Kamu ya! Dasar tidak tahu malu!"bentak Ria sembari menjambak rambutnya Anggi. Otomatis Anggi pun meringis kesakitan.


"Aww, sakit!"ringis anggi


sembari berusaha melepaskan jambakannya Ria.


"Awas saja ya, nanti aku akan membuat perhitungan sama kamu!"ucap Ria yang masih menjambak rambut Anggi.


Devan pun semakin pusing melihat mereka bertengkar. Sehingga, tanpa basa-basi lagi, ia langsung angkat kaki dari restoran itu. Dan tentu saja kedua bodyguard-nya pun mengikuti langkah bosnya ke luar restoran dan meninggalkan kebisingan yang sedang terjadi di tempat itu.


"Bos, kamu mau kemana?"tanya Beni sembari mengikuti Bosnya dari belakang. "Pulang lah, buat apa di sini terus, bikin aku tambah pusing saja," tukas Devan dengan tegas.


"Ta-tapi Bos, bagaimana dengan mereka?"tanya Tio ragu-ragu.


"Biarkan saja, aku tidak peduli karena mereka bukan urusan aku," ucap Devan dengan santainya.


Kedua bodyguard-nya pun saling berpandangan, entah apa yang sedang ada dipikirannya saat ini, yang pasti mereka tahu jika bosnya sedang mencemaskan wanita kesayangannya itu.


Sementara, di restoran itu, mereka berdua masih saling bertengkar satu sama lainnya. Sehingga, pihak restoran itu memanggil polisi karena mereka tidak bisa diamankan dan tetap saling menjambak rambut lawannya.


Selama dalam perjalanan, tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut mereka bertiga. Situasinya benar-benar tidak bersahabat. Hening dan sunyi senyap.


Namun saat di persimpangan jalan tiba-tiba saja Beni melihat mobil merah terparkir di sisi jalan yang pernah dibawakan oleh temannya Leah. la yakin bahwa mobil itu adalah milik Kevin, yang saat itu pernah bertemu di sebuah restoran bersama Leah.


"Bos, bukan kah itu mobil teman wanitamu kan?"tunjuk Beni dengan mengendarai mobil secara pelan-pelan agar bosnya bisa memastikan apakah Leah ada di dalamnya atau tidak.


"Sepertinya benar!"tambah Tio untuk meyakinkan bosnya."Apa mungkin wanita itu tinggal di daerah sini?"


"Apa iya?"tanya Devan mengernyitkan keningnya.


"Biar aku lihat dulu!"


"Baik, Bos. Kita berdua tunggu di sini saja ya!"ucap Beni .


Dengan cepat laki-laki itu langsung turun dari mobilnya. Hatinya benar-benar merasa was was dan napasnya pun sangat tidak beraturan. Karena, apa yang ada dipikirannya hanyalah Leah dan Leah terus.

__ADS_1


Devan berusaha melangkahkan kakinya dengan cepat, agar ia tahu siapa yang sedang berada di dalam mobil merah itu.


Kalau memang di dalamnya ada Leah, maka sungguh bahagianya laki-laki tampan itu, karena ia sudah menemukan wanita yang sangat dirindukan di setiap harinya.


Sementara, di dalam mobil merah itu, terdengar suara yang sangat familiar di telinganya Devan. Dan tidak hanya itu, Devan juga mendengar ucapan seorang wanita yang tak lain adalah suaranya Leah. Sebab, suaranya Leah mudah untuk diingat oleh Devan karena terlalu unik untuk di dengarkan nya.


"Ini pasti mereka berdua!"ucap Devan sembari mengendap endap mendekati mobil merah itu. "Sedang apa mereka? Kenapa kedengarannya seperti sedang menangis?"


Dan tidak lama kemudian, wanita itu terdengar memohon dan meminta bantuan kepada temannya itu.


"Tolong lah, bantu aku! Aku mohon!"


Rupanya Devan bersikukuh untuk mengintip dari balik jendela mobil, karena rasa penasarannya semakin meninggi. Dan ternyata benar saja, orang yang ada di dalam mobil itu adalah orang yang sangat dicintainya itu.


"Oh! Ternyata benar dugaanku,


kurang ajar sekali dia! Bisa bisanya bermesraan di tempat seperti ini!"decak Devan kesal."Awas aja ya, aku tidak akan memaafkan kalian berdua!" Devan pun langsung


melangkah ke depan dan menggebrak bagian depan mesin mobil dengan amarah yang meluap luap.


"Leah! Keluar kamu dari Mobil!"


Sontak saja Leah dan Kevin pun terperanjat kaget melihat Devan sudah berada di hadapannya.


"De-Devan!" pekik Leah kaget.


"Ya ampun, laki-laki aneh itu kenapa ada di sini sih!"ucap Leah dalam hatinya.


"Grey, sepertinya aku butuh bicara empat mata dengan laki laki itu. Kamu tunggu di sini, aku akan bicara baik-baik sama dia," tegas Kevin sembari membuka pintu mobilnya.


"Tu-tunggu! Biar aku saja yang keluar. Aku yakin pasti dia sekarang sedang marah besar. Kamu tidak lihatkah raut wajahnya sudah seperti itu?"ucap Leah sembari menahan rasa yang sudah sedari tadi kian memanas.


"Tidak! Aku tidak peduli. Kamu sedang seperti ini, dan aku tidak akan membiarkanmu disakiti lagi oleh laki-laki itu. Kecuali dia berjanji padaku, kalau-"


Belum juga Kevin selesai bicara tiba-tiba saja Devan menggebrak kap mesin mobilnya lagi. Dan hal ini membuat keduanya kaget setengah mati.


"Leah! Aku bilang keluar ya keluar! Jangan membuat aku tambah marah!"ucap Devan yang semakin geram.


Sementara, kedua bodyguard nya yang sedari tadi masih berada di dalam mobil, akhirnya mereka keluar untuk menenangkan bosnya.

__ADS_1


See you guys 🌷📖📱👌🍫


Jangan lupa LIKE , VOTE , DAN favorite kan ya guys


__ADS_2