HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
TANGGUNG JAWAB KAMU


__ADS_3

"Untuk soal itu, itu sudah pasti aku akan meyakinkan kamu, karena semua ini berkat kamu,sehingga aku bisa merasakan kebahagiaan ku lagi!" kata Devan tersenyum manis.


Mereka pun saling berpelukan dan menangis dengan tangisan yang bahagia, dan kini akhirnya Devan bisa memiliki Leah tanpa bantuan dari bodyguard nya itu lagi .


"Akhirnya, aku bisa mendapatkan dia, tanpa ada hambatan apapun.


Terima kasih Tuhan, semoga ini jalan untukku untuk bisa melepaskan Kara,


ucap devan dalam hatinya.


"Jadi sampai kapan kita akan


berpelukan seperti ini?" tanya Leah menatap devan.


"Entah lah, aku masih nyaman seperti ini" kata Devan yang semakin mengeratkan


pelukannya.


"Kamu belum pakai baju tuh , sana pakai dulu baju mu " titah Leah sembari


berusaha untuk melepaskan pelukannya.


Tapi Devan semakin mempererat pelukannya seakan tidak mau lepas dari Leah .


"Dev.. ayo kamu mandi dulu nanti kamu masuk angin dan."


"Dan apa?" Devan langsung memotong ucapan Leah.


"Dan.. ah sudahlah cepat lepaskan! Aku sudah tidak bisa bernafas lagi!" kata Leah yang semakin ingin melepaskan


pelukan nya dari Devan.


Akan tetapi Devan malah jahil dan semakin kuat memeluk Leah .


Tentu saja hal ini membuat Leah semakin memberontak dan tanpa di sengaja tiba-tiba tangannya menyentuh milik Devan.


Otomatis hal itu membuat Leah membeku di tempat karena sesuatu dibalik handuknya itu, kini sudah tegak berdiri dan mencuat dengan perkiraan


ukuran nya yang sangat ideal.


"Kamu senang ya, jika dia terbangun dalam keadaan seperti ini" kata Devan yang tiba-tiba saja melepaskan pelukannya.


"A-aku ..aku tidak sengaja melakukan nya!" kata Leah terbata-bata sembari memalingkan wajahnya.


"Kamu harus bertanggung jawab! Karena kalau keadaannya seperti ini, aku tidak bisa mandi dengan tenang!" kata Devan


sembari mendekapkan tangan nya di dada.


"Ke-kenapa aku harus tanggung jawab? Kan ini semua juga gara-gara kamu, coba kalau kamu dari tadi melepaskan


pelukanmu, pasti urusannya tidak akan seperti ini!" ucap Leah gugup.


"Dan sekarang, urusannya sudah menjadi


seperti ini! Coba kalau kamu tidak membangunkan dia, pasti kamu tidak akan berurusan dengan Junior ku!" ucap Devan yang tidak mau kalah.


"Tapikan aku tidak sengaja!" kata Leah juga tidak mau kalah dengan Devan.


Tiba-tiba tangan Leah tidak sengaja memukul anu nya devan sewaktu dia melihat ada nyamuk di area itu

__ADS_1


"Aww.. kenapa kamu memukul di area itu sih! Tuh kan dia semakin tegang!" kata


Devan sembari membuka


handuk yang dia pakai.


Dan hal itu tentu saja membuat Leah semakin tercengang karena tubuh Devan sudah tidak tertutupi sehelai benang pun tubuh nya sekarang polos.


"Ka--kamu, kamu....! Kenapa kamu membuka handuk nya!l" teriak Leah sembari menutup mata dengan kedua tangannya.


Tapi meskipun begitu dia tetap bisa melihat nya dari celah-celah jari tangan nya.


"Pokoknya, aku tidak mau tahu, kamu harus menenangkan nya.


Karena kalau tidak segera di tenang kan, dia akan terus begini, dan aku tidak bisa


mengantar kan kamu pulang ke kampung pare!" kata Devan tanpa merasa malu.


Bahkan, Devan malah rebahan tepat di hadapan Leah yang masih duduk di tepi


ranjang.


Ya ampun! Ini gila ! Dia memang laki-laki yang tidak tahu malu! kata Leah dalam hatinya.


"Kamu benar-benar menyebalkan!" kata Leah dengan pipi yang sudah semerah tomat.


