
ππππ
"Siapa yang akan mau menculik orang menyusahkan sepertimu ,orang itu pasti sudah tidak waras ,mau kerepotan karena mu.Tapi kalau kau adalah konglomerat sih ,bisa jadi diculik "sarkas LEAH sembari tersenyum.
"Memang aku konglomerat ,bahkan banyak yang ngejar-ngejar aku karena wajahku yang rupawan ,apa kau tidak tergoda melihat wajahku ? goda Devan pada leah.
"Sangat narsis jadi orang ,kau pulang lah aku juga mau istirahat "ucapnya pada devan sembari menguap karena ngantuk.
"Kalau begitu aku pergi dulu "
Namun belum ada selangkah Devan berjalan dari pintu kost-an Leah Hujan turun sangat deras .
"ahh,sial malah hujan lagi ?batin Devan.
"Gimana ini ,aku tidak bisa kembali kemobil nih , Gara-Gara hujan ini " tanyanya pada Leah .
"Yah tidak gimana-gimana tuh , sini masuklah berteduh ! titah Leah pada Devan sambil mengajak devan masuk kedalam.
"Mendengar perkataan Leah membuat Devan terperanjat kaget mendengar nya ,pasalnya Leah sudah mengajaknya masuk kerumahnya .Yang artinya rencananya untuk mendekati Leah akan semakin lancar . Padahal sih Devan bisa saja berlari menuju mobilnya ditempat parkir ,tapi karena Leah mengajaknya masuk ,ya diapun dengan senang hati masuk kedalam rumah itu.
Saat sudah masuk kedalam kost-an Leah dia sedikit kaget melihat ruangan disini begitu kecil ,didalam ruangan itu hanya ada kamar kecil untuk Leah dan kamar mandi yang muat satu orang saja . Didalam juga tidak ada televisi,lemari bahkan kipas angin pun tak punya.
Alasannya Leah sih memilih tinggal disana ya karena harganya yang murah ,baginya yang penting itu bisa tidur dan mandi saja bila sudah pulang kerja .
Suasana didalam ruangan itu begitu tenang karena mereka berdua tidak lagi canggung.Bahkan mereka berdua mengobrol ringan seperti sudah terbiasa .
"Biasanya aku langsung tidur saja kalau sudah pulang kerja ,jarang makan malam ,jadi disini hanya ada kasur kecil saja ,tidak ada dapur ,karena kalau aku lapar biasanya aku beli diluar sebelum berangkat kerja"Berhubung kamu tadi ngasih makanan ke aku lumayan banyak gini ,ya kita makan aja berdua lagian kan kamu belum makan .Ini terlalu banyak jika hanya untukku ,biar ngak mubazir kita makan saja berdua "Ucap Leah mengawali percakapan.
"Oke gitu aja ,lagian aku juga udah sangat lapar "ucap Devan senang.
Mereka pun langsung menyantap makanan yang terhidang di depan mereka ,sekarang sudah jam satu pagi .
"Maaf ya aku hanya punya peralatan dua piring dan satu gelas minum ,jadi minumnya kita bagi dua aja ,ngak papa kan ?"tanya Leah khwatir jika Devan tidak setuju.
"Iya tidak apa-apa kok,kita minum satu gelas bagi dua saja "ucap Devan tersenyum tulus.
"Apa kamu tidak jijik jika berbagi gelas yang sama dengan ku?".
"Tidak ,aku maklum kok ,lagian kan memang tidak ada lagi gelas yang lain ,jadi habiskan saja makanannya nanti keburu ngantuk loh " ucap Devan sembari memegang sendoknya untuk menyantap makanannya.
"Mendengar itu Leah pun lega dan tersenyum manis kearah devan,Sekarang dia yakin jika memangDevan adalah pria yang baik-baik .Dihatinya ada sedikit rasa kagum melihat Devan .Apalagi saat berhadapan ketika makan dia pun semakin kagum melihat ketampanan nya.
Setelah lewat beberapa menit ,mereka telah selesai makan dan sedang membereskan bekas makanan mereka tadi .
"Sembari menunggu hujannya reda kamu bisa kok tiduran diatas kasur itu,kamu sudah terlihat sangat mengantuk tuh ,sana tiduran saja " kata LEAH.
"Kalau aku jadi kebablasan tertidur disini gimana dong ?ucapnya sambil menutup mulut dengan tangan karena menguap.
