HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
NANTIKAN KEJUTAN MAMAH


__ADS_3

Mereka berdua pun tertawa bersama. Bagi Devan, segala sesuatu yang menyangkut soal Leah tidak pernah ada kata tidak untuk Leah, karena sesuai perjanjiannya, setiap Devan menyentuh tubuhnya, Devan harus membayarnya dengan kontan. Dan hal itu yang sangat diinginkan Leah sebagai istri yang matre.


Namun, bagi Devan hal ini tidak masalah, asal Leah selalu membuatnya bahagia dan selalu disisinya setiap saat.


Setelah Devan pergi, kini tinggal Leah sendirian yang ada di apartemen itu. Ia masih menggenggam kartu ATM gold sembari menatap pemandangan dari atas balkon. Ia sangat bersyukur atas semua yang dimilikinya sekarang ini. Kadang dia berpikir, kalau sikap dia terlalu berlebihan terhadap suaminya. Namun, apa mau dikata, semua yang ia lakukan demi menjaga kebahagiaannya. Agar suatu saat rumah tangganya berada dalam masalah, ia tidak perlu terlalu bersedih. Karena dirinya punya banyak uang yang dia tabung bisa memanjakan dirinya kapan saja.


"Aku sangat bahagia, tapi disisi lain, aku takut! Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada diriku, aku tidak mau kebahagiaan ini hilang begitu saja,"kata Leah dalam hatinya.


*Sementara di rumah sakit... Devan sengaja mendatangi rumah sakit tanpa sepengetahuan Karadan ibunya. la datang tidak hanya sendiri, melainkan bersama kedua bodyguardnya dan dua orang pengacara. Devan ingin segera mengakhiri hubungan antara dirinya dengan Kara yang sudah ia ceraikan terlebih dahulu.


Namun, pada saat Devan akan memasuki ruang perawatan Kara, ia mendengar ucapan ibunya Kara yang sedang duduk menatap putrinya yang masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri juga. Hal ini membuat Devan tercengang. Karena ibunya Kara merencanakan sesuatu yang waktu itu belum mereka berdua tuntaskan untuk mencelakai ibunya Devan ,Celia. Betapa murkanya Devan, mendengar ibu tercintanya akan mereka lenyapkan.


Ketika ibunya Kara sedang serius-seriusnya bicara, tiba-tiba saja Devan menyapanya dengan menahan amarahnya, Selamat siang menjelang sore, Ibu Lina!".


Sontak saja ibunya Kara terperanjat kaget. la gelagapan setelah melihat sosok Devan dan beberapa orang kepercayaan Devan ada di hadapannya.


"Ka-kamu kapan datangnya?" Tanya Bu Lina gugup.


"Menurutmu itu pertanyaan yang penting kah?"tanya Devan balik sembari mendekapkan tangannya di dadanya.


"A-aku-"


Belum juga selesai bicara, Devan langsung menyelangnya,"Hebat benar ya ibunya Kara, anak sedang kritis juga bisa-bisanya merencanakan sesuatu untuk mencelakai orang!"


Seketika Bu Lina, terdiam, ia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi karena memang apa yang ia lakukan salah. Dan hal itu yang dirasakan olehnya saat ini.

__ADS_1


"Oh iya, aku kesini hanya untuk memberikan surat dari pengadilan agama. Berhubung anakmu masih belum siuman, aku akan memberikan surat ini kepadamu saja," ucap Devan dengan senyuman yang begitu sinis.


"A-apa! Bu Lina tercengang.


"Jadi kamu benar-benar mau...." Bu Lina tidak bisa berkata apa-pa lagi, ia hanya menangis sembari memegang surat pemberian dari Devan.


"Iya! Mulai dari sekarang, aku dan Kara sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, Kara hanya sebatas mantan istri saja. Sampai sini, apa anda sudah mengerti, Nyonya Lina yang terhormat?"ucap Devan menatap tajam ibunya Kara.


"Kamu! Tega sekali, Devan! Huhuhu!"geram Bu Lina sembari menangis tersedu-sedu.


"Oh ya? Disini yang paling tega itu siapa? Anda atau saya?"tanya Devan dengan mendekapkan tangan di dadanya.