"Bagaimana aku bisa menenangkan nya, sementara aku pun tidak tahu cara melakukan nya bagaimana! Lagi pula, itu barang kan milik kamu, yang tahu cara


menenangkan nya juga kan hanya


kamu.


Belum juga Leah selesai bicara, devan langsung memotong pembicaraan nya,


"Bermain solo itu tidak enak, Leah !".


Devan terus saja ngomel- ngomel karena Leah tak kunjung mau bertanggung


jawab.


Padahal, Devan sadar kalau semua itu adalah salahnya sendiri.


Ya terserah lah, itu kan bukan urusan aku!" kata Leah tersenyum miring.


"Bagaimana bisa kamu bilang seperti itu, sementara ini semua terjadi karena ulah kamu! Coba kalau kamu tidak menyentuhnya, pasti urusannya gak bakalan seperti ini!" kata Devan geram.


"Ya terus aku harus bagaimana?" tanya Leah yang semakin jengkel


"Apa aku harus mengajarimu, bagaimana cara menidurkan junior ku secara detail?


Atau aku harus memesankan video tutorial, cara menidurkan barang berhargaku ini, biar kamu nonton sepuasnya?" kata Devan tersenyum licik.


"Tinggal pejamkan mata kamu, lalu tidur apa susahnya? Masa iya aku harus mencium barang milik kamu yang


bentuknya seperti itu!" kata Leah


sembari memicingkan matanya.


"Hey, memangnya kamu sudah melihat bentuk yang seperti apa aja? Wah, jangan-

__ADS_1


jangan kamu sudah pernah....."


Seketika Leah langsung memotong nya,


"Maksud kamu apa? Sembarangan aja kalau ngomong! Meskipun aku wanita,


tapi aku tahu bentuk barang berharga milik laki-laki itu seperti apa!"


"Hah? Jadi benar kamu sudah pernah melihat barang berharga milik laki-laki? Sejak kapan? Bagaimana rasanya? Pasti


kamu ketagihan ya?" ucap Devan tercengang.


"Heh! mesum! Kamu ini ngomong apa sih? Aku lihat barang milik laki-laki itu saat adik laki-laki aku lahir ! Pikiran kamu jangan ngawur dong.


Sembarangan saja kalau ngomong, memangnya aku ini perempuan apaan?" kata Leah yang semakin kesal.


"Ya, kamu nya sih ngomong ngak detail , jadi pikiran ku kemana-mana lah.


Kamu jangan anggap masalah ini enteng,


Kalau aku bisa tidur sendiri, udah dari tadi kali! Kamu bisanya cuma mukul-mukul saja, giliran disuruh tanggung jawab


malah pura-pura tidak tahu! Memangnya kamu pikir aku ini bodoh apa?" kata Devan yang semakin pusing mikirin Junior nya yang terus menegang.


"Kalau kamu pintar, kamu harusnya bisa tidur sendiri! Tidak perlu bantuan orang lain! Lagi pula, barang kamu nya aja yang


sensitif, dipukul segitu aja langsung berdiri.


Aneh!" kata Leah dengan menyilang kan


kedua tangan di dadanya"Kamu tidak pernah merasakannya sih, bagaimana


pusingnya aku saat dia berdiri terus seperti ini! Kamu gak kasihan kah sama aku? Coba bayangkan kalau .."


Lagi-lagi Leah memotong pembicaraan


Devan dengan nada kesal.


"Sudah lah jangan banyak omong terus!


Langsung aja ngomong, akunya harus bagaimana? Apa aku harus beli obat ke apotik? Atau panggil tukang pijat, biar orang nya datang ke sini? Atau..


Belum juga Leah selesai bicara, tiba-tiba saja Devan memotong perkataan Leah,


"****m"


Sontak saja leah tercengang mendengar perkataan dari Devan, "Apa!"


"Kenapa? Tidak mau?" tanya


Devan menyengir.


"Me-memang nya tidak ada


cara lain apa? Selain di*****"? ucap leah menahan kejengkelan nya.


*SEE YOU GUYS 😘😘


BTW MAKASIH BUAT YG UDAH KASIH DUKUNGAN KE CERITA INI 💝💖 UNTUK KALIAN.

__ADS_1



__ADS_2