"Ya ngak papa sih kalau kau ketiduran sampai pagi disini ya tinggal bangun nanti trus pulang " celetuk Leah.
"iya deh kalau kamu setuju !"'Devan
langsung berbaring di kasurnya
Leah dengan senangnya.
Namun, beberapa menit dia tiduran
__ADS_1
,Devan pun bangun dari kasur itu
Dia merasa tidak enak hati kepada Leah.
"Terus kalau aku tidur disini,kamu mau tidur dimana masa kamu tidur di lantai?
"Sudah lah gak jadi, kamu saja
yang tidur, biar aku yang tiduran
di lantai,ujar Devan sembari beranjak dari tempat tidur.
"Ngak apa-apa, santai saja.
Lagian tempatnya juga panas, bikin gerah aja aku ngak bisa tidur "
"Iya juga sih!"'kata Devan dengan menatap Leah yang sedang duduk manis sembari memainkan ponsel nya.
"Eh ngomong-ngomong, kenapa kamu mau tinggal di tempat seperti ini? Kan ada kos-kos-an yang lebih gede dari pada tempat ini "kata Daffa sembari melirik-lirik ke sekitar ruangan yang sedang ditempatinya itu .
"Aku sengaja cari yang murah,karena
kalau yang mahal, kayanya aku gak bakalan mampu. Uang gajiku tidak
akan cukup juga, karena harus dihemat dan dibagi-bagi untuk keluargaku
di kampung dan sisanya buat kebutuhan
sehari-hari aku di sini.
"Oh iya uang tip yang kamu berikan juga nantinya akan aku transfer rencanya kepada keluargaku di kampung 'tutur Leah tersenyum manis.
.Aku turut prihatin ya, maaf ya udah nanya-nanya soal beginian"
"Tidak apa-apa, memang keadaanya memang begini ya harus bagaimana lagi . oh ya makasih ya atas semuanya, aku pikir kamu pria yang mesum , pria yang jahat dan juga angkuh, tapi ternyata
mengasyikan, kata Leah sembari
menatap Devan ."'Apa jangan-
jangan kamu memang pria yang
galak?"
Ya ampun, ganteng- ganteng begini dibilang galak ! apa kata semesta ?'
"'ujar Devan menyunggingkan senyuman nya.
"Pede banget sih kamu bilang
ganteng! Bukannya ganteng itu
artinya sakit jiwa ya !'kata Leah menyengir.
"Hey! Sembarangan!
Memangnya aku ini tidak waras
__ADS_1
apa?"kata Devan menyunggingkan
bibirnya.
Leah pun tertawa lepas, rasa
bahagia kini terpancar dari raut wajahnya.
Selama ini, Alma baru kali ini tertawa lepas , setelah hari-hari biasanya terasa hambar, karena hidup sendirian di tempat orang tanpa ada tawa di setiap harinya.
Namun kehadiran Devan membuat Leah mulai merasakan sedikit kebahagian dan bisa tertawa lepas . Obrolan demi
obrolan mereka lontarkan hingga
waktu pun mereka lupakan. Setelah lamanya mengobrol, akhirnya rasa ngantuk pun mulai melanda. Leah terpaksa tidur di atas kasur, meski tidak enak hati terhadap Devan . Tapi ia terpaksa karena sudah mengantuk berat,sementara Devan jadi tidur di lantai.
Saking dinginnya angin malam
masuk dari celah pintu, apalagi
hujannya deras disertai angin
dan kilat, akhirnya Devan pun merasa sangat kedinginan.Seperti biasa, Devan
mengiggau jika kedinginan
melanda dirinya. Leah yang mendengar hal itu, langsung terbangun dan membawakan
selimut untuk Devan .
"Ya ampun, kamu mengigau
lagi 'ucap Leah yang matanya
masih dalam keadaan ngantuk berat ,
namun masih bisa menyelimuti
tubuh Devan yang sedang
meringkuk kedinginan.Saking masih ngantuk-ngantuknya, Leah tertidur
disisinya Devan .
Leah tidak sadar, jika dirinya tidur sembari
memeluk tubuh Devan karena ia
dalam keadaan ngantuk berat.
Entah apa yang akan terjadi, Δ―ika
esok hari mereka terbangun dari
tidurnya.
πJangan lupa tinggal kan Like ,komen dan vote ya guys π
__ADS_1
π