
Setelah itu, Devan pun langsung mengemudikan mobilnya dengan
cepat. Untungnya, orang-orang yang ada disekitarnya tidak ada yang lewat ataupun yang melihatnya.
Sehingga Devan bisa pergi dengan aman.
Dan tanpa disadari oleh Leah, ada sesuatu yang tersirat dari raut wajahnya anggi yang semakin terpana oleh ketampanannya Devan.
Apalagi ditambah dengan mobil yang sangat mewah, yang membuat Anggi ingin rasa nyamemilikinya.
"Aciee, yang udah punya gebetan. Diam-diam aja nieh. Pantesan ada mobil yang parkir di sini, ternyata mobil pacar kamu
ya? Hayo ngaku?" ledek Anggi sambil menutup pintu kamar kos- annya Leah.
"Hemm, menurutmu bagaimana? Tampan kan dia? Aku sungguh bahagia
dengannya, dia laki-laki yang baik yang baru aku temui" kata Leah yang semakin berbunga-bunga.
"Wah, ternyata dia pintar juga nyari laki-laki tampan, kaya lagi.
Aku harus secepatnya bertindak nih, gak boleh kalah sama dia!" ucap Anggi dalam hatinya.
"Eh berhubung aku sedang happy nih, aku mau ngasih sesuatu buat kamu; ucap Leah sembari membuka kantong
belanjaannya.
"Apaan? Anggi langsung menghampiri Leah yang masih sibuk dengan pilihan barang-barangnya.
"Wah, belanjaan kamu banyak banget, Leah!"' ucap Anggi tercengang. "Belanja dimana nih? mana bagus-bagus lagi! barang bermerk lagi semua Leah!"
"Kamu mau yang mana ? Silahkan pilih, mumpung aku sedang baik, ya anggap saja sebagai oleh-oleh dari kampung pare, ujar Leah dengan riangnya.
"Asyik! Makasih Le. Pasti kamu dibelikan sama laki-laki itu ya? Siapa namanya? Aku jadi ikutan senang melihat kamu sama dia, tanya Anggi sembari memilih-milih barang yang ia suka.
"lya, namanya Devan. Dan dia membelikannya untukku, padahal aku tidak menginginkannya. Tapi mau gimana lagi, sudah dibelikan jadi ya harus diterima, kata Leah dengan santainya.
"Oh, ternyata namanya Devan toh.
Boleh juga nih, aku harus nyari tahu soal laki-laki itu, aku tidak mau kalau nasib Leah lebih bagus dari aku!" batin anggi dalam hatinya.
"Bagus lah kalau begitu, kalau dia pengertian sama kamu.
Kamu harus bersyukur karena dia tidak seperti mantan aku,yang pelitnya mengalahkan Nyi Endit, makanya aku langsung minta putus" ucap Anggi dengan santainya.
"Apa! Kamu sudah putus lagi? ucap Leah tercengang.
__ADS_1
"lya, kenapa? Ada masalah kah?"
Tidak, cuma terkejut saja, soalnya baru kemarin kamu pacaran, masa sudah putus lagi?" celetuk Leah.
"Biarin, soalnya dia pelit!" .
"Masa karena hal itu kamu ngajak putus sih, Anggi?" Leah semakin kaget mendengar ucapan dari Anggi.
"Sudah lah, tidak perlu dibahas. Malas aku kalau mendengar tentang dia. Oh iya Leah, sering-sering lah minta belanja lagi seperti ini. Aku yakin, dia gak bakalan nolak, percaya deh sama akul" celetuk Anggi yang terlihat sangat gembira karena mendapat oleh-oleh mahal dari Leah .
"Ish, buat apa? Memangnya aku ini cewek matre! Ini bukan tipe aku banget. Kalau diberi ya syukur, kalau tidak ya sudah gak
perlu dipermasalahkan; ujar Leah mengernyitkan keningnya.
"Ya ampun Leah, zaman sekarang itu mesti matre, kalau gak matre, ya gak bakalan hidup enak ujar Anggi menyunggingkan bibirnya.
"Halah, kamu ngajarin aku yang gak benar nih, pantesan pacar kamu pelit! Kamunya aja matre begitu, pasti dia juga mikir-mikir lagi kalau punya pacar matre seperti kamu" tukas Leah yang tidak mau kalah.