Bu Lina hanya terdiam sambil menangis meratapi anak sulungnya yang masih terbaring lemah tidak berdaya.


"Setelah ini, aku hanya ingin memperingatkan kepada anda, NyonyaLina. Jika suatu saat terjadi sesuatu pada ibuku, kamulah orang yang pertama kali aku seret ke jeruji besi!"tegas Devan dengan tatapan penuh amarah.


Seakan ia menduga jika masalah yang ia hadapi hanya cukup sampai disitu. Namun, siapa yang menyangka, jika Bu Lina akan tetap diam dengan rasa sakit hatinya terhadap Devan. Malah Bu Lina bersumpah, suatu hari nanti, ia akan membalas ulahnya Devan karena ia tidak terima jika anaknya diperlakukan seperti itu.


Di sisi lain, Ria menyaksikan kejadian itu saat Devan dan para pengikutnya keluar dari ruangnya Kara. la langsung bergegas menghampiri bibinya yang sedang menangis tersedu-sedu.


"Bibi, ada apa ini? Kenapa menangis?"tanya Ria sembari memeluk bibinya itu.


"kakak sepupumu, hiks-hiks. Lihat lah, di saat kakakmu dalam keadaan seperti ini, dia malah tega menceraikan kakak sepupumu" ucap Bu Lina sembari menangis sesenggukan.


"Apa! Cerai?"Ria langsung membelalakkan matanya.

__ADS_1


Apa yang diucapkan bibinya, sungguh membuat Ria geram kepada Devan. la bersumpah, suatu hari nanti dirinya akan membalas perbuatannya demi sepupunya itu.


"Kita lihat saja, aku pastikan kamu tidak akan pernah hidup bahagia, Devan!"ucap Ria dalam hatinya.


^^^^^^^^^^^^^^^


*Apel kecil tumbuh di pohon yang kecil ,terbanglah kupu-kupu indah....*


Suara ponsel milik Celia berdering, setelah melihat ponselnya, ternyata yang menelepon adalah anak semata wayangnya. Betapa bahagianya ibu CElia, ia pun langsung mengangkatnya dengan begitu bahagia.


Beberapa menit setelah Devan meneleponnya, hati Nyonya Celia semakin berbunga-bunga, karena anaknya memberitahukan jika masalahnya dengan Kara telah berakhir.


Kini, ia berjanji akan membawa sebuah kejutan untuk dirinya. Entah apa yang akan diberikan Devan, yang pasti hari ini Nyonya Celia begitu gembira sekali.


"Pah!"teriak Nyonya Celia sembari menghampiri suaminya di teras rumah.


"Ada apa? Kok kelihatannya senang begitu mah?"Tanya Dimas suami Celia dengan santainya.


"Tentu saja Pah! Anak kita mau pulang sekarang, dan apa kamu tahu? Dia mau membawa sebuah kejutan loh!"ucap Nyonya Celia bahagia.


"Oh ya? Kira-kira apa kejutannya?"tanya Tuan Dimas lagi.


"ya mana mama tahu! Sudah lah mendingan mama mau bersiap-siap dulu, takut keburu anaknya datang,"ucap Nyonya Celia sembari meninggalkan suaminya yang sedang bersantai ria di teras rumah sambil minum kopi Dan baca Koran .


"Halah dasar mama, meskipun kamu tidak memberitahukanku, tapi tetap saja aku sudah tahu,"ucal Dimas tersenyum manis.

__ADS_1


Tentu saja Tuan Dimas sudah tahu, karena setiap kedua bodyguardnya pulang, ia pasti akan menanyakan tentang kondisi anak semata wayangnya itu. Sebab, biar bagaimanapun juga, Tuan Dimas adalah ayahnya dan ia wajib tahu apa yang sedang dilakukan oleh anaknya itu.


Dan kedua bodyguardnya pun langsung memberitahukannya yang sebenarnya terjadi padanya, tapi untuk rahasianya Devan mereka terus saja bungkam. Tidak ada yang berani bicara walau di rumah itu Tuan Dimas lah yang masih berkuasa.


__ADS_2