Dengan bangganya Anggi menjawab, "Emang iya aku matre! Selama belum ada ikatan pernikahan, aku wajib nuntut semuanya. Biar suatu saat nanti kalau
kita putus, gak terlalu sakit rasanya. Kan
sudah dipalak lebih awal haha'
"lya, tapi aku tidak seperti kamu, Gi. Aku tidak bisa seperti itu; ucap Leah.
tambah Anggi lagi dengan tegas.
"lya-iya aku paham. Ya sudah lah, gak perlu dibahas juga. Yang terpenting adalah aku bisa berjodoh dengan Devan ucap Leah sembari tersenyum manis.
"Cih, jangan harap, kita lihat saja nanti, aku akan merebut laki laki tampan itu dengan tanganku sendiri, Leah, ucap anggi dalam hatinya.
"Ngomong-ngomong, kamu mau ngapain kesini? Pasti minta makan?" ucap Leah
menyunggingkan bibirnya.
"Kok tau? Haha, masakanmu enak, Leah. Jadinya aku ketagihan, ingin dimasakin terus sama kamu ucap Anggi yang masih
memilah-milah barang milik Leah.
"Bilang aja lagi gak punya uang" ucap Leah sembari merogoh ponsel dari tasnya.
"Nah itu tau! Haha!"
"Aku sedang tidak mau masak, kita pesan makanan online saja ucap Leah dengan santainya.
__ADS_1
"Asyik, kamu memang teman paling pengertian deh" ucap Anggi sumringah.
Leah tidak menyadari jika Anggi temannya itu ada niat jahat yang terselubung. Padahal, selama ini Leah lah yang suka membantu anggi ketika sedang kesusahan. Namun, karena anggi
melihat seseorang dengan tampilan yang sangat sempurna, maka ia juga ingin memilikinya walau orang itu sudah bersama temannya sendiri.
""""""""""""""""""""
Ketika Devan sedang diperjalanan menuju ke kantor, ia tiba-tiba mendapat pesan dari istrinya, Kara. Yang isi pesan itu mengatakan agar Devan secepatnya pulang ke rumah.
Padahal, ia benar-benar harus menuju kantor, akan tetapi Devan malah menyanggupi permintaan istrinya itu. Karena pikir Devan, ini adalah kesempatan untuk langsung membicarakan soal pernikahannya yang sudah tidak bisa ia pertahankan.
Tidak lama kemudian, Devan pun telah sampai di rumahnya. Dan kedua orang tua Devan begitu senang ketika melihat
anak semata wayangnya pulang dengan wajah yang berbinar-binar.
"Ya ampun anakku yang paling tampan sudah pulang ! Akhirnya kamu pulang juga" ucap Nyonya Celia sembari berlari
kecil dan langsung memeluk Devan dengan begitu gembira.
"Ah, Mama kok lebay sih!" ucap Devan sembari tersenyum manis memeluk mama nya itu. la pun memeluk ibunya dengan penuh kerinduan.
"Yah Mamamu ini emang lebay!" ucap Tuan Dimas sembari menghampiri anak dan istrinya.
"Ish, Papa ini ikut-ikutan saja kalau orang lagi kangen- kangenan juga, cetus Nyonya
Celia. la pun melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan anaknya karena masih begitu rindu.
"Lah, emangnya gak boleh gitu! Dia kan anak aku juga, ucap Tuan Dimas menyeringai.
Sementara Nyonya Celia masih dalam mode cemberutnya.
"Hehe, Mama cantik kalau lagi cemberut" goda Devan kepada Nyonya Celia.
"Ya iyalah! Aku memang cantik. Dan paling cantik diantara kalian berdua!" ketus Nyonya Celia sembari meninggalkan mereka berdua.
"Dia kalau sedang marah lucu, hehe, pungkas Tuan Dimas sambil menatap istirnya yang sudah berlalu meninggalkan
ruang tamu.
Nyonya Celia terus saja berjalan, tapi hatinya sungguh senang karena anak semata wayangnya yang sangat dikasihinya itu sudah kembali
pulang dengan selamat.
#makasih buat yang selalu dukung karyaku ini
__ADS_1
love you buat kalian